Aku LAUHULMAHFUDZ Mu

Aku LAUHULMAHFUDZ Mu
#Menghindar


__ADS_3

Sampai di rumah keluarga Gatra sekitar jam sepuluh malam.


"Kenapa kamu bawa anak istri kamu malam-malam gini sih Ga,kasihan kan.."omel sang umi.


"Gatra harus berangkat besok pagi buat out station mi.."jawab Gatra seraya membawa sang putra di dalam gendongan nya ke kamarnya.


"Out station,bukannya sudah di gantiin sama Yuda Tra,kok jadi kamu yang out station?" tanya sang Abi heran.


"Iya lho aneh amat sih kamu,bukannya menikmati masa pengantin baru malah milih kerja ninggalin anak istri." timpal sang umi.


Gatra hanya diam tetap melangkah naik ke lantai atas untuk meletakkan putranya ke kamarnya.


"Kenapa mas Gaga jadi gitu,apa karena aku menolaknya tadi siang."batin Cahaya memandang suaminya yang naik ke atas.


"Kak Caca,are you okey?" bisik Revi pada sang kakak ipar.


"Eh,i_iya oke kok."jawab Caca dengan sedikit tergagap.


"Yakin,Bang Gatra nggak ngelakuin hal aneh-aneh kan sama kakak,apa bang Gatra nyakitin hati kakak?" tanya Revi penuh selidik.


"Nggak kok,kamu tenang saja.Abang kamu baik,baik banget malahan.Buktinya dia sudah menyelamatkan nama baik kakak sama keluarga dengan cara mengorbankan dirinya untuk menikahi kakak."ucap Cahaya dengan sedikit tercekat rasa tak nyaman di hati Cahaya.


"Aku senang ,kalau Abang nikah sama kakak kok,umi sama Abi juga senang.Apalagi saat lihat Alka yang terlihat bahagia dan nyaman sama kakak.Dia kayak sama ibu kandungnya saja.Kayak perangko..hehehe.."ucap Revi terkekeh mengingat Alka yang begitu posesif pada bundanya.


...****************...


"Mas mau berapa hari Out station nya,biar Caca siapin semuanya."ucap Cahaya saat dia membuka lemari baju suaminya.


"Dua Minggu."jawab Gatra datar.


"Du_dua minggu,lama juga ya mas," ucap Cahaya dengan sedikit tergagap.


Gatra yang sedang sibuk dengan tab nya dengan duduk di sofa kamarnya melihat sekilas ke arah istri nya.


"Sudah biasa,bahkan kadang tiga bulan."ucap Gatra dengan mata yang fokus dengan tab nya.

__ADS_1


"Ohh,maaf aku nggak tahu."


"Sekarang kamu tahu,jadi..jangan pernah kaget kalau tiba-tiba aku pergi dengan waktu lama."ucapnya dengan pandangan yang berbeda.


Pandangan yang sedikit tak bersahabat.Pandangan mata yang pernah Cahaya lihat di awal pertemuan nya dengan Gatra.


"Baiklah,maaf kalau Caca banyak tanya."ucap Cahaya.


Cahaya lantas mengepak perlengkapan suaminya di koper sedang suaminya dan mendata apa saja yang suami nya bawa setelah mendengar ucapan suaminya jika sudah cukup untuk perlengkapan nya akhirnya kegiatan packing nya pun selesai.


Cahaya melihat jam di dinding sudah menunjukkan waktu satu malam.Sedangkan sang suami akan berangkat ke bandara jam tiga pagi.


"Tidurlah ,biar nanti Pak Narto yang ambil koper dan sekalian anterin saya ke Bandara."ucap Gatra saat melihat sang istri sudah selesai dengan packing mem packing barang.


"Iya ,nanti aku tidur." ucap Cahaya dia melangkah keluar dari kamarnya.


Cahaya melangkah menuju arah dapur .Melihat isi kulkas dan mengambil tiga telur ayam dan keju serta beberapa sayuran yang akan dia gunakan untuk membuat sandwich.


Dia membuat beberapa sandwich untuk bekal suaminya menuju bandara atau mungkin bisa di bawa ke pesawat.


Ceklek.


Cahaya membuka pintu kamar Gatra dan melihat suaminya yang sudah terlihat rapi dan penampilan berbeda.


"Sudah rapih mas,coba di cek lagi takut ada yang transparan tertinggal."ucap Cahaya saat masuk melihat suaminya sibuk mengutak-atik ponselnya.


"Hemmm.."jawab Gatra singkat hanya dengan kata yang membuat Cahaya tersenyum getir.


"Aku sudah siapin kopi buat kamu,sama sandwich buat bekel kamu.Takutnya kamu lapar saat si jalan ke bandara." ucap Cahaya dengan merapihkan penampilan suaminya.


"Caca tahu kalau mas out station ini adalah salah satu cara buat mas menghindari Caca.Maafin Caca kalau Caca banyak salah sama mas Gatra.Belum bisa menjadi istri yang baik buat mas,tapi..Caca ingin mas tahu kalau Caca serius untuk menjalani kehidupan Rumah Tangga sama mas Gatra.Semoga mas selamat sampai tujuan dan kembali lagi lebih cepat dari rencana.Caca sama Alka pasti tunggu kamu pulang."ucap Cahaya dengan mata yang menatap kesembarang arah.


Lalu dengan cepat Cahaya pun masuk ke dalam kamar mandi dengan membungkam mulutnya dia menangis dalam diam.Menyandarkan tubuh nya di balik pintu dan luruh sudah tubuhnya terduduk di lantai.


Dengan kencang dia mengigit bibir bawahnya sampai merasa kebas dan membiarkan air matanya menetes dari mata dan memukul dadanya yang merasakan sesak saat mengingat bagaimana suaminya mengacuhkannya seharian ini dan malah memilih mengambil alih tugas untuk pergi ke beberapa tempat di luar negri untuk perjalanan bisnisnya.

__ADS_1


Lama dia di dalam kamar mandi sampai mata indah itu sembab karena terlalu banyak menangis.Setelah mengambil air wudhu Cahaya keluar dari dalam kamar mandi dan melihat sekeliling kamar sudah tak ada lagi suaminya di sana.


Kopernya pun sudah tak ada di sana.Sunyi dan terasa kosong di kamar itu.


Ting


Notifikasi pesan terdengar dari ponsel Cahaya.Dengan segera Cahaya membuka ponselnya dan tertera pengirim pesan


Pak suami


📩 Saya berangkat, doakan saya,saya titip Alka.


📤 Caca selalu doain mas,jangan khawatir soal Alka dia anak Caca mas,jaga kesehatan mas.


Setelah berkirim pesan secara singkat,Cahaya langsung memakai mukenanya dan memunajat pada sang pemilik hati dan juga rasa.Memasrahkan segalanya untuk Rumah Tangga nya.


...----------------...


Seminggu berlalu begitu saja.Gatra selalu melakukan panggilan video pada uminya saat dimana Cahaya sibuk dengan pembukaan Caffe dan Restaurant nya bersama Tata.


Walaupun mertua dan adik iparnya merasa ada yang tak beres dengan hubungan Cahaya dengan Gatra namun,mereka pura-pura tak tahu.Mereka tak mau banyak turut campur dalam rumah tangga anak mereka.Yang jelas Cahaya selama ini melakukan tugasnya sebagai ibu Alka yang sangat baik.Menantu yang baik juga.


"Bang Gaga kenapa sih mi kayaknya jahat banget sama Kak Caca,apa kurangnya kak Caca coba sampai dia harus menghindari kak Caca dengan pergi ke luar negeri ."cerocos Revi pada sang umi saat mereka ada di dapur berdua.


"Entahlah lah Re,umi sama Abi nggak bisa gitu aja terlibat dengan urusan Abang kamu,kita sudah dengar dari mereka berdua kalau mereka nggak ada masalah apa-apa walaupun kita tahu mereka nggak baik-baik saja." ucap sang umi.


"Mi ,Re.." panggil seseorang.


Mendengar suara yang familiar di telinga mereka berdua akhirnya mereka menoleh ke belakang dan ternyata Cahaya ada di belakang mereka berdua.


Revi dengan sang umi saling pandang dan tersenyum kikuk.Mereka sadar jika mungkin Cahaya mendengar apa yang mereka bicarakan.


Bersambung..


Maaf yaa baru bisa up karena masih harus jaga di Rumah Sakit,ini pun akhirnya aku sempat-sempatin buat ngetik di ruang tunggu sambil terus pantau keadaan bapak mertua yang dari kemarin masuk HCU dan Alhamdulillah sore tadi dapat kabar dari Dokter spesialis Jantungnya sudah bisa di pindah ke ruang inap..

__ADS_1


Terimakasih atas doanya nya buat para readers,semoga doa baik akan kembali ke kalian dengan baik juga🤲🙏


__ADS_2