
Sampai di mansion keluarga Moeis mereka langsung masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.Apalagi saat diperjalanan pulang Alka tertidur pulas setelah lelah menangis karena di bentak Rana.
"Ada apa sayang,kok melamun gitu?"tanya Gatra saat keluar dari kamar mandi melihat istrinya yang sedang asyik melamun di sofa kamarnya.
"Ehh..mas,sudah selesai.Aku ke kamar mandi dulu."ucap Cahaya dengan sedikit terkejut karena teguran Gatra.
Cahaya bangkit dari tempat duduknya dan melangkah ke kamar mandi tapi, langkahnya terhenti saat lengannya di cekal oleh Gatra.
"Ada apa hemm, mikirin apa ?"tanya Gatra dengan mengusap pipi istrinya.
"Nggak apa-apa,aku bersih-bersih dulu.Rasanya sudah gerah banget."ucap Cahaya melepaskan cekalan Gatra.
Gatra pun akhirnya mengalah untuk membiarkan Cahaya ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Apa Cahaya masih punya perasaan sama Bayu,tapi..dia tidak menolak saat itu aku minta hak ku."batin Gatra sambil memakai baju nya.
.
.
Tiga puluh menit kemudian Cahaya selesai dengan acara bersih-bersih dan keluar dari kamar mandi namun,tak mendapati suaminya di dalam kamarnya.
Cahaya tak ambil pusing ,lantas dia memakai daster rumahan miliknya dan bergabung dengan putranya yang masih terlelap dalam tidurnya.
Dia dekap erat Alka dengan sayang dia kecup keningnya sang putra.
"Bunda sayang sama Alka,sama daddy juga..tapi,bunda kasihan dengan Om Bayu yang sudah di buang oleh keluarga nya karena tidak jadi menikah dengan bunda."gumam Cahaya mendekap tubuh Alka dan memejamkan matanya bergabung dengan Alka di dunia mimpi di siang hari itu.
Tak lama Cahaya yang sudah terlelap,Gatra masuk ke dalam kamar nya melihat orang kesayangan nya sudah terlelap.
"Pasti kalian lelah yaahh,Daddy kangen kalian.." ucap Gatra lirih membaringkan tubuhnya di samping Cahaya dan memeluk tubuh istrinya dengan menghirup aroma wangi tubuh Cahaya yang beberapa hari ini dia rindukan.
.
.
"Ren !" panggil Saddad pada sang ipar.
"Mas,tumben kesini?"tanya Reno ayah dari Bayu.
"Iya ,ada yang mau kita sampaikan."ucap Saddad dan duduk di sofa ruang kerja Reno.
Reno mengernyitkan keningnya merasa ada sesuatu yang penting yang akan mereka sampaikan padanya.
"Soal apa mba,mas.Mau minum apa?" tanya Reno
"Apa saja lah." jawab Saddad.
Reno menghubungi seseorang dan memerintahkan mereka membawa minum untuk kakak dan kakak iparnya.
__ADS_1
"Bagaimana kabar Tika ?"tanya Rika pada sang adik.
"Baik, Alhamdulillah sehat.Tapi, masih suka sedih mengingat Bayu." jawab Reno dengan wajah sedihnya.
"Sabar,apa kamu sudah di beri tahu Abah Lukman soal pernikahan Bayu dan Rana?" tanya Saddad membuat Reno terkejut.
"Menikah,dia sudah menikah dengan wanita itu.Memang awalnya aku pantau dia mas,tapi..kata abah nggak usah lagi.Makanya aku nggak peduli lagi mas.Mas kata siapa?"tanya Reno
"Dari Bayu sendiri,kami pun baru tahu tadi.Nggak sengaja ketemu sama Bayu dan Rana di restaurant biasa keluarga kita makan.Dia bilang sudah nikah dan katanya Abah yang menikah kan."ungkap Saddad.
Rahang Reno mengeras karena menahan emosi nya.Anaknya yang di gadang-gadang menjadi seorang pewaris dari pesantren. mertuanya kini telah menjadi orang asing di keluarganya.
"Anak itu banar-benar buat keluarga malu.Abah belum mengatakan apapun soal Bayu.Mungkin nanti aku tanya langsung sama abah.Terimakasih infonya mas,mbak." ucap Reno yang merasa lagi-lagi kecewa dengan putranya itu.
Mereka pun akhirnya ngobrol ringan seputar kegiatan dan juga saling mengingatkan dan saling mendukung satu sama lain.
.
.
Dirumah keluarga Gatra tepatnya di kamar Gatra.Cahaya membuka matanya perlahan dan merasakan pelukan hangat dari belakang.
Bandar saja Gatra masih tertidur pulas dengan memeluk tubuh Cahaya dengan erat.
Cahaya berusaha melepaskan pelukan suaminya namun gagal karena malah semakin kencang Gatra memeluk tubuh Cahaya.
"Sudah sore mas,aku mau turun buat bantu siapin makan malam ." ucap Cahaya memberi alasan.
Gatra pun membalikkan tubuh Cahaya menjadi menghadap pada nya.Netra mereka bertemu.Mata sayu Gatra membuat Cahaya tersenyum dan megelus pipi Gatra lembut.
"Aku kangen kamu,sama ini juga ." ucap Gatra dengan menyentuh bibir berwarna pink alami milik istrinya.
Gatra pun tanpa basa-basi langsung meraup bibir merah alami itu.mengul*mnya dengan gemas.Dengan lincahnya lid*hnya bermain di rongga-rongga dengan menari nari menggoda istrinya yang sedang mengimbanginya.
Pertarungan lid*h pun terjadi.
"Eeuuhhh,"
Suara lenguhan Cahaya terdengar dan membuat Gatra semakin merem*s benda kenyal yang dia pegang saat ini.
Memainkan dengan jari dan tanpa aba-aba langsung melahapnya dengan rakus.Sedang asyik-asyiknya menikmati kegiatan mereka tiba-tiba...,
Tok Tok Tok....
"Abang,kakak...!!" teriak Revi dari luar kamar mereka.
Cahaya yang mendengar teriakan adik iparnya pastinya sangat kaget.
"Mas,lepas..! ada Revi !!"ucap Cahaya menepuk bahu suaminya yang masih sibuk dengan kegiatan nya kayak bagi dugong.
__ADS_1
Gatra yang terlihat terganggu akhirnya dengan terpaksa menghentikan kegiatan nya.
Sementara di luar sana Revi masih menggendor- gedor kamar mereka.
"Abang,kakak !!"
Dor dor dor
"I_iya Rev, sebentar !!" ucap Cahaya dengan sedikit terbata.
"Bundaaa..." ucap Alka lirih di balik punggung Cahaya.
Alka duduk dengan masih ngumpulin nyawanya dengan megucek-ucek matanya .
Cahaya mendengar suara Alka langsung menutup bagian d*danya yang masih terbuka karena ulah bayi dugongnya yang benar-benar membuat Cahaya kesal di buatnya.
"Iya sayang,Alka sudah bangun..kita mandi dulu ya nak,"ajak Cahaya langsung diangguki Alka.
Melihat tingkah istrinya yang langsung perhatian pada putranya membuat Gatra mendengus kesal karena lagi-lagi dia di kalahkan dengan putranya itu.
Cahaya menggendong tubuh Alka masuk kamar mandi untuk memandikan bocah itu.Alka sangat senang sekali karena Cahaya begitu menyayangi nya.
Gatra yang sudah terbangun pun akhirnya ikut bergabung dengan anak dan istrinya untuk mandi.Akhirnya Cahaya serahkan Alka pada bapaknya.
"Yah bun,kok pergi ?!" ucap Gatra dengan mencekal pergelangan tangan istrinya.
"Daddy ini pura-pura lupa apa memang amnesia.Kamu itu punya otak modus..ogah banget bunda di modusin mulu sama kamu." ujar Cahaya melangkah keluar kamar mandi.
Sementara saat melihat interaksi antara keduanya jadi bahan tawa putranya yang jelas-jelas nggak tahu apa masalah kedua orang tuanya.
"Kenapa Alka ketawa?"tanya Gatra pada sang putra yang terlihat membungkam mulutnya menahan tawanya.
"Abis Daddy lucu,mukanya kayak bocah lagi ngambek pengen nen*n...hahahaha...."
Gatra melotot mendengar ucapan putra nya.Apalagu omongannya langsung ke ngena di hati.
"Buset,anak gue kayak cenayang saja.Tau aja bapaknya mau....
Gatra hanya bisa senyum-senyum nggak jelas merespon ucapan putranya itu.
Bersambung
Buat para readers maaf sekali yaah...
Author mohon maaf,kalau beberapa hari ini nggak konsisten buat nulis karena memang lagi drop dan pemulihan.Harap maklum yaa🙏
Mau di paksa nulis pun nggak mungkin karena otak nggak bisa buat kerja.Doakan author cepet pulih dan bisa nulis dan bahkan double up 🙏
Terimakasih atas kesetiaannya, insyaallah akan up kembali nanti kalau sudah mendingan yaa..🙏
__ADS_1