Aku LAUHULMAHFUDZ Mu

Aku LAUHULMAHFUDZ Mu
# Pengantin Pengganti.


__ADS_3

"Jauh ataupun dekat,lama ataupun singkat.Jika takdir mu dan takdir ku terikat,maka suatu waktu kita akan duduk di akad"


...(Gatra Emeer Moeis)...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Kak,maafin Anna nggak bisa bawa kak Bayu kesini.Kak Bayu kabur hiks hiks .." ucap Anna dengan menangis sedih dan juga bersalah.


Kata yang terucap dari mulut Anna membuat Caca menatap nanar orang_orang yang ada di dalam kamar pengantin itu.


" Kamu bohong kan Na,kamu bohong kan,kamu ngeprank kakak ,hah !!" ucap Caca dengan nada tinggi dengan menggoyangkan bahu Anna.


" Cacaaaa...jangan begini nak,kasihan Anna." jerit ibu Caca dengan melepaskan cengkraman Caca di bahu Anna.


Mama Caca menangis di pelukan Tata,dia tidak menyangka semua ini terjadi pada putrinya.Salah apa putrinya sampai Bayu tega meninggalkan Caca dengan keji.


Caca melihat sangat syok dengan semua ini.


Anna pun menangis di pelukan mamanya.


" Caca,sabar ya nak.." ucap mama Rika yang baru datang dan langsung memeluk tubuh Caca dan mengusap lembut punggung Caca dengan lembut.


" Kenapa Bayu tega sama Caca tante,Caca salah apa,Caca nggak pernah menuntut apapun sama Bayu..hihihi hiks hiks.."


Tangis pilu mengisi kamar pengantin yang sejatinya adalah tempat dimana banyak tawa dan canda di kamar itu.


Sementara Ayah Candra dan papa Reno dan juga ada papa Sadad duduk di satu meja guna memikirkan jalan keluarnya.


" Maafkan anak saya bang Candra,saya nggak tahu anak saya begitu kejam dengan Caca." ucap Reno yang merasa bersalah.


" Kurangaj*r memang malu-maluin anak mu itu Ren,apa kata orang kampung dan semua yang mengenal keluarga kita.Sudah tahu punya calon yang baik,malah di sia-siakan.Mau jadi apa dia..!!" ucap kakek dari Bayu dari pihak mama yaitu Kyai Lukman.


"Reno juga nggak tahu Abah ,dari waktu dia minta ijin menikah Reno melihat' nggak ada yang salah dan tidak ada yang mencurigakan ."ungkap Reno mengingat kembali saat sang putra minta ijin untuk menikah Reno dan juga mamanya tidak keberatan.


"Assalamualaikum,maaf telat om ,Jiddi,Abah Yai..,pak." ucap Gatra yang membawa Alka.


"Wa'alaikumsalam ." jawab mereka.


"Bayu dimana Om?"tanya Gatra

__ADS_1


"Bayu kabur." jawab Reno pada ponakannya.


Mendengar ucapan sang Om tentu saja Gatra kaget,lalu melihat ke arah papanya dan di angguki oleh Abi Sadad.


"Kok bisa,kenapa....


" Ayah..!!" panggil Caca yang sudah sembab karena menangis.


"Sayang,sabar yaa..apa yang sekarang akan kamu lakukan ?" tanya sang ayah membawa putri nya duduk.


"Aku bingung yah,niat ku saat ini akan membatalkan acara ini.Biarkan mereka menikmati hidangan yang sudah ada.Sayangkan kalau nggak ada yang makan."ucap Caca dengan menundukkan kepalanya.


"Mana bisa begitu ndok',tunggu sebentar orang-orang kita lagi nyari si Bayu.Dia harus menikah dengan kamu." bukan ayah Candra yang menjawab tapi Abah Yai yang sudah geram dengan sikap cucunya.


Belum juga Caca menjawab tiba-tiba tangan kecil Alka menyentuh tangan Caca.


"Bunda kenapa nangis,siapa yang nakalin bunda bial Alka tondok."ucapan si bocah menggemaskan itu.


"Alka,nggak boleh ngomong gitu."ucap Caca dengan merengkuh tubuh kecil itu dan membawa di pangkuannya.


"Habisnya buat bunda aku nangis,Alka juga jas sedih...huaaaaa..." jawab Alka dan malah langsung nangis.


"Ssssstttt.. jangan nangis,bunda nggak papa," ucap Caca mencoba menenangkan Alka.Akhinya Alka pun mengangguk dan membenamkan wajahnya di dada Caca.


"Bang,sini..."bisik Revi pada abang nya dan menariknya keluar.


Gatra yang mendapat tarikan sang adik akhirnya mengikuti langkah sang adik


"Ini ada apa sih dek,kamu narik-narik Abang gini."protes Gatra.


"Bang,tolongin kak Caca dong," ucap Revi dengan wajah memohon.


"Tolongin,tolongin gimana, orang-orang om Reno lagi cari si breng*ek buat narik dia buat tanggung jawab."ucap Gatra.


Mendengar jawaban kakaknya Revi menghela nafas panjang dan membisikkan sesuatu pada kakaknya yang membuat Gatra kesal.


"Nikahin kak Caca ." ucap Revi.


"Gil* kamu ,masa kamu mau numbalin Abang sendiri sih Rev."ucap Gatra tak terima.Karena yang ada dalam otaknya dia nggak mau jadi beban serep.

__ADS_1


"Ck..bukan numbalin Abang,cinta itu bisa tumbuh seiring berjalannya waktu.Tapi,abang disini untuk anak Abang dapet bunda yang baik,coba abang lihat Alka sama kak Caca sudah kayak anak sama emaknya,setidaknya abang lakukan ini demi keluarga besar kita,demi kak Caca yang pastinya akan malu jika pernikahan nya batal,juga buat Alka punya bunda yang baik.Revi percaya kak Caca bisa menjadi bunda yang baik untuk Alka.Pikirin deh bang.." ucap Revi menepuk lengan sang abang dan melenggang pergi.


...----------------...


"Kamu yakin nak mau batalin pernikahan ini?" tanya sang ayah.


Walaupun kecewa dengan tingkah Bayu,ayah Candra bukan tipe orang yang akan adu mulut dan adu jotos,dia tempe orang yang sabar.


"Mau bagaimana lagi, kita harus nunggu Bayu sampai kapan.Kalau pun ketemu,Caca rasa sudah nggak bisa terima dia." ucap Caca


"Maaf mah,pah,Caca sudah terlanjur kecewa dengan perlakuan Bayu sama Caca.Bagi Caca dia nggak mau lagi sama Caca.Karena itulah Caca akan membatalkan pernikahan ini."ucap Caca lagi.


"Tunggu,aku akan menikahi Cahaya.."


Ucap Gatra membuat semuanya terkejut apalagi Caca yang tidak pernah berfikir menikah seorang Gatra


"Bang Gaga, jangan Ngaco !!" teriak Caca mendengar ucapan Gatra.


"Aku nggak pernah main Ca,ikut aku !" ucap Gatra lalu menarik lengan Caca untuk ikut dengannya.


Semua orang yang ada di sana masih syok dengan apa yang diucapkan Gatra.Namun,beda dengan Revi dia tersenyum senang mendengar ucapan sang kakak.


" Rev,lo kok senyum-senyum gitu?' bisik Anna saat mereka membawa Alka dari tempat itu.


Revi menatap sepupunya.


"Setidaknya bang Gatra akan menyelamatkan nama baik kak Caca yang sudah hampir hancur karena ulah Abang mu,bang Gatra juga bisa menyelamatkan nama baik kedua keluarga terutama keluarga Moeis dan keluarga kak Caca." ucap Revi dengan wajah serius.


Anna pun. berfikir demikian.Kasihab juga Caca tak salah apapun namun,dia harus menanggung kelakuan bej*t kakaknya.Anna pun tadi sempat memberikan surat yang di tinggalkan Bayu untuk Caca dan melihat pesan sang kakak tentu membuat dirinya geram apalagi Keluarga besar nya yang mengumpat habis kelakuan Bayu yang tidak mencerminkan kepribadian yang baik seperti dulu.Inilah akibatnya jika rasa Cintanya yang terlalu besar sampai tidak memikirkan sebab akibatnya.


Semenjak dipihak lain terlihat Caca dan Gatra sedang berbicara serius.


" Apa maksud abang mau jadi pengantin pengganti ?" tanya Caca langsung mengutarakan pertanyaan.


" Nggak ada maksud jelek.Aku ngelakuin ini di keluarga ku kan Moeis. Kaamu juga bisa menyelamatkan nama baik mu juga keluarga mu jika kita menikah." jawab Gatra santai.


" Tapi, kita nggak saling cinta bang." ucap Caca menatap wajah Gatra


" Apa kamu pikir Bayu cinta sama kamu.Kalau selama ini dia cinta sama kamu,dia akan stay di sini dan menikahimu dengan tetap memenuhi Janji nya sebagai laki-laki yang bertanggung jawab." ucap Gatra membuat Caca bungkam seketika.

__ADS_1


Benar juga kenapa dia baru sadar jika dia cinta sendiri.Termyata omongan Bayu tak ubahnya hanya kebohongan.


Bersambung.


__ADS_2