
_"Jika istikharah ku tak temukan nama mu, maka biarkanlah tahajudku memintamu."
...(Cahaya Aurora)...
...----------------...
" Aku rasa kamu sudah dewasa,apa karena cuma rasa cinta kamu ingin menikah, pernikahan bukan hanya perkara cinta Ca, semuanya butuh perjuangan.Maksud ku, menikah itu butuh perjuangan yang artinya kamu perlu mempertahankan rasa cinta kamu terhadap suami kamu begitupun sebaliknya.Tapi, kalau menikah dengan tujuan pengabdian kepada suami atau suami ke istri akan kekal karena tujuannya pengabdian,makanya aku ingin menjalani pernikahan dengan jalan pengabdian,kita bisa belajar satu sama lain,bisa saling menyayangi tanpa harus mengumbar itu namanya cinta ,aku pun ingin memberikan bunda yang baik untuk Alka dan itu terlihat dari kamu." ungkap Gatra membuat Caca melihat ke arah Gatra.
"Selama aku sendiri,nggak ada seorang wanita yang mampu memberikan ketulusan untuk Alka.Makanya aku nggak pernah memikirkan untuk menikah.Namun ,saat ini aku ingin kamu menjadi istriku dengan tujuan untuk hidup bersama sampai aku tiada.Maaf terkesan nya aku memaksa tapi, coba pikirkan perasaan orang tua kamu dan keluarga besar kamu.Aku mengajukan diri karena demi Allah juga keluarga Moeis.Jika kamu ingin ada perjanjian antara kita nanti kita buat ,tapi..bukan kawin kontrak Ca." ucap Gatra panjang lebar.
"Ya Allah,aku harus bagaimana.Disisi lain aku masih sangat mencintai Bayu tapi, melihat kesakitan keluarga ku,akupun tidak tega."batin Caca
"Tapi, apa Abang tidak keberatan kalau aku belum bisa menjalankan kewajiban aku sebagai istri abang nantinya.Untuk masalah Alka sama sekali aku nggak keberatan."ucap Caca akhirnya.
" Kita jalani apa adanya,kamu bisa anggap abang seperti Revi.Kamu bisa anggap abang itu Abang kamu."ucap Gatra.
" Baiklah,apapun yang terjadi kedepan semoga abang bisa jadi teman diskusi nanti." ucap Caca dan Gatra pun mengangguk.
"Oh iya aku cuma punya uang di dompetku, nggak papa kan?" tanya Gatra mengeluarkan uang cash di dalam dompet nya.
" Nggak apa-apa bang, Insyaallah aku ikhlas." jawab Caca.
Pernikahan ini memanglah pernikahan yang terpaksa mereka lakukan.Namun, bukan berarti mereka mempunyai tujuan untuk berpisah setelah selesai acara atau membuat kontrak perkawinan seperti cerita yang ada di novel-novel.Berpikir dewasa dan mengubah mindset yang positif untuk tujuan hidup yang lebih baik.
...****************...
Setelah selesai melakukan pembicaraan mereka langsung ke tempat acara dan mengatakan keputusan mereka berdua untuk melanjutkan acara pernikahan Caca namun dengan mempelai Gatra.
Semua tak percaya mendengar keputusan keduanya samapai semua keluarga pun meyakinkan keputusan mereka berdua namun, keputusan mereka pun tidak akan berubah.
Kini Gatra duduk berhadapan dengan Ayah Candra selaku wali nikah Cahaya.
Bismillahirrahmanirrahim...
"Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti Cahaya Aurora alal mahri 5jt hallan.
"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha bil mahril madzkur haalan.
Bagaimana saksi sah?
__ADS_1
SAH
SAH
Barrakallahu laka wa baaraka' wa jama'a bainakuma fi khoir.
Ijab qobul telah usai di lafadz kan Gatra.Dia pun tak menyangka jika hari ini yang harusnya akan menjadi hari pernikahan sepupunya malah dia yang kini mempunyai status sebagai seorang suami lagi.
Kini Caca di dampingi oleh sahabatnya Tata keluar dari ruangan make up karena setelah menyetujui rencana Gatra ,Caca langsung masuk kembali keruang make up untuk merapihkan kembali dandannya.Kini di tangan kirinya menggandeng tangan kecil Alka yang membawa buket bunga mawar putih.Berjalan pelan menuju tempat dimana Gatra berada.
Pemandangan indah itupun membuat semua orang tersenyum bahagia.Seolah sebelumnya tak terjadi huru hara apapun namun,kini terlihat di depan mereka layaknya pernikahan yang di dasari oleh cinta.Karena melihat interaksi keduanya terlihat natural.
Alka sudah di tarik oleh Tata duduk bergabung dengan para keluarga kedua mempelai.Caca kini sudah di samping sang suami dan tangan kanan Gatra telah ada di ubun-ubun istrinya.
" Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltaha'alaih,Wa a'udzubika min syarihaa min syarimaa jabaltaha'alaih."
Setelah selesai membacakan doa untuk istrinya dan untuk rumah tangga nya kini Caca menyalami tangan suaminya dengan takzim dan di balas ciuman lembut di pucuk kepala Caca oleh Gatra.
Setelah itu karena belum ada cincin pernikahan maka mama Rika menyodorkan cincin berlian miliknya untuk di sematkan di jari manis Caca.Semesta menjawab,cincin itu pun pas di gunakan oleh Caca.
Setelah ini mereka akan mengurus dokumen mereka untuk di daftarkan secara agama.Karena dokumen sebelumnya masih punya Bayu dan Caca.
Tamu di biarkan datang dan langsung bisa menikmati hidangan dan untuk kedua mempelai tidak di sanding di pelaminan lagi.
Kini Caca terlihat lebih ceria dengan adanya Alka yang selalu di sampingnya.
"Gatra,Om nggak tahu harus senang atau sedih tapi, setelah melihat anakmu bersama Caca rasanya memang Allah tidak mendukung rencana Bayu yang akan menghalalkan Caca setelah kuliah.Walaupun tidak ada namanya pacaran tapi, itu juga membuat zina dalam hati mereka.Om ucapkan selamat ,dan terimakasih sudah menyelamatkan nama baik keluarga dan terutama Caca yang merupakan gadis baik."ucap papa Reno pada keponakan nya.
"Iya om Gatra ngerti.Om tenang saja,soal Bayu..anak buah Gatra sudah tahu dimana dia berada sekarang." ucap Gatra membuat papa Reno memandang wajah Gatra serius.
Reno sangat geram dengan tingkah anaknya yang membuat dirinya kecewa apalagi ayah mertuanya yang menganggap Reno dan istrinya gagal mendidik Bayu jadi laki-laki bertanggung jawab.
"Biarkan dia Ga,Om ingin tahu sampai mana dia bisa hidup tanpa keluarganya." ucap Reno akhirnya.Gatra hanya mengangguk paham.
...----------------...
" Kakakkkk...!!" dua gadis yang kini sudah memeluk tubuh Caca dengan erat membuat bocah kecil yang ada di samping nya mendengus kesal melihat tingkah dua aunty nya yang selalu menjadi pengganggu baginya.
"Aduh Anna,Revi jangan gini..!!" pekik Caca membuat kedua gadis itu melepaskan pelukannya dan nyengir kuda.
__ADS_1
Mereka pun melihat ekspresi si bocil yang menatap tajam keduanya dengan tatapan itu pertanda permusuhan.
"Aku nggak bisa bicara apapun kak, aku bersyukur setidaknya kakak masih jadi anggota keluarga kami.." ucap Anna.
"Aunty Anna,aunty Levi bisa nggak sih nggak ganggu Alka.Ini bunda Alka,aunty kan punya bunda sendili masih ganggu-ganggu bunda aku." omel Alka yang posesif pada Caca.
" Dihhh bocil sok ye banget." ledek Revi menanggapi ocehan ponakannya.
" Bialin wlee.." ucap Alka dengan menjulurkan lidahnya dengan wajah mengejek.
" Nggak usah di gangguin ponakannya,capek nih." keluh Caca.
Kedua gadis itu pun akhirnya memilih untuk tidak melakukan apa-apa dan hanya duduk diam menikmati makanan mereka.
...****************...
"Selamat ya Ca,semoga saja pernikahan kamu bahagia sama Gatra."ucap Tata dengan memeluk tubuh sahabatnya itu.
"Entahlah Ta tapi, semoga aku sama bang Gatra bisa menjalani rumah tangga kita dengan baik." ucap Caca.
" Berusaha lah untuk melupakan dia,jangan tutup hatimu buat Gatra.Aku yakin dia pria baik.Lebih dari Bayu."ucap Tata.
"Ta,aku nggak paham sama kamu.Waktu kamu tahu aku nikah sama Bayu kamu nggak sebaik ini sama aku ngomongnya.Malah terkesan nyiyir kalau aku bahas Bayu,kenapa sih Ta ?" tanya Caca yang memang penasaran dengan tingkah sahabatnya itu.
"Nggak ada apa-apa,yang jelas aku bersyukur sahabat ku yang baik dapat pria yang Insyaallah lebih baik dari Bayu, walaupun duda anak satu dia pastinya lebih tahu tentang sebuah pernikahan." ucap Tata.
"Beneran,nggak ada yang kamu sembunyikan dari aku?" tanya Caca menyelidik dan hanya angkatan bahu sebagai jawaban yang dia dapatkan dari sahabatnya.
Caca merasa ada hal yang di sembunyikan Tata sahabatnya namun,Tata belum mau membeberkan padanya.
...----------------...
Bersambung.
Jangan lupa dukung terus cerita ini yaa..
berikan dukungan kalian dengan like dan Vote kalian 🙏
Siraman bunga atau suguhan kopi untuk aku juga nggak masalah.😁
__ADS_1