Aku LAUHULMAHFUDZ Mu

Aku LAUHULMAHFUDZ Mu
# Gatra Pulang


__ADS_3

"Kalian sudah menikah dan itu artinya tidak lagi ada kepentingan lagi dengan saya.Maaf saya ingin istirahat,jadi silahkan kalian bisa pergi dari sini."ucap si kakek dengan nada dingin.


"Abah ,saya...


"Ningsih tolong jika dalam sepuluh menit mereka tidak pergi dari sini,bisa panggil mas ndalem untuk mengantar mereka sampe gerbang pesantren."


Ucapan kakek Bayu tak pernah main-main.Omongannya adalah dawuh atau perintah.


"Baik Kyai.."jawab Ningsih pada gurunya.


Terlihat Kyai Sofyan masuk ke dalam kamar nya dan melihat sikap kakeknya tentu saja Bayu paham dan mengerti karena memang dia sudah mengecewakan dan juga melanggar peraturan keluarga nya.


"Silahkan Gus.." ucap Ningsih ada di ambang pintu dengan menundukkan kepalanya memberikan jalan untuk mengisyaratkan jika Bayi harus segera pergi.


"Baik mba Ning, terima kasih sudah membantu saya tadi."ucap Bayu dengan suara yang terdengar ramah.


Bayu pun membawa Rana pergi dari pesantren milik sang kakek dan ke hotel yang dia sewa.


"Bay,kenapa sih.. keluarga kamu itu tega banget sama kamu.Mereka harusnya mikir jika kamu salah satu keturunan mereka dan berhak atas nama keluarga dan juga apa yang mereka punya.Masa, kita baru nikah langsung di usir gitu aja malam-malam gini lagi." omel Rana mengingat kembali perlakuan keluarga Bayu pada dirinya juga Bayu yang tak ada kata ramahnya.


"Raa,bisa nggak jangan bahas itu dulu.Kita baru saja nikah,masa kita berantem." ucap Bayu yang sebenarnya kesal dengan Rana.


"Bayu,kamu itu laki-laki lho..kamu harus punya hak..


"Stop Ra,kenapa sih kamu selalu bilang hak hak hak padahal kamu tahu sendiri aku sudah mengecewakan Keluarga ku Ra,aku lebih milih kamu dari pada aku terusin pernikahan aku dengan Cahaya,ngerti kan gimana pentingnya kamu buat aku." ucap Bayu merasa frustasi dengan sikap sang kakek yang benar-benar sudah membuangnya.


Dua hari berlalu,hari ini Gatra akan pulang dari Singapura.


"Kita mau kemana bun?"tanya Alka saat mobil mereka bergerak ke bandara.


" Kita mau jemput Daddy sayang."jawab Cahaya yang duduk di samping Alka.


"Daddy ?" tanya Alka yang memang belum tahu jika Daddy nya pulang dari Singapura.


"Iyaaa, daddy..memangnya Alka nggak kangen sama Daddy?"


"Ndak,aku nggak kangen sama Daddy..aku sayangnya sama bunda."ucap Alka memeluk tubuh Cahaya erat.


"Hadeuhhh...bakalan ada perang nih."ucap Revi yang duduk di jok belakang.


"Hahh..perang apa ?" tanya sang Umi .

__ADS_1


"Perang apalagi kalau bukan perang drama si bocil sama si mantan Duda kesayangan umi lah.." jawab Revi mendengung kesal


"Husstt,kamu ini..nggak baik ngatain abang kamu begitu,nggak enak juga sama Cahaya Re.." ucap sang Abi menanggapi ocehan putrinya.


Cahaya hanya tersenyum mendengar teguran ibu mertuanya pada adik iparnya.


Tak terasa mobil keluarga Saddad sampai di bandara dan mereka menunggu di pintu kedatangan Internasional.


"Abang !!" teriak Revi melambaikan tangannya saat melihat sang kakak keluar dari pintu bandara kedatangan bersama Yuda.


Gatra tersenyum dengan wajag sumringah melihat keluarga nya yang sudah menunggu kedatangan nya.


"Umi,abah.." ucap Gatra menyalami tangan kedua orang tuanya dan mencium kening sang ibu yang sudah melahirkan nya.


"Sehat nak?"tanya sang umi dengan lembut.


"Alhamdulillah kita sehat mi,kita nggak nyangka kalau kalian semua mau jemput.


"Yaahh..gimana lagi,nggak akan lah kita biarin kakak ipar jemput Abang sendiri sama Alka ."sahut Revi berdiri di dekat sang Abah.


"Terimakasih adek ku yang bawel.."ucap Gatra memeluk adik nya itu .


Bukannya menjawab tapi Alka malah bersembunyi di ceruk leher Cahaya.


"Kenapa dia sayang?" bisik Gatra pada Cahaya.


"Entahlah," jawab Cahaya yang juga bingung dengan tingkah Alka.


Cahaya menyalami tangan suaminya menciumnya dengan takzim.


Mereka akhirnya tidak menanyakan lagi sikap Alka yang terlihat aneh.


"Kita langsung makan aja di restaurant biasa."ucap Abah Saddad.


Mereka menyetujui ajakan Abah untuk makan siang sama-sama di restaurant langganan mereka.Bukan restaurant mewah, restaurant yang mengusung konsep latar belakang sunda yang menjadi favorit keluarga Saddad.


"Alka kamu kenapa sih hari ini,diem banget terus kenapa maunya di gendong bunda terus? kasihan tahu bundanya capek." cerocos Revi melihat tingkah laku keponakannya hari ini.


"Sini gendong sama Daddy ya, kasihan bunda nanti capek."ucap Gatra mengulurkan kedua tangannya.


"Nggak mau,Daddy awas..jangan deket-deket bunda !!" teriak Alka tiba-tiba mendorong tangan Gatra yang ingin meraih tubuh kecil dalam gendongan Cahaya.

__ADS_1


"Alka sayang,nggak boleh gitu yaa.." bujuk Cahaya mengelus rambut putrabga


"Bunda nggak boleh sama Daddy,bunda punya Alka,Daddy kemalen udah culik bunda dali Alka,Daddy culang hiks hiks !!" teriak Alka dengan tangisnya yang pecah.


Semuanya terkejut mendengar ucapan Alka yang terlihat kesal dan mungkin menyimpan dendam pada sang ayah.


Gatra dan Cahaya saling pandang menghela nafas panjang.


"Maafin Daddy ya,bukan maksud Daddy culik bunda,waktu itu Daddy sakit sayang."jelas Gatra pada putranya.


"Pokoknya Daddy jangan deket-deket bunda aku,pelgi !!" sewot Alka mengibas ngibaskan tangannya tanda mengusir.


"Sayang..nggak boleh gitu nak,kalau mau jadi anak baik itu nggak boleh menyimpan dendam.Bunda juga minta maaf yaa..buat Alka marah,Alka kan jagoan bunda nomer satu di hati bunda,Daddy mah lewat gantengnya." bujuk Cahaya mencoba untuk membuat putranya tak marah lagi dengan suaminya.


"Hadeuhhh.. kecil-kecil gini sudah cemburuan,"batin Gatra


"Sekarang Alka minta maaf sama Daddy ya,anak baik nggak boleh marah-marah."bujuk Cahaya membelai lembut rambut putra sambungnya.itu.


Alka pun mengangguk mengiyakan permintaan bunda nya.Dia melihat ke arah sang Daddy yang berdiri tak jauh dari nya.


"Dad,maaf," ucap Alka dengan menunduk dengan masih sesegukan.


Gatra mencoba mengulurkan tangannya kembali dan akhirnya Alka mau juga di gendong oleh sang ayah.


Tak butuh waktu lama mereka menempuh perjalanan menuju restauran langganan mereka.


Saat mereka turun dari mobil tiba-tiba Revi berseru.


"Kak Caca itu bukannya Kak Bayu?!"


ucap Revi yang sontak membuat semuanya menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Revi.


Benar saja terlihat Bayu dan juga Rana yang juga baru saja keluar dari mobil Bayu.


"Sudah ayo,abang udah lapar nih.." ucap Gatra menggandeng tangan Cahaya dengan menggendong tubuh Alka dan berjalan menuju pintu masuk restaurant.


"Bucin !!" seru Revi melihat Gatra yang mulai posesif pada Cahaya.


Melihat tingkah Gatra kedua orang tuanya hanya bisa menggelengkan kepalanya.Mereka yakini jika Gatra sudah benar-benar menerima kehadiran Cahaya dalam hidupnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2