Aku Menjadi Permaisuri

Aku Menjadi Permaisuri
Bab 10


__ADS_3

Mendengar suara gaduh membangunkan ayah Aron dari tidur lelap nya dan melihat Azura memasak di sana.


"Apa aku membangunkan ayah"tanya Azura.


"Tidak juga nak"ucap ayah Aron berdiri dari tidur nya melangkah ke kamar mandi.


"Jika ayah ingi mandi gunakan sabun ini dan ini gosok gini"ujar Azura menunjuk kan sabun dan gosok gigi.


Ia juga menunjuk kan bagaimana agar air keluar dari kran yang akan langsung di tampung ember besar juga ia menunjuk kan closet dan menjelaskan semua nya.


"Apa ayah mengerti"tanya Azura.


"Ayah mengerti"ucap ayah Aron mengangguk.


"Setelah ayah mandi kita akan sarapan pagi"ucap Azura keluar dari sana kembali melanjut kan masak nya.


"Mom mom mom"oceh baby Zora keluar kamar berjalan pelan menghampiri Azura.


"Kau sudah bangun baby"ujar Azura menggendong baby Zora.


"Sebentar ya mommy memasak makanan untuk mu dulu baru kita akan mandi setelah kakek selesai"ujar Azura.


"Hampir saja lupa"gumam Azura segera ke kamar mengeluarkan baju santai juga untuk sang ayah juga Zian.


"Pagi kak"ucap pangeran Zian dari tempat tidur nya.


"Pagi Zian"jawab Azura.


"Siapa yang kakak gendong"tanya pangeran Zian heran menatap bayi mungil di gendongan Azura.


"Kau tidak mengenal nya Zian lihat wajah nya baik-baik"ucap Azura.


"Dia mirip dengan yang mulia kaisar kak"ucap Zian menatap wajah mungil baby Zora yang memang begitu mirip dengan kaisar Victor hanya sekali lihat orang-orang bisa langsung menebak Zora anak siapa.


"Benar sekali nama nya Zora dia putri kakak yang berarti keponakan mu"ujar Azura tersenyum tipis.


"Wahh benar kah kak"ucap pangeran Zian dengan mata berbinar menatap Azora.


"Benar"ucap Azura tertawa pelan.


"Siapa nama nya kak apa aku boleh bermain dengan nya"tanya Zian.

__ADS_1


"Tentu saja boleh nama nya Azora"ucap Azura.


"Hay Zora aku paman mu Zian"ucap Zian memperkenal kan nama nya.


"Masih pagi kalian sudah heboh"ujar ayah Aron keluar dari kamar mandi.


"Di kamar Zura sudah menyiapkan baju untuk ayah"ucap Azura di angguki ayah Aron.


"Kau juga mandi Zian kita akan sarapan"suruh Azura.


"Baik kak"ucap Zion segera masuk ke dalam kamar mandi.


"Ehh tunggu"ujar Azura.


"Akan lama jika menunggu mu selesai mandi sekalian saja kakak memandikan Zora"ujar Azura di angguki Zian.


Azura menjelaskan juga kegunaan semua benada di kamar mandi itu sambil memandikan Zora yang mengoceh tak jelas sambil memainkan air.


"Sudah selesai kan kita pakai baju dulu"ujar Azura memberiman handuk untuk Zian begitu juga ia membalut tubuh mungil baby Zora dengan handuk.


"Wahh paman panglima terlihat tampan menggunakan baju itu"ucap pangeran Zian membuat ayah Aron tertawa mendengar nya.


"Ayah tunggu di luar saja"ujar ayah Aron lagi keluar dari kamar.


Azura mengangguk seraya masuk ke dalam kamar ia membantu Zian memakai baju baru lah ia memakai baju untuk baby Zora. Setelah selesai Azura membawa kedua nya keluar juga bergabung dengan ayah Aron yang duduk santai di teras rumah.


"Seperti nya sarapan di sini akan lebih nimat"ujar Azura.


"Kau ini ada-ada saja Zura"ujar ayah Aron terkekeh.


Azura hanya mengangkat bahu nya acuh masuk ke dalam rumah ia menepikan kasur itu dan melipat selimut yang digunakan kedua nya semalam. Setelah selesai ia mengambil makanan yang tadi sudah ia siapkan membawa nya keluar dan meletak kan nya di atas karpet.


"Mari makan"ajak Azura.


"Ini makanan apa kak"tanya Zian.


"Nama nya nasi goreng kambing enak untuk sarapan pagi"jelas Azura mulai makan sambil menyuapi baby Zora yang juga duduk anteng.


"Ayo makan"ajak Azura di angguki ayah Aron dan Zian segera makan.


"Kakak benar makanan ini sangat enak"ucap pangeran Zian.

__ADS_1


"Tentu saja enak hanya kakak mu ini yang bisa membuat nya"ujar Azura bangga membuat ayah Aron tertawa mendengar nya.


Aumm


"Ehh si Belang juga sudah lapar seperti nya"ujar Azura menatap ke bawah.


"Aku ke bawah sebentar"ujar Azura segera turun ke bawah dan mengeluarkan daging yang di panggang untuk harimau itu. Setelah itu ia kembali naik ke atas lagi.


"Apa kakak tidak takut dengan harimau itu"tanya Zian heran.


"Dia tidak akan menggigit harimau itu sudah jinak dia sudah di sini bersama kami saat kami tinggal di sini jadi dia sudah mengenal kami"ujar Azura santai.


"Tapi semalam aku tidak melihat nya kak"ujar Zian.


"Mungkin dia tidur di rumah nya"ucap Azura sambil menunjuk kan rumah kecil yang ia buat untuk harimau itu di sela-sela rumput yang tidak terlalu tinggi di depan rumah nya karna ia sengaja membuat nya di sana agar jika orang-orang yang lewat tidak sadar dengan keberadaan mereka.


"Wah kakak memang hebat"ujar Zian.


"Kau juga akan hebat seperti kakak nanti nya"ucap Azura di angguki Zian cepat.


Setelah selesai sarapan mereka masih duduk santai di teras sambil memperhatikan baby Zora yang bermain sendiri.


"Ayah aku rasa tidak akan lama lagi kita harus pergi dari hutan ini"ujar Azura membuka suara.


"Kau benar nak ayah juga berpikir begitu tapi untuk sekarang kita tinggal di sini saja ayah takut jika kita keluar dari hutan ini sekarang ada yang melihat kita belum lagi ayah ingin menyelidiki tentang kejadian kemaren karna ayah merasa ada yang janggal"jelas ayah Aron.


"Zura akan melakukan nya yah"ucap Azura.


"Biar ayah saja ayah tidak mau terjadi sesuatu pada mu"ucap ayah Aron membuat hati Azora menghangat mendengar perhatian dari ayah pemilik tubuh yang ia tempati.


"Ayah tenang saja Zura bukan wanita yang lemah,Zura bisa bela diri ayah"ucap Azura membuat ayah Aron terdiam mendengar nya karna ia memang sudah melihat langsung bagaimana Azura menghabisi para pembunuh itu dengan cepat.


"Apa kau tidak merasa ada yang tidak beres saat ini"tanya ayah Aron pada Azura.


"Maksud ayah bagaimana"tanya Azura heran.


"Pangeran Zian ada di sini pasti anggota kerajaan tidak akan tinggal diam bukan"jelas ayah Aron.


"Zian sudah menjelakan nya pada ku ayah jika kaisar itu mengusir nya dan tidak mempebolehkan nya kembali ke istana"jelas Azura.


"Ayah tahu tapi tetap saja ada yang janggal di sini bagaimana pun pangeran Zian adalah adik kandung nya walau berbeda ibu"ucap ayah Aron membuat Azura terdiam mendengar nya kenapa ia jadi bodoh begitu.

__ADS_1


__ADS_2