Aku Menjadi Permaisuri

Aku Menjadi Permaisuri
Bab 8


__ADS_3

Sementara di tepi hutan pangeran Zian menatap hutan di depan nya dengan perasaan tak menentu namun tekad nya lebih kuat untuk masuk ke sana mencari Azura.


"Aku akan datang kak aku yakin kak Zura masih hidup"ujar pangeran Zian melangkah kan kaki nya masuk ke dalam hutan.


Hanya dengan tekad yang kuat yang ia miliki tanpa bekal apapun,usia nya masih muda belum bisa melakukan apapun.


Ia terus berjalan menyusuri hutan sambil menatap sekeliling nya.


"Apa aku berteriak saja memanggil kak Zura mana tahu dia mendengar nya tapi kalau ada binatang buas dan menerkam ku bagaimana"ujar nya cemas sendiri namun tetap melangkah memasuki hutan semakin dalam.


Hutan itu merupakan salah satu hutan yang di takuti oleh masyarakat karna ada banyak binatang buas di sana tak jarang jika orang yang memasuki hutan itu tidak akan kembali lagi dari dalam sana semakin membuat orang-orang yakin jika binatang buas di sana yang telah menerkam manusia yang memasuki hutan itu.


Hari semakin gelap membuat tubuh pangeran Zian gemetar takut,ia pun segera memanjat pohon untuk ia istirahat di sana.


"Huhh hutan ini memang begitu menyeramkan pantas saja tidak ada orang yang mau memasuki hutan ini"gumam nya pelan sambil menatap ke sana kemari.


Ia memandang ke bawah di mana rumputan di sana bergoyang-goyang membuat nya gemetar sambil memeluk batang pohon yang ia naiki.Tak lama terlihat seekor serigala yang sedang mencari makanan dari sana.


"Serigala"gumam nya pelan tanpa suara ia semakin memeluk pohon itu erat.


"Kak Zura tolong aku"gumam nya memejamkan mata nya erat tidak mau melihat ke bawah lagi.


Aauuu


Auman serigala itu terdengar keras semakin membuat nya takut mendengar auman seriga di bawah nya.Saat membuka mata nya perlahan ia menatap ke bawah sudah tidak ada lagi serigala itu membuat nya menghela nafas lega.


"Seperti nya seriga itu tidak tahu keberadaan ku"gumam nya pelan ia menatap ke atas dan terkejut melihat ada ular lumayan besar di sana menatap nya sambil mendesis.


"U-ular"ujar nya bergegas turun dari pohon itu saat ular itu menuju ke arah nya.


Ia berlari sekuat tenaga semakin masuk ke dalam hutan itu,sesekali ia melihat ke belakang.


"Ya Tuhan tolong aku"gumam nya masih berlari.


Auuu


Suara serigala mengaum semakin membuat nya berlari sekuat tenaga hingga ia mendengar suara ranting yang terinjak dari belakang nya membuat nya terkejut karna ada seriga yang menatap nya lapar. Pangeran Zian berlari kencang begitu juga serigala tersebut.

__ADS_1


"Tolongggg"teriak pangeran Zian menggema di hutan itu.


"Kak Zura tolong aku"ucap nya lagi.


"Tolongggg"teriak Zian lagi hingga


Brukk


Tubuh nya terjatuh di tanah karna tak sengaja kaki nya tersangkut di akar pohon.


"Huss jangan mendekati ku"ujar pangeran Zian melepari kayu ke arah seriga itu.


"Hiks tolong"ujar nya pelan sambil terus mundur ke belakang menghindari seriga yang berjalan pelan ke arah nya.


Di dalam rumah telinga tajam Azura dapat mendengar orang yang meminta tolong tersebut walaupun kurang jelas membuat nya berdiri dari duduk nya.


"Ayah Zura keluar sebentar"ujar Azura.


"Mau kemana nak ini sudah malam"ujar ayah Aron.


"Ayah ikut dengan mu"ujar ayah Aron.


"Tidak,ayah di sini bersama Zora aku hanya sebentar saja"ujar Azura segera keluar dari dalam rumah tak lupa ia menutup pintu.


Dengan cepat Azura berlari dari sana karna ia yakin ada yang meminta tolong filing nya tidak akan salah.


"Apa ada orang"teriak Azura untuk mencari tahu asal suara itu.


"Tolonggg"ujar seseorang dari arah kanan Azura membuat Azura kembali berlari kencang dengan pedang di tangan nya yang baru saja ia keluarkan dari cincin milik nya.


Mata tajam nya dapat melihat seseorang sedang memundurkan tubuh nya ke belakang dengan serigala di depan nya.


"Tolongg"ujar pengeran Zian lagi.


Aaaaa


Teriakan pangeran Zian saat serigala itu melompat ke arah nya.

__ADS_1


Jlebb


Pedang Azura lebih dulu menembus perut seriga itu membuat tubuh nya terkena cipratan darah seriga itu ia menghela nafas lega karna tidak terlambat.


"Kau baik-baik saja"tanya Azura berbalik ke belakang untuk melihat orang yang ia selamatkan.


Mendengar suara yang tidak asing bagi nya membuat pangeran Zian mengangkat kepala nya.


"Kak Zura"ujar nya menangis menatap Azura membuat tubuh Azura membeku karna ia tahu siapa anak di depan nya dari ingatan asli Azura.


"Zian"ujar Azura segera berjongkok memeriksa tubuh Zian.


"Kenapa kau berada di dalam hutan ini malam-malam begini Zian"tanya Azura lagi merasa khawatir.


"Kak Zura"ucap pangeran Zian memeluk erat Azura di balas tak kalah erat oleh Azura ia dapat merasakan jika tubuh Zian gemetar.


"Tenang ya kakak di sini"ujar Azura mengelus punggung pangeran Zian dengan lembut.


Setelah ia merasa pangeran Zian mulai tenang ia melepaskan pelukan nya.


"Kenapa kau bisa ada di sini Zian"tanya Azura lagi.


"Aku mencari kakak mereka mengatakan jika kakak masuk ke hutan ini maka nya aku ke sini mencari kakak karna aku yakin kakak masih hidup"ujar pengeran Zian membuat Azura tersenyum tipis melihat anak lelaki di depan nya.


"Ayo kita pulang di sini tidak aman akan banyak binatang buas yang berkeliaran di sini"ujar Azura membantu pangeran Zian berdiri.


"Kita pulang kemana kak Stev mengatakan jika kakak bukan lagi anggota kerajaan,aku juga sudah tidak di izinkan ke istana lagi"ucap pangeran Zian menunduk.


"Kenapa bisa apa yang terjadi"tanya Azura menggenggam tangan Zian erat seraya membawa nya pulang.


"Yang Mulia Kaisar mengatakan jika aku keluar istana maka aku tidak akan pernah lagi bisa masuk ke sana"ucap pangeran Zian.


"Lalu kenapa kau keluar Zian dan malah masuk ke dalam hutan ini jika saja kakak tidak datang tadi kau pasti akan di terkam seriga itu bukan kah kau sudah tahu di hutan ini banyak hewan buas"ucap Azura panjang lebar karna memang hutan itu banyak binatang buas karna tidak jarang ia mendengar suara auman mereka juga melihat binatang itu berkeliaran.


"Zian mencari kakak"ucap pangeran Zian menunduk membuat Azura menghela nafas panjang mendengar nya ia tahu apa yang di rasakan oleh pangeran Zian.


"Kakak sudah di sini kita akan tinggal di dalam hutan ini bersama-sama"ujar Azura memeluk pangeran Zian agar pangeran Zian merasa lebih baik lagi.

__ADS_1


__ADS_2