
Kini Azura dalam perjalanan pulang bersama pangeran Dave yang memimpin jalan menuju kediaman mereka.
"Huhh kenapa juga aku harus masuk ke dalam tubuh yang sudah menikah sih mana suami nya masih hidup kalau mati kan hidup ku akan jauh lebih mudah tidak masalah harus jadi janda muda di tinggal mati dari pada di ceraikan yang benar saja"gerutu Azura pelan sambil menghela nafas kasar.
"Kakak kenapa"tanya Zian menatap heran ke arah Azura yang bicara sendiri.
"Tidak apa-apa"ucap Azura tersenyum paksa.
"Sebentar lagi kau akan masuk akademik kembali bukan"tanya Azura dengan wajah serius di angguki Zian.
"Tapi aku tidak mau kembali ke sana lagi kak"ujar Zian.
"Kenapa"tanya Azura.
"Jika aku kembali aku tidak akan bertemu dengan kakak lagi dalam beberapa tahun karna aku tidak akan di izinkan kembali ke sini lagi jika tidak ada hal penting"ucap Zian di angguki mengerti oleh Azura.
__ADS_1
"Kakak tahu jika kau tidak akan bisa kembali lagi jika bukan ada hal penting tetapi kau juga harus pintar dan pandai agar nanti jadi pemimpin yang hebat untuk negara ini harus kuat juga agar tidak ada yang meremehkan mu jadi belajar lah dengan giat di akademik"jelas Azura.
"Aku tidak mau jadi pemimpin kak aku tidak menyukai nya lagi pula aku kan bukan seorang pangeran lagi"ucap Zian.
"Walaupun kau bukan seorang pangeran kau akan tetap menjadi pemimpin nanti nya jika sudah menikah kau akan jadi pemimpin untuk istri dan anak mu"ucap Azura.
"Kakak akan sering mengunjungi mu ke sana bersama Zora juga nanti nya"sambung Azura.
"Nanti akan aku pikirkan kak"ucap Zian di angguki Azura.
"Jangan melihat keluar dan tetap di dekat kakak"ujar Azura pada Zian yang mendengar suara dentingan pedang beradu di luar.
"Kak apa ada yang menyerang kereta kuda kita"tanya Zian.
"Kau benar"ucap Azura mengintip sedikit ke luar dari jendela.
__ADS_1
Ia melihat pangeran Dave di sana dan pengawal yang bersama mereka sedang bertarung dengan sekelompok orang yang berbaju hitam.
"Aku rasa ini pasukan nenek sihir itu,cih dia berani juga menyerang ku dalam perjalanan begini bahkan saat putra nya juga ikut dengan ku"gumam Azura kesal.
Syuutt
Anak panah meluncur cepat ke arah jendela di mana Azura mengintip membuat nya menyeringai dengan cepat sebelah tangan nya menangkap anak panah tersebut sebelum masuk ke dalam kereta yang ia naiki.
"Kalian salah mencari lawan"gumam Azura menatap dingin anak panah di tangan nya dan membuang nya.
Ia membuka jendela melihat keluar di mana sudah banyak pengawal yang berjatuhan karna orang-orang yang menyerang mereka cukup banyak sedangkan pengawal yang bersama mereka tak seberapa.
"Tutup kembali jendela itu nona Azura"teriak pangeran Dave sambil tangan nya terus mengayunkan pedang di tangan nya.
"Aku akan membantu mu"ucap Azura datar ia meletak kan baby Azora di kursi kereta dengan pelan tangan nya mengeluarkan pelindung dari dalam cincin milik nya dan memasang nya di dalam kereta untuk keamanan kedua nya saat ia keluar jadi ia akan tenang meninggalkan kedua nya di dalam.
__ADS_1