Aku Menjadi Permaisuri

Aku Menjadi Permaisuri
Bab 9


__ADS_3

Azura membawa pangeran Zian menuju rumah nya dengan pedang di tangan nya untuk berjaga-jaga jika ada binatang lain menghampiri mereka hingga akhir nya mereka tiba di rumah.


"Ayo cepat naik"suruh Azura pada pangeran Zian.


"Iya kak"ujar pangeran Zian segera menaiki tangga itu satu persatu di ikuti Azura dari belakang.


"Kalian baik-baik saja"tanya ayah Aron menatap kedua nya bergantian.


"Kami baik yah"ucap Azura menutup pintu pagar rumah nya.


"Ayo masuk di luar dingin"ajak ayah Aron.


"Ini rumah siapa kak dan kenapa paman panglima ada di sini"tanya pangeran Zian heran.


"Kau masih kecil untuk mengerti semua nya sekarang kita akan tinggal di rumah ini"ujar Azura di angguki pangeran Zian.


"Zora di mana yah"tanya Azura.


"Dia sudah tidur ayah membawa nya ke kamar"ujar ayah Aron di angguki Azura.


"Kau belum makan kan kakak akan siap kan makanan untuk mu sebentar"ujar Azura berjalan ke dapur ia mengeluarkan makanan dari dalam cincin nya dan ia sajikan di atas piring tak lupa ia menuangkan air minum di dalam gelas membawa nya ke depan Zian yang duduk diam.


"Makan dulu sebelum tidur"ujar Azura.


"Iya kak"ucap Zian segera makan karna ia juga memang sudah lapar.


"Di rumah ini hanya ada satu kamar tidak masalah jika ayah dan Zian tidur di sini"tanya Azura.


"Tidak masalah nak"ucap ayah Aron.


Azura mengangguk kan kepala nya ia pun beranjak menuju kamar nya mengganti baju nya dengan baju tidur dan mengeluarkan dua baju tidur untuk mereka setelah itu keluar dari kamar.


"Ini baju untuk ayah dan Zian"ujar Azura meletak kan nya di atas meja.


"Baju"ucap ayah Aron heran.


"Iya yah ini akan lebih nyaman di pakai dan lebih mudah di bandingkan dengan hanfu seperti yang Zura pakai"ucap Azura.

__ADS_1


"Terimakasih nak"ucap ayah Aron di angguki Azura.


"Kamar mandi ada di sana yah jika ayah mau mengganti baju di sana saja"tunjuk Azura pada kamar mandi yang terletak di dapur.


"Baik lah ayah akan memakai nya"ujar ayah Aron mengambil baju yang di siapkan oleh Azura segera berjalan dengan pelan ke kamar mandi.


"Masih lapar"tanya Azura menatap pangeran Zian yang makan dengan lahap.


"Zian udah kenyang kak"ucap Zian di angguki Azura.


"Setelah ayah keluar kau juga ganti hanfu mu dengan menggunkan baju ini"ucap Azura.


"Baik kak"ucap Zian dengan senyum di bibir nya.


"Ini memang lebih nyaman dari pada memakai hanfu Zura"ucap ayah Aron keluar dengan menggunakan stelan baju tidur berwarna hitam.


"Kita akan memakai baju seperti ini ayah lebih nyaman dari lada hanfu"ujar Azura.


"Tapi di mana kita menjahit kan nya Zura kalau ke kota bahaya untuk kita sekarang"jelas ayah Aron.


"Zian ganti baju mu ini sudah malam"suruh Azura memberikan baju tidur yang sama dengan ayah Aron namun berbeda ukuran.


"Iya kak"ucap Zian segera ke kamar mandi juga untuk mengganti baju nya.


"Ini adalah salah satu teknologi di tempat ku ayah aku bisa mengeluarkan apapun dari sini dan di dalam sini juga ada barang-barang yang aku inginkan"jelas Azura memperlihatkan cincin di jari manis nya.


"Tetapi ini seperti terlihat biasa saja Zura dan bagaimana bisa kau mengambil apapun dari dalam cincin itu"tanya ayah Aron.


"Zura membuat nya dengan tekenologi yang ada di sana dulu yah"ucap Azura tidak mungkin menjelaskan nya dengan detail karna ayah Aron tidak akan mengerti.


Azura pun mengeluarkan kasur besar juga selimut dan bantal untuk sang ayah dan Zian agar mereka tidur dengan nyaman.


"Itu sangat bagus Zura"ucap ayah Aron menatap takjub cincin di tangan Azura.


"Zura kan sudah menjelaskan nya yah cincin ini bisa mengeluarkan apapun yang Zura mau"ucap Azura seraya tersenyum.


"Syukurlah jika begitu jadi kita tidak perlu keluar dari sini jika membutuh kan apapun"ucap ayah Aron di angguki Azura.

__ADS_1


"Sebelum tidur ayah dan Zian minum susu ini agar tubuh kalian lebih sehat"ucap Azura mengeluarkan dua kotak susu berbeda untuk kedua nya.


"Terimakasih"ucap ayah Aron tulus.


"Harus nya Zura yang berterima kasih pada ayah mau menerima ku"ucap Azura di balas senyum tipis dan anggukan dari ayah Aron.


"Kakak"panggil Zian bergabung dengan kedua nya.


"Ini minum"ucap Azura memberikan satu kotak susu itu pada Zian.


"Ini apa kak"tanya Zian heran karna baru melihat nya.


"Susu minum lah rasa nya enak"ujar Azura.


"Iya kak"ucap Zian segera meminum nya dengan sedotan.


"Hmm enak kak"ucap Zian lagi dengan mata berbinar senang.


"Kakak bilang juga apa rasa nya enak"ujar Azura terkekeh pelan.


"Sudah malam kita tidur,Zura ke kamar dulu yah kalau butuh sesuatu panggil Zura saja"ucap Azura.


"Iya nak"ucap ayah Aron mengangguk seraya menikmati susu di tangan nya juga.


Azura pun kembali ke kamar nya dan menutup pintu,ia duduk di dekat jendela kaca menatap keluar di mana bulan telihat bersinar terang.


"Sekarang aku harus mengurus ayah dan Zian juga setelah Zora tumbuh besar aku akan membawa mereka keluar dari sini juga meninggalkan kerajaan ini,lebih baik aku membawa mereka pergi dari sini memulai hidup baru di kerajaan lain karna tidak mungkin selama nya kami berada di dalam hutan ini"gumam Azura pelan.


Ia pun akhir nya merebahkan tubuh nya di atas kasur empuk milik nya sambil memeluk baby Zora yang tidur lelap. Begitu juga di luar ayah Aron dan Zian tidur lelap mungkin karna mereka lelah seharian ini membuat mereka tidur begitu lelap.


.......


Pagi hari nya Azura bangun lebih dulu segera bergegas membersihkan tubuh nya di kamar mandi setelah selesai ia kembali ke kamar nya memakai baju santai, tangan nya membuka jendela kaca agar udara pagi masuk ke dalam.


"Tidur mu nyenyak sekali baby"ucap nya pelan melihat baby Zora yang masih tidur.


Tak ingin mengganggu Azura keluar dari dalam kamar menyiapkan sarapan pagi untuk mereka ia mengeluarkan nasi goreng kambing dari dalam cincin nya juga jus untuk mereka serta puding untuk pencuci mulut. Sedangkan untuk makanan Azora ia memasak nya langsung karna akan lebih sehat jika Zora memakan yang ia masak dari pada ia keluarkan dari dalam cincin nya.

__ADS_1


__ADS_2