Aku Menjadi Permaisuri

Aku Menjadi Permaisuri
Bab 12


__ADS_3

Brukk


Pintu itu terbuka lebar karna Azura menendang nya kuat membuat kedua orang yang sedang asyik menikmati malam panas mereka menghentikan kegiatan mereka dan menatap ke arah pintu.


"Siapa kau"ujar lelaki itu berdiri membuat mata Azura ingin keluar melihat lelaki tak tahu malu di depan nys.


"Sialan mata ku ternodai"gumam Azura.


Tanpa bicara ia berlari ke arah pria itu setelah menutup pintu dan mengunci nya lebih dulu langsung menikam lelaki itu dengan pisau di tangan nya.


Aaaa


Teriakan lelaki itu dan Azila menggema di dalam kamar tersebut.


"Tolonggg"teriak Azila keras.


Brukk


Kaki Azura langsung menendang Azila yang duduk di ranjang dengan kuat hingga membuat tubuh Azila terlempar ke dinding dan jatuh di lantai.


"Kalian yang merancakan pembunuhan ku bukan maka malam ini aku yang akan membunuh kalian"ujar Azura kembali menancapkan pisau itu itu di perut lelaki di depan nya beberapa kali lalu memotong leher lelaki itu hingga kepala lelaki itu bergelinding.


"Ja-ngan bunuh aku"ucap Azila ketakutan saat melihat Azura berjalan ke arah nya memegang pisau yang berlumuran darah.


"Hidup mu terlalu enak jika aku tidak membunuh mu,sudah enak menumpang di rumah ku malah kau dan ibu mu tidak tahu malu seperti pemilik rumah ini saat kau dan ibu mu ingin membunuh ku kalian tidak memikirkan ayah ku sama sekali dan saat aku ingin membunuh mu kau ingin aku tidak membunuh mu hee"ujar Azura menarik kuat rambut Azila hingga kepala Azila mendongak ke atas.


"Pertama aku akan menghancurkan wajah sialan mu ini"ujar Azila segera menggoreskan pisau di tangan nya ke wajah Azila dan menguliti pipi kiri nya membuat Azila berteriak kesakitan.


"Teriak lah sesuka mu tidak akan ada satu pun yang datang menolong mu"ujar Azura.


"Ahhh seperti nya aku harus cepat tidak bisa bermain terlalu lama kasihan putri ku jika menangis mencari ku"ujar Azura segera menusuk kan pisau di tangan nya ke jantung Azila dengan kuat hingga darah mengalir deras dari tubuh Azila.

__ADS_1


"Selesai"gumam Azura kembali mencabut pisau itu ia pun segera keluar dari sana.


"Aku harus kembali"gumam Azura berlari cepat untuk kembali ke hutan butuh beberapa jam untuk ia tiba di sana.


Kini matahari mulai menampak kan sinar nya Azura tiba di sungai membersihkan tubuh nya dulu dan mengganti baju agar orang di rumah tidak curiga dengan nya apalagi sang ayah yang pasti tidak akan bisa ia bohongi jika tercium bau darah dari tubuh nya.


Selesai ia berjalan santai untuk kembali ke rumah dengan membawa buah di tangan nya.


"Kau dari mana Zura"tanya ayah Aron cemas menatap Azura.


"Dari sungai yah air di kamar mandi mati jadi aku memeriksa nya ke sungai agar air nya kembali mengalir"ujar Azura.


"Jika kau ingin keluar beritahu ayah dulu agar ayah tidak cemas pada mu,Zora menangis tadi maka nya ayah tau kau tidak ada di kamar"ucap ayah Aron.


"Iya yah lain kali Zura akan mengatakan nya"ujar Azura meletak kan buah-buahan di tangan nya di atas karpet.


"Baby kau mau buah"tanya Azura pada baby Zora yang terlihat asyik bermain.


"Ck anak ini seperti nya hobi tidur"gumam Azura melihat Zian masih tidur nyenyak mungkin karna masih terasa dingin membuat nya masih tidur lelap karna ia juga dulu begitu namun setelah terbiasa ia bangun pagi.


Azura pun kembali melangkah mengeluarkan sarapan untuk mereka juga minuman jus buah yang baik untuk kesehatan,lalu ia memasak untuk baby Zora.


........


Sementara di kota di hebohkan dengan kematian Azila dan ibu nya yang berada di kediaman milik keluarga Azura. Banyak yang penasaran dengan kematian kedua nya yang tragis juga ada lelaki di sana yang keadaan nya sama tragis.


"Mereka pantas mendapatkan nya sudah syukur tuan Aron menerima mereka di sana masih saja sombong"ujar para warga itu.


"Benar mereka bahkan tak segan melakukan apapun sesuka hati mereka"ujar yang lain.


"Sekarang mereka tahu akibat nya"ujar nya lagi.

__ADS_1


"Aku rasa nona Azila bukan gadis baik-baik bukan kah dia di temukan mati tanpa busana di dalam kamar nya bersama seorang lelaki"ujar yang lain.


"Benar"ujar mereka serentak.


Di ibu kota memang banyak yang tidak menyukai ibu dan anak itu yang terlalu sombong juga selalu berbuat seenak nya,padahal orang-orang tahu jika kedua nya hanya menumpang hidup di rumah tuan Aron.


"Yang Mulia"panggil Stev menunduk hormat pada kaisar Victor.


"Bagaimana"tanya kaisar Victor.


"Permaisuri masih hidup dan berada di hutan bersama panglima Aron juga putri mahkota yang mulia"ujar Stev.


"Panglima Aron"tanya kaisar Victor.


"Benar yang mulia seperti nya mereka bertemu di hutan itu saat panglima Aron akan kembali ke kota,saya mendapat kabar dari perbatasan jika panglima Aron memang ingin kembali ke kota bertemu dengan permaisuri"jelas Stev.


"Biarkan saja"ujar kaisar Victor.


"Berita di ibu kota pagi ini menghebohkan kekaisaran yang mulia nona Azila dan ibu nya serta seorang pria di temukan mati mengenaskan di dalam kediaman panglima Aron yang mulia"lapor Stev membuat kaisar Victor mengangkat kepala nya.


"Beritahu pada orang kepercayaan mu untuk melaporkan nya pada panglima Aron"ucap kaisar Victor.


"Jika di beritahu mereka akan tahu jika yang mulia mengetahui keberadaan mereka juga permaisuri masih hidup"ujar Stev.


"Panglima Aron tidak akan bodoh saat pangeran Zian ke sana jadi pasti ia sudah tahu jika aku mengetahui nya"ujar kaisar Victor.


"Baik yang mulia"ujar Stev segera melaksanakan tugas dari orang berkuasa di depan nya.


Kaisar Victor menghela nafas setelah kepergian Stev dari ruangan nya entah apa yang ia pikirkan tidak ada yang bisa menebak isi pikiran nya.


Salah satu pengawal yang di tugas oleh Stev pergi ke hutan untuk memberikan informasi tersebut pada panglima Aron yang tak lain adalah orang yang mengikuti pangeran Zian saat memasuki hutan dari situ ia melaporkan jika permaisuri Azura dan putri nya masih hidup pada kaisar Victor namun hanya mereka yang tahu.

__ADS_1


"Salam panglima besar"ujar nya turun dari atas kuda milik nya menunduk hormat pada ayah Aron yang kebetulan di bawah memberi makan harimau bersama baby Zora.


__ADS_2