
Azura pun akhir nya kembali ke kediaman sang ayah dengan rombongan nya dengan hati senang karna bisa membantu. Sekarang ia akan membantu masyarakat yang membunuhkan diri nya ia pernah mendengar jika kita berbuat baik atas nama keluarga kita mereka akan merasa tenang dan bahagia di atas sana.
"Seperti nya kau senang sekali Zura"ucap ayah Aron.
"Hmm iya ayah mungkin ini lah guna nya cincin ini untuk membantu mereka yang membutuhkan aku senang bisa membantu mereka, Dulu aku begitu sibuk tidak tahu tujuan hidup ku dan untuk apa aku hidup karna itu aku selalu bekerja dan bekerja di sana berbeda saat ini semua di sini juga berbeda tidak seperti di sana aku hanya ingin menikmati hidup ku yang sekarang yang tidak pernah aku lakukan dulu"jelas Azura dengan senyum mengembang.
"Ayah senang jika kau melakukan nya membantu mereka semua yang membutuhkan"ucap ayah Aron.
"Apa ayah sudah memberikan surat itu pada kekaisaran"tanya Azura.
"Hmm ayah telah memberikan nya sebelum ke sini pada orang kepercayaan ayah"jelas ayah Aron.
"Kenapa bukan ayah sendiri memberikan nya"tanya Azura.
"Ayah malas melihat wajah kaisar tengil itu"ujar ayah Aron membuat Azura tertawa mendengar nya.
Tiba di rumah mereka segera masuk ke dalam karna sudah malam,Azura membawa Zora yang mata nya kini terbuka lebar sambil memainkan tangan nya sedangkan Zian malah tidur dan di bawa ke kamar oleh Ric.
"Ayo baby kita bersih-bersih dulu"ajak Azura.
"Ayah juga segera tidur jangan begadang terus pekerjaam ayah juga kan sudah tidak ada lagi"ujar Azura pada ayah Aron.
"Iya ayah akan istirahat"ujar ayah Aron.
"Zura kembali ke kamar duluan yah"ucap Azura di angguki Ayah Aron.
Azura membawa Zora ke kamar segera mengelap tubuh Zora dengan air hangat lalu mengganti baju gadis kecil nya selesai ia juga melakukan hal yang sama pada Zian yang ia anggap adik nya sendiri baru lah ia membersihkan tubuh nya sendiri juga sebelum tidur.
"Zora cepat tidur sudah malam mommy juga lelah seharian ini"ucap Azura pada baby Zora yang malah bermain.
__ADS_1
Azura mengangkat tubuh mungil itu membawa nya ke atas ranjang dan menidurkan nya,Azura mengelus kepala Zora agar cepat tidur begitu juga dengan diri nya yang mulai memejamkan mata nya.
Baru saja mata terpejam telinga nya mendengar suara langkah kaki di samping kamar nya dari luar membuat segera membuka mata dan duduk.
"Ada orang di luar"gumam Azura mengeluarkan pistol dari dalam cincin nya.
Ia membuka sedikit jendela kamar nya untuk memeriksa siapa yang di luar.
"Kenapa pelayan itu keluar malam-malam begini dia ingin kemana"gumam Azura melihat salah satu pelayan mengendap-endap keluar.
Azura pun dengan pelan keluar dari dalam kamar nya setelah ia memastikan jika kedua orang di atas ranjang itu aman.Ia pun berjalan tanpa suara mengikuti kemana pelayan itu pergi hingga tiba di gang kecil yang ia tidak tahu di mana itu.
Tak lama terlihat seseorang lagi keluar dari sana dengan cepat ia mendekati mereka untuk mendengar pemnicaraan kedua orang itu.
"Apa yang kau lihat di dalam rumah itu"tanya suara yang ia yakini juga adalah wanita.
"Nona Azura membantu warga di desa sebelah yang gagal panen ia memberikan sumbangan untuk semua warga jika seperti ini terus aku yakin posisi yang mulia selir Anna akan tersingkirkan ia tidak akan bisa menjadi ratu di kerajaan belum lagi yang mulia kaisar belum bisa di singkirkan nona Azura telah bergerak"ujar itu pelayan itu.
"Apa ini"tanya pelayan itu menerima botol itu.
"Itu adalah racun yang dapat membunuh dengan cepat tuangkan racun itu ke makanan mereka semua yang ada di sana kecuali pangeran Zian karna dia yang akan menggantikan kaisar setelah besar"ujar wanitu.
"Kau mengerti bukan kalau begitu kita pergi sebelum ada yang mengetahui nya besok malam aku akan kesini lagi"ujar wanita itu ingin melangkah kan kaki nya.
"Jadi kalian ingin membunuh kami eee"ujar Azura keluar dari persembunyian nya.
"Nona"ucap pelayan itu terkejut karna ada Azura di sana.
"Kau terkejut haa"ejek Azura berjalan ke arah kedua nya dengan pedang di tangan nya karna untuk sementara waktu ia tidak akan menggunakan pistol itu jika sudah waktu nya baru.
__ADS_1
Sekarang ia tahu akan ada pemberontakan untuk merebut kekuasaan yang pasti nya diri nya akan ikut andil dalam hal itu mengingat ada putri kecil yang merupakan anak kandung dari kaisar Victor.
"Kalian ingin membunuh kami hmm tidak semudah itu teman"ujar Azura mengayunkan pedang di tangan nya.
Wanita itu dengan cepat berlari dari sana namun tangan Azura lebih dulu melayangkan pedang milik nya dan..
Jlebb
Pedang itu tepat menembus tubuh wanita itu membuat nya berteriakk beruntung kini malam dan tempat tersebut cukup jauh dari perumahan warga.
"Jadi kau mata-mata di rumah ku"ujar Azura mendekati pelayan itu.
"Ma-maafkan hamba nona"ujar nya menjatuhkan tubuh nya di tanah bersujud di kaki Azura.
"Aku paling tidak suka di hianati begitu"ucap Azura.
"Maafkan hamba nona saya terpaksa melakukan nya karna selir Anna mengancam akan membunuh keluarga saya"ujar pelayan itu membuat Azura berdecih mendengar nya.
"Kali ini kau aku maafkan tapi kau harus bekerja dengan ku"ujar Azura.
"Baik nona"ucap pelayan itu.
"Katakan pada ku apa yang di rencanakan selir itu nanti nya aku mengawasi mu jika kau benar-benar melakukan perintah ku aku bisa melindungi keluarga mu dari selir itu tapi sebalik nya jika kau tetap berhianat aku dengan mudah membunuh mu dan keluar mu juga"jelas Azura.
"Saya berjanji tidak akan menghianati nona"ujar pelayan itu.
"Baiklah kita kembali sebelum ada orang yang datang"ujar Azura mendekati wanita yang telah mati itu dengan cepat ia mencabut pedang milik nya segera meninggalkan tempat itu di ikuti pelayan yang masih gemetar di belakang nya.
"Aku akan baik jika orang baik pada ku namun sebalik nya aku akan kejam pada orang yang berhianat pada ku"jelas Azura.
__ADS_1
"Saya mengerti nona"ucap pelayan itu.
Azura mengangguk kan kepala nya kembali masuk ke dalam rumah dari jendela kamar nya,ia menatap kedua anak yang tak berdosa di depan nya bergantian dan menghela nafas kasar.