Aku Menjadi Permaisuri

Aku Menjadi Permaisuri
Bab 17


__ADS_3

Mereka pergi bersama dengan menggunakan kereta kuda walau awal nya Azura protes tidak mau namun sang ayah yang tak ingin di bantah membuat nya mengalah.


"Di sini kebanyakan warga menanam sayuran yah"ujar Azura menatap sekeliling.


"Benar nak di kekaisaran ini tanah nya lebih cocok untuk bercocok tanam maka nya di sini hampir semua warga bertani"ujar ayah.


"Tapi masalah nya di sini kadang kalau musim kemarau para petani banyak yang gagal panen kalau tidak tanaman terserang hama"tambah ayah Aron.


"Tahun ini bagaimana yah"tanya Azura.


"Belum tahu bagaimana para petani baru mulai menggarab lagi karna baru saja musim panen biasa nya akan ada perayaan untuk merayakan musim panen"ujar ayah Aron.


"Berarti sebentar lagi yah"tanya Azura.


"Hmm kalau ayah tidak salah sekitar dua minggu lagi"ujar ayah Aron.


"Pasti akan menyenangkan yah"ujar Azura.


"Benar kami di sini akan merayakan nya secara besar banyak kerajaan lain yang akan di undang juga untuk meramaikan nya"ucap ayah Aron.


Tak terasa karna mereka banyak berbicara telah sampai di depan pohon rumah dengan cepat Azura keluar dari dalam kereta.


"Belang astaga maafkan aku semalam lupa menjemput mu ya"ujar Azura mengelus harimau yang berlari ke arah nya.


"Kau pasti lapar kan aku sudah menyiapkan banyak daging untuk mu sebagai perminta maaf ku"ujar Azura lagi mengambil daging yang ia siap kan memberikan nya pada harimau itu.


"Kak seperti nya si Belang kelaparan"ujar Zian mengelus kepala harimau itu.


"Seperti nya begitu mungkin semalaman ia menunggu kita"ujar Azura.


Selesai menunggu harimau itu makan Azura mengambik kandang yang telah ia keluarkan dari dalam cincin nya.


"Ayo belang masuk ke dalam kandang ini kita akan pulang ke rumah baru kita"ujar Azura meletak kan kandang itu di dalam kereta kuda karna tidak mungkin mereka akan mengangkat nya ke dalam.


Setelah harimau itu masuk ke dalam kereta kuda itu kembali meninggalkan hutan karna ayah Aron takut terjadi sesuatu pada mereka di jalan mengingat semua orang sudah tahu jika Azura masih hidup.


"Ayah kami akan berhenti di pasar ya"ujar Azura.


"Untuk apa Zura"tanya ayah Aron.


"Zura hanya ingin melihat-lihat yah"ucap Azura.


"Baiklah tapi dengan Ric pengawal ayah"ujar ayah Aron.

__ADS_1


"Iya ayah"ucap Azura mengangguk setuju.


Tiba di pasar Azura turun dari dalam kereta kuda menggendong baby Zora juga dengan Zian.


"Hati-hati Zura"ucap ayah Aron dari dalam kereta.


"Iya yah sampai nanti"ucap Azura melambaikan tangan nya begitu juga dengan baby Zora yang ikut membuat Azura terkekeh.


"Ayo kita berkeliling Zian kita akan berburu barang antik di sini"ucap Azura dengan senang menggandeng tangan Zian masuk ke dalam pasar yang terlihat ramai.


"Kalau kau membeli sesuatu katakan pada kakak Ok"ucap Azura pada Zian.


"Ok kak"ucap Zian dengan wajah senang.


"Permaisuri"ucap pedagang menyapa Azura.


"Panggil Azura saja bi jangan permaisuri"ujar Azura dengan senyum tipis.


"Kami tidak berani permaisuri"ucap bibi penjual itu.


"Haiss saya bukan permaisuri kerajaan ini lagi bi jadi tidak akan masalah panggil Azura saja biar terdengar akrab"ujar Azura terkekeh sendiri.


"Baik lah Azura"ucap bibi penjual itu tersenyum.


"Siapa nama putri cantik mu Azura"tanya bibi penjual itu menatap baby Zora.


"Nama kalian seperti orang kembar"ujar bibi penjual itu.


"Haha iya bibi biar nanti kalau putri ku besar kami akan terlihat kembar"ujar Azura tertawa begitu juga dengan bibi penjual itu.


"Kalau begitu kami pergi lagi bibi semoga jualan bibi habis semua"ucap Azura lagi melambaikan tangan nya berjalan kembali sembari sebelah nya menggandeng tangan Zian.


"Kita akan kemana kak"tanya Zian.


"Mmm bagaimana kalau kita mencari jajanan pinggir jalan dulu"ujar Azura.


"Boleh kak Zian juga belum pernah memakan nya"ucap Zian.


"Kalau begitu kita ke sana"ucap Azura dengan semangat begitu juga dengan Zian.


Pengawal Ric yang di belakang mereka hanya tersenyum tipis mengikuti Azura dari belakang. Nona nya sekarang terlihat lebih semangat juga banyak bicara di bandingkan dulu meski pun mereka tahu jika Azura memang lah gadis yang baik.


Saat asik memandang sekitar mencari makanan yang mereka ingin kan tak sengaja Zian menabrak seseorang membuat Zian terjatuh ke tanah.

__ADS_1


"Ziann"ucap Azura ingin berjongkok membantu Zian.


"Biar saya saja nona"ucap Ric cepat membantu Zian.


"Maafkan adik saya tuan yang tidak sengaja menabrak tuan"ujar Azura sopan sedikit membungku kan tubuh nya.


"Tidak masalah nona lain kali hati-hati"ucap pria itu.


"Terimakasih tuan"ucap Azura tersenyum tipis di wajah cantik nya.


"Kalau boleh tahu siapa kah nona ini"tanya pria itu menatap Azura.


"Saya Azura tuan Azura Grezelly"ucap Azura membuat pria itu terkejut namun kemudian tersenyum tipis.


"Nona Azura ternyata saya Dave"ucap nya memperkenalkan diri.


"Baiklah tuan Dave kami permisi dulu"ucap Azura tersenyum tipis.


"Silahkan nona Azura semoga kita bertemu kembali"ujar nya di angguki Azura kembali melangkah kan kaki nya.


"Kakak jangan dekat dengan nya Zian tidak suka melihat nya"ujar Zian.


"Kau ini kenapa berkata begitu"ucap Azura terkekeh.


"Iss kakak dia terus memperhatikan kakak tadi"protes Zian.


"Baik lah kakak tidak akan dekat dengan nya lagi pula jika orang baik pada kita maka kita juga harus baik"jelas Azura.


"Tapi kita tetap harus waspada karna kadang orang yang terlihat baik itu penipu"sambung Azura lagi.


"Zian mengerti kak"ucap Zian mengangguk.


"Ayo kita lanjut lagi"ucap Azura berjalan kembali menuju penjual jajanan yang berjejer tak jauh dari mereka.


"Ambil apapun yang kau ingin kan Ok nanti kakak akan bayar"ujar Azura pada Zian.


"Ok kak"ucap Zian segera mengambil makanan yang ia lihat enak.


"Kau juga jika mau ambil saja"ucap Azura pada Ric.


"Terimakasih nona"ujar Ric di angguki Azura.


"Baby seperti nya tidak ada makanan yang cocok untuk mu kau makan kukis saja ok"ucap Azura mengeluarkan roti kering dari dalam tas kecil yang ia bawa dan memberikan nya pada baby Zora.

__ADS_1


"Kau sudah aman sekarang giliran mommy"ujar Azura membeli makanan yang ia lihat enak dari tadi.


Setelah membayar semua makanan mereka Azura membawa Zian ke tempat duduk tak jauh dari mereka yang di sediakan di sana dan menikmati makanan yang mereka beli tersebut meski pun tak seenak makanan yang ada di dalam cincin nya tapi mungkin karna baru pertama kali mencoba nya ia menikmati nya.


__ADS_2