
Malam hari nya Azura sedang bersiap di kamar nya setelah ia menyiapkan Azora dan Zian lebih dulu kini ia sedang bersiap sendiri menggunakan gaun berwarga putih bersih dengan perhiasan sederha juga tatanan rambut yang sederhana. Setelah selesai ia keluar dari dalam kamar nya menghampiri sang ayah dan dua bocah kecil yang selalu menempel itu pada nya.
"Ayo pergi"ajak Azura membuat ketiga nya mengalihkan pandangan mereka.
"Kakak cantik"ucap Zian dengan mata berbinar.
"Kakak mu ini memang cantik dari dulu"ujar Azura kini berpose sebagai model di depan ketiga.
"Haha kau ini,ayo pergi"ajak ayah Aron tertawa pelan sembari menggendong baby Zora.
"Ayah Zora berjalan saja dia kan sudah bisa berjalan lagian sekarang dia juga tambah berat"ujar Azura.
"Kau meragukan ayah tidak kuat lagi menggendong nya"tanya ayah Aron.
"Bukan begitu ayah aku hanya tidak mau ayah keberatan menggendong nya terus"ujar Azura.
"Ayah hanya sesekali menggendong nya"ujar ayah Aron melangkah keluar rumah di ikuti Zian dan terpaksa Azura juga mengikuti mereka.
Mereka pun segera naik ke atas keretaa kuda kediaman ayah Aron menuju istana dengan santai diikuti beberapa pengawal dari belakang.
Sementara di istana mewah dan besar itu sudah di hias sekian rupa karna pintu istana terbuka lebar agar rakyat masuk ke dalam walaupun hanya di halaman saja namun membuat rakyat sudah senang setelah di istana selesai barulah rakyat akan merayakan nya di luar istana kembali.
"Yang Mulia semua tamu sudah menunggu anda di aula"ujar Stev pada kaisar Victor.
"Hmm"dehem kaisar Victor berdiri dari duduk nya berjalan keluar dari ruang kerja nya dengan pakaian sudah lengkap menuju aula.
"Yang Mulia Kaisar telah tiba"ujar pengawal di depan pintu mengumumkan kedatangan kaisar Victor.
Semua orang di dalam aula itu segera berdiri menyambut penguasa tersebut.
"Salam yang Mulia Kaisar Agung"ucap mereka semua membungkuk kan tubuh mereka.
"Duduk lah"ujar kaisar Victor duduk di singgasana nya.
"Terimakasih yang mulia"ucap mereka semua kembali duduk.
"Untuk panen tahun ini mari bersulang"ujar kaisar Victor dengan minuman yang telah du sediakan di atas meja mengangkat nya ke atas.
"Bersulang"ujar semua orang juga mengangkat gelas mereka dan meminum nya setelah kaisar Victor minum lebih dulu.
"Mulai acaranya"ujar kaisar Victor.
"Baik yang mulia"ucap mereka memulai acara tersebut.
__ADS_1
Acara pun di mulai dari tarian yang telah di sediakan oleh para pengurus acara tersebut.sementara para putri maupun anak dari para bangsawan yang ada di sana menatap kaisar Victor dengan tatapan damba namun tak ada satu pun yang di lirik oleh kaisar Victor.
Saat acara sedang berlangsung rombongan Azura baru masuk ke dalam aula tanpa di umumkan Azura mengikuti ayah Aron dengan menggendong baby Zora juga menggandeng tangan Zian agar tidak hilang karna pesta begitu ramai.
"Ayah kita duduk di belakang saja agar tidak terlalu mencolok baby Zora pun tidak akan merada nyaman jika duduk di tengah"ujar Azura.
"Tapi di sana sudah ada kursi yang di sediakan untuk kediaman kita Zura"ucap ayah Aron.
"Begini saja ayah dan Zian yang ke sana aku akan duduk bersama teman ku dia di sana duduk sendiri"ucap Azura.
"Baiklah jangan pulang sebelum ayah datang"ujar ayah Aron.
"Iya ayah"ucap Azura.
"Paman aku bersama kakak saja"ujar Zian.
"Jangan nakal"ujar ayah Aron.
"Zian tidak pernah nakal paman"dengus Zian.
"Haha ya ya paman ke sana dulu"ujar ayah Aron segera pergi ke sana karna ia merasa tidak enak datang terlambat.
Azura sendiri berjalan menghampiri Dave yang melambai tangan pada nya segera duduk bersama Zian.
"Kau sendirian di sini"tanya Azura pada Dave.
"Putri mu semakin besar saja dari terakhir aku melihat nya"ujar Dave lagi menatap baby Zora yang asyik makan kue di tangan nya.
"Aku memberi nya makan yang banyak maka nya ia besar"ucap Azura membuat Dave terkekeh mendengar nya.
"Boleh aku menggendong nya"tanya Dave.
"Boleh jika kau mau tapi putri ku agak berat"ucap Azura.
"Tidak masalah"ujar Dave segera menggendong baby Zora menduduk kan nya di pangkuan nya.
"Dia diam saja bersama ku"ucap Dave tertawa pelan.
"Itu karna ia masih makan coba saja kalau makanan nya habis ia akan berulah"ucap Azura.
"Kakak aku juga mau kue"ucap Zian.
"Sebentar"ujsr Azura mengeluarkan kotak kue kering yang ia bawa untuk kedua nya.
__ADS_1
"Ini jangan makan terlalu banyak nanti gigi mu bisa sakit"jelas Azura.
"Iya kak"ucap Zian mengangguk.
"Ini makanan apa"tanya Dave.
"Kue kering yang aku buat coba lah"ujar Azura.
"Aku baru melihat nya"ujar Dave mengambil satu kue kering di depan nya.
"Iyalah ini tidak di jual juga tidak ada di sini aku membuat nya sendiri"ucap Azura.
"Bagaimana rasa nya"tanya Azura saat Dave mulai memakan kue itu.
"Mm enak ini sangat enak rasa nya manis dan lembut walaupun dia kering"ujar Dave.
"Jika kau mau aku akan memberikan satu kotak untuk mu kebetulan aku membawa banyak di sini"ujar Azura langsung di angguki oleh Dave.
"Tentu mana mungkin aku menolak nya"ujar Dave tertawa pelan.
Mereka berbincang-bincang untuk mengurangi rasa bosan tanpa mendengar dan melihat apa yang di tampilkan di depan sana. Kedua nya terlihat akrab apalagi Dave yang mudah bergaul begitu juga dengan Azura. Tanpa mereka sadari banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka terutama kaisar Victor yang mata nya menajam aura di sekitar nya terasa lebih dingin membuat orang yang ada di sana menahan nafas.
"Apa saya pergi ke sana yang mulia"tanya Stav.
"Terserah"ujar kaisar Victor dingin bahkan tangan nya terkepal kuat.
Stav mengangguk melangkah kan kaki nya ke arah meja Azura yang masih terlihat berbicara entah apa yang mereka bicarakan hingga kadang mereka tertawa bahkan Zian dan Zora.
"Ehmm permisi pangeran Dave"ujar Stev menghentikan pembicaraan mereka.
"Oh ya ada apa Stev"tanya Dave menatap Stav juga Azura.
"Tunggu kau seorang pangeran"tanya Azura di angguki Dave sambil tersenyum tipis.
Buk
"Kenapa kau tidak mengatakan nya dari awal"kesal Azura meninju lengan Dave.
"Hey kau tidak bertanya bukan maka nya aku tidak mengatakan nya"ujar Dave terkekeh di balas dengusan kesal oleh Azura.
"Oh iya ada Stev"tanya Dave.
"Saya hanya meminta bantuan sebentar pada pangeran Dave"ujar Stev datar di angguki Dave.
__ADS_1
"Baiklah"ujar Dave.
"Aku akan segera kembali jangan kesal pada ku kan kau sendiri yang tidak bertanya"ujar Dave sembari meletak kan baby Azora ke pangkuan Azura.