
Tiba di sana Azura segera mengeluarkan baby Zora dari tenda dan menggendong nya baru ia memasuk kan kembali tenda itu ke dalam cincin nya dan itu semua jelas terlihat oleh ayah Azura.
"Belang kita pulang sekarang"ajak Azura pada harimau itu.
"Ayo ayah"ucap Azura kembali membantu sang ayah yang diam saja hingga mereka sampai di rumah Azura.
"Ini rumah Azura yah ayo masuk"ajak Azura kembali membantu sang ayah naik ke atas ia segera membuka pintu dan menduduk kan sang ayah di sofa. Azura juga duduk di lantai menatap ayah pemilik tubuh yang ia gunakan sekarang.
"Jelaskan apa yang terjadi"ujar ayah Azura setelah diam beberapa menit dan menatap Azura dalam.
"Sebelum nya saya meminta maaf lebih dulu"ujar Azura menghela nafas panjang sebelum melanjut kan ucapan nya lebih baik ia ceritakan sekarang dari pada ia sembunyikan yang akan membuat nya tidak nyaman.
"Sebenar nya Azura yang asli telah meninggal satu tahun lalu dan saya Azura lain yang kini menempati tubuh Azura"ujar Azura lagi namun ayah Azura masih diam saja menatap Azura.
"Azura meninggal di gua yang lumayan jauh dari sini ia baru saja melahirkan putri nya namun suami nya tidak mau karna ia melahirkan seorang putri bukan putra suami nya mencerai kan nya hingga keluar dari rumah saat ia akan pergi pembunuh bayaran mengejar nya membuat nya berlari masuk ke dalam hutan ia bersembuyi di dalam sana hingga akhir nya tewas karna pendarahan yang di alami nya,saya juga tidak tahu kenapa jiwa saya berada dalam tubuh Azura namun ia mengatakan pada saya jika dia lah yang membawa jiwa saya ke alam ini untuk mengganti kan nya,Dia juga menyuruh saya untuk menjaga anak nya dan juga anda"jelas Azura panjang lebar. Ia merasa lega setelah menjelaskan nya pada orang yang memang seharus nya tahu tentang hal ini.
"Jadi dia anak nya putri ku"tanya ayah Azura.
"Benar dia anak nya Azura aku memberi nya nama Azora karna Azura belum memberi nya nama"ujar Azura sambil memperlihat kan wajah cantik Azora yang tidur lelap di pelukan nya.
"Terimakasih telah menjaga cucu ku dengan baik"ucap ayah Azura dengan tulus walaupun di hati nya merasa sakit putri satu-satu nya peninggalan istri nya harus meninggalkan nya.
"Sudah menjadi tugas saya tuan"ucap Azura tak lagi menyebut ayah ia tidak mau ayah Azura tidak nyaman jika ia memanggil ayah karna ia bukan lah putri kandung nya.
"Panggil ayah saja seperti Azura kau tetap putri ku meski pun jiwa mu ada di dalam tubuh putri ku tetap saja darah ku mengalir di tubuh itu"ujar ayah Azura.
__ADS_1
"Baik ayah"ucap Azura pelan rasa nya ia ingin menangis kencang karna rasa haru dan bahagia di hati nya.
Ayah Azura memeluk Azura dengan erat ia juga begitu merindukan putri nya. Kedua nya manangis dalam diam dengan perasaan yang berbeda. Kedua nya baru melepaskan pelukan mereka saat baby Zora menangis.
"Boleh ayah menggendong nya"tanya ayah Azura.
"Tentu ayah dia cucu ayah"ujar Azura memberikan Azora pada ayah Azura membuat Azora diam sambil menatap wajah asing yang menggendong nya.
"Ini kakek Zora"ujar agah Azura menatap cucu nya dengan mata berkaca-kaca.
"Zura menyiapkan makanan untuk kita dulu ayah"ucap Azura beranjak dari duduk nya ke dapur mini milik nya untuk memasak di sana. Ia memasak makanan dari asal nya untuk mereka nikmati sesekali ia melirik ayah Azura yang bermain dengan Zora di sana.
Aku sudah bertemu dengan ayah mu Azura,sesuai janji ku pada mu akan menjaga nya dengan Zora terimakasih telah mempercayakan ku untuk menjaga mereka aku bisa merasakan kasih sayang seorang ayah lagi,batin Azura.
"Ahh iya"ucap Ayah Aron mendekati Azura yang sudah duduk lebih dulu.
"Makanan apa yang kau masak Zura"tanya ayah Aron menatap makanan yang baru pertama kali ia lihat.
"Ini makanan dari asal ku ayah aku yakin ayah menyukai nya"ujar Azura.
"Mari makan ayah"ujar Azura lagi.
"Ahh iya"ujar ayah Aron menerima piring yang berisi makanan itu.
"Sangat enak Zura"ujar ayah Aron dengan senyum senang menikmati makanan enak yang baru pertama kali ia makan.
__ADS_1
"Haha ayah bisa memakan nya setiap hari jika mau"ujar Azura di angguki ayah Aron.
Baby Zora juga makan roti yang di berikan Azura setelah ia selesai makan baru ia akan menyupai baby Zora makan.
"Ayah kenapa bisa di serang oleh mereka di sana"tanya Azura setelah mereka selesai makan dan kini menikmati buah di depan mereka.
"Ayah juga tidak tahu Zura, ayah hanya ingin pulang untuk bertemu dengan mu mungkin ini lah perasaan seorang ayah pada putri nya, ayah juga di sana memang tidak tenang memikirkan mu tapi karna pekerjaan ayah tidak bisa di tinggal baru dua hari yang lalu ayah bisa kembali untuk menemui mu"jelas ayah Aron.
"Apa mereka tahu jika ayah akan kembali"tanya Azura.
"Mereka tahu karna ayah memang memberi tahu mereka"ujar ayah Aron.
"Kenapa kau tinggal di sini Zura kita memiliki rumah di sana"tanya ayah Aron.
"Tinggal di sana tidak akan membuat hidup kami tenang ayah maka nya aku memutuskan untuk tinggal di sini sementara waktu,usia Zora masih terlalu kecil di bawa ke sana akan banyak bahaya juga di sana"jelas Azura membuat ayah Aron diam mendengar nya.
"Ayah tinggal di sini saja bersama kami aku akan lebih merasa aman jika ayah di sini bersama kami"tambah Azura.
"Ayah akan tinggal di sini jika kau memang tidak mau kembali ayah hanya memiliki kalian saja jadi kemana pun kalian pergi ayah akan ikut"ujar ayah Aron.
"Terimakasih ayah"ujar Azura dengan senyum tulus di bibir nya.
"Kalau ayah tau kenapa bisa kau bisa ada di sini"tanya ayah Aron.
"Cerita nya panjang yah,aku berasal dari dunia modren dimana di sana sudah memiliki alat yang cangkih berbeda dengan di sini aku bisa di sini karna saat sedang meneliti tak sengaja meledak membuat ku tidak selamat dan bersamaan Azura juga tidak selamat dari pendarahan yang ia alami dia menarik ku ke dunia ini dan menempati tubuh nya sendiri"jelas Azura singkat membuat ayah Aron terdiam ada rasa sedih juga senang di hati nya sedih karna putri nya sudah meninggalkan nya namun senang juga karna masih dapat melihat wajah sang anak meski pun dengan jiwa yang berbeda ia dengan lapang dada menerima nya.
__ADS_1