Aku Menjadi Permaisuri

Aku Menjadi Permaisuri
Bab 19


__ADS_3

Ke esokan hari nya pagi-pagi sekali Azura sudah bertempur di dapur untuk membuat makanan pada warga yang gagal panen,ia memasak begitu banyak makanan dan juga cemilan di bantu pelayan walaupun mereka heran dengan makanan yang di buat oleh Azura mereka tetap mengerjakan nya karna sebelum nya mereka sudah mencicipi makanan yanh di buat Azura begitu enak.


"Semua sudah selesai bukan"tanya Azura di angguki mereka.


"Sudah nona"jawab mereka.


"Sebagian dari kalian akan ikut dengan kami sebagian lagi di rumah membereskan semua ini jangan khawatir aku akan memberi kalian bonus nanti nya"jelas Azura.


"Terimakasih nona"jawab mereka senang.


"Ok jangan lama-lama kita akan berangkat sebelum siang"ujar Azura pada mereka dan meninggalkan dapur untuk membersihkan diri nya juga.


"Ayah bersiap lah jika ingin ikut jangan terus bermain dengan mereka berdua"teriak Azura saat ia akan ke kamar melihat ayah Aron yang masih asik bermain dengan Zora dan Zian di sana, Setelah bangun dan sarapan pagi Azura memang telah memandikan mereka.


"Iya ayah akan bersiap"ucap ayah Aron berteriak juga setelah Azura yang kini datang rumah nya menjadi ramai bahkan ia juga sering berteriak karna Azura suka berteriak.


"Ric jaga mereka berdua sebentar"ujar ayah Aron.


"Baik tuan"ucap Ric senang.


Siapa pun akan senang jika di suruh menjaga baby Zora yang cantik dan menggemaskan itu belum lagi ia selalu mengoceh tak jelas walaupun mirip dengan kaisar Victor tapi sifat nya seperti Azura yang tidak bisa diam sama sekali.


"Ayo-ayo kita berangkat"ujar Azura datang dengan hanfu sederhana namun tak mengurangi kecantikan nya.


"Apa semua sudah di pindahkan ke dalam kereta"tanya Azura pada pelayan yang baru saja datang.


"Sudah nona"jawab pelayan itu.


"Oh siapa nama mu"tanya Azura.


"Sena nona"ucap pelayan muda itu di angguki Azura.


"Baik lah Sena katakan pada mereka yang akan ikut jika kita akan berangkat"ujar Azura.

__ADS_1


"Baik nona"ujar Sena segera pamit untuk mengatakan pada rekan nya.


"Kau ini heboh sekali Zura semua pelayan di sini dari pagi sudah kau buat sibuk"ujar ayah Aron baru datang.


"Bukan heboh ayah tapi biar tepat waktu"ujar Azura.


"Ayo pergi biar ayah yang menggendong Zora"ujar ayah Aron mengambil sang cucu dan menggendong nya.


"Baik lah ayo Zian"ajak Azura mengikuti ayah Aron yang berjalan lebih dulu ke luar rumah.


Mereka pun akhir nya berangkat menuju desa yang gagal panen yang tak jauh dari pasar dengan menggunakan tiga kereta kuda berbaris. Ayah Aron menatap Azura dengan senyum tipis putri nya tidak salah memberikan raga nya pada gadis berhati baik di depan nya.


Azura ayah sangat menyayangi mu nak semoga kau bahagia di sana bersama ibunda mu,ayah senang ada jiwa lain yang menempati tubuh mu karna ayah masih bisa melihat mu, kalian tenang lah di sana ayah akan menikmati sisa hidup ayah dengan Azura yang sekarang juga bersama cucu ayah,batin Ayah Aron.


Tiba di pedesaan satu persatu mereka turun dari dalam kereta kuda dan jelas saja kedatangan mereka membuat warga senang karna ada yang peduli pada mereka,Panglima Aron memang terkenal baik dan sering membantu rakyat.


"Selamat siang semua"sapa Azura dengan senyum ramah di wajah cantik nya.


"Kedatangan kami ke sini ingin melihat-lihat desa ini juga memberi sedikit bantuan pada kalian karna aku dengar kalian gagal panen"ucap Azura menatap mereka semua yang berkumpul.


"Benar nona kami mengalami gagal panen"ujar salah satu dari mereka di angguki Azura.


"Aku juga bermaksud untuk mengajak kalian ke ladang nanti nya untuk mengetahui penyebab kalian gagal panen mana tahu aku bisa membantu kalian walaupun tidak banyak setidak nya akan berguna"ucap Azura dengan senyum tulus.


"Terimakasih nona"ucap mereka di angguki Azura.


"Kumpulkan semua warga desa ini kita akan makan bersama aku membuat makanan untuk kita semua juga"ujar Azura membuat mereka senang mendengar nya.


"Baik nona"ucap beberapa dari mereka.


"Kita akan makan di mana Zura"tanya ayah Aron yang diam di samping Azura.


"Apakah di ladang siang begini akan terik matahari"tanya Azura.

__ADS_1


"Ada juga yang tidak nona tapi di sana cukup kotor"ujar salah satu dari mereka.


"Kalau begitu kita ke sana saja, kalau kotor masih bisa di bersihkan"ujar Azura.


"Kau yakin Zura"tanya ayah Aron.


"Iya yah kalau di sini kita tidak akan bisa makan bersama karna tidak ada lapangan nya jadi kita di ladang saja sesekali makan di ladang seperti nya enak yah berangin gitu"ujar Azura tertawa.


"Terserah kau saja jika kau nyaman ayah tidak masalah"ujar ayah Aron.


"Ehh apa kereta ini akan masuk ke sana"tanya Azura pada mereka.


"Masuk nona ladang nya tidak terlalu jauh dari pingggir jalan ini"jelas salah satu warga di angguki Azura.


"Ayah masuk saja ke dalam bersama Zian dan Zora"ucap Azura.


"Lalu kau"tanya ayah Aron.


"Aku akan berjalan bersama mereka saja ayah"ujar Azura.


"Baik lah"ucap ayah Aron kembali masuk ke dalam kereta kuda karna mungkin ia juga tidak akan terlalu kuat lagi untuk menggendong baby Zora yang memiliki tubuh berisi itu.


"Sudah berapa lama kalian gagal panen begini paman"tanya Azura pada kepala desa di samping nya.


"Beberapa tahun terakhir ini nona"ujar nya.


"Apa belum di temukan penyebab nya"tanya Azura.


"Belum nona kami sudah mengatakan nya ke istana untuk meminta bantuan tapi sampai sekarang belum juga ada yang datang"ujar kepala desa itu.


"Setiap tahun nya desa ini semakin kesulitan karna kami juga tidak tahu harus mendapat koin dari mana untuk makan belum lagi kami masih tetap membayar pajak sedangkan pajak setiap tahun nya selalu meningkat"keluh kepala desa itu.


Azura mengangguk karna ia dapat melihat nya langsung warga desa terlihat kurus tak terawat juga di lihat dari rumah-rumah mereka yang bisa di katakan kurang layak di huni berbeda dengan di kota mereka terlihat hampir memiliki rumah mewah juga masalah koin mereka tak terlalu memusingkan nya karna ia dapat melihat hampir di sana suka menghamburkan koin dan juga mereka seperti bertaruh siapa yang paling kaya di antara mereka membuat mereka menjadi sombong dan tamak bahkan berbuat sesuka hati mereka tanpa melihat jika banyak warga yang kekurangan.

__ADS_1


__ADS_2