Aku Menjadi Permaisuri

Aku Menjadi Permaisuri
Bab 15


__ADS_3

Di perjalanan kaisar Victor sedang menuju kediaman panglima Aron bersama Stev.


"Apa tidak akan berbahaya jika yang mulia ke kediaman permaisuri"tanya Stev.


"Tidak akan ada yang tahu"ujar kaisar Victor.


Ia memang keluar dari belakang istana memalui jalan rahasia hingga akhir nya mereka tiba di kediaman panglima Aron.


"Tidak perlu umumkan masuk ke dalam dan katakan pada panglima jika yang mulia kaisar datang pastikan juga tidak pelayan lain di sana"ujar Stev pada pengawal kepercayaan ayah Aron.


"Baik tuan"ucap pengawal itu segera memberi tahu panglima Aron ke dalam.


"Mari yang mulia"ujar Stev di angguki Kaisar Victor masuk ke dalam.


"Tuan"panggil pengawal itu pada ayah Aron yang tengah bermain dengan Zora dan Zian.


"Ada apa"tanya ayah Aron.


"Yang Mulia Kaisar datang berkunjung tuan"ucap pengawal itu.


"Persilahkan masuk ke sini"ujar ayah Aron.


"Baik tuan"ujar pengawal itu segera mempersilahkan kedua nya masuk ke dalam di mana ayah Aron berada.


"Paman aku tidak mau pulang"ujar Zian pada ayah Aron.


"Katakan saja nanti pada yang mulia jika kau ingin di sini"ujar ayah Aron di angguki Zian.


"Hormat hambat Yang Mulia Kaisar"ujar ayah Aron berdiri dan menunduk kan tubuh nya.


"Berdiri lah"ujar kaisar Victor tanpa melihat ayah Aron karna perhatian nya tertuju pada baby mungil yang asyik bermain namun membelakangi nya.


"Silahkan duduk yang mulia"ucap ayah Aron.


"Hmm"dehem kaisar Victor segera duduk di tempat yang di sediakan di sana.


"Aku tidak mau pulang jika yang mulia datang membawa ku pulang aku tidak mau,aku tinggal di sini saja bersama paman dan kak Zura bukan nya Yang Mulia mengatakan jika aku tidak akan boleh kembali lagi jadi aku tidak akan kembali ke sana"ucap Zian panjang lebar.


Kaisar Victor hanya diam saja tak menanggapi ucapan Zian ia menatap pakaian yang di gunakan Zian dan ayah Aron bukanlah hanfu.


"Zian panggil kakak mu ke sini katakan juga agar membawa minuman untuk tamu kita"ujar ayah Aron.

__ADS_1


"Baik paman"ucap Zian segera berdiri dan berlari keluar dari sana menuju dapur.


"Jadi untuk apa yang mulia datang ke kediaman kumuh saya ini lagi"tanya ayah Aron langsung.


"Hanya untuk mengucapkan bela sungkawa"ucap kaisar Victor.


"Terimakasih atas ucapan yang mulia yang sudah datang ke kediaman ini sendiri"ucap ayah Aron namun kaisar Victor diam saja mendengar nya.


Di dapur Azura yang telah menyelesaikan masakan nya segera membawa nya ke meja makan tak lupa ia mengeluarkan nasi dari cincin nya juga saat bibi Maria sedang sibuk.


"Kakak"panggil Zian datang membuat tangan Azura berhenti yang ingin mengambil cemilan di cincin nya.


"Ada apa Zian"tanya Azura.


"Di luar ada tamu paman mengatakan untuk menyiapkan minuman"ucap Zian.


"Baiklah sebentar lagi kakak akan datang"ucap Azura.


"Kakak sudah selesai masak"tanya Zian menatap makanan di atas meja.


"Baru saja sebentar lagi kita akan makan"ucap Azura di angguki cepat oleh Zian yang mata nya tak lepas dari ikan dan ayam crispy di depan nya.


"Bibi bisa membawa makanan itu ke belakang untuk di makan bersama"ujar Azura menatap makanan yang sudah ia pisahkan itu.


"Terimakasih nona"ujar bibi Maria senang.


"Iya bi kami keluar dulu ada tamu yang datang"ucap Azura lagi.


"Baik nona saya juga akan ke belakang"ujar bibi Maria di angguki Azura.


Bibi Maria pun membawa nampan besar di tangan nya keluar dan menutup pintu setelah itu Azura pun mengangkat nampan yang sudah berisi teh dan cake itu.


"Kau mau ambil saja tapi yang ayam nya dulu ya kalau ikan nya nanti"ujar Azura pada Zian yang masih berdiri.


"Hehe iya kak"ucap Zian tersenyum senang mengambil satu ayam itu membawa keluar bersama Azura di belakang nya.


"Silahkan di nikmati"ujar Azura meletak kan teh dan cake itu itu di atas meja.


"Mom mom mom"oceh baby Zora berdiri dari duduk nya berjalan ke arah Azura.


"Happ,,dapat"ujar Azura menggendong baby Zora membawa nya duduk di atas pangkuan nya.

__ADS_1


"Ehh bukan nya dia suami Azura ya"gumam Azura pelan menatap pria yang menatap nya dingin.


"Ck bukan urusan ku juga"acuh Azura memilih tidak peduli karna memang ia merasa sudah tidak ada urusan dengan kaisar di depan nya karna sebelum nya Azura yang asli telah menjelaskan bahwa mereka telah bercerai.


"Bagimana kabar mu permaisuri"tanya kaisar Victor dingin.


"Kabar saya baik yang mulia"ucap Azura.


"Tetapi saya meminta maaf duluan seperti nya Yang Mulia salah memanggil saya bukan permaisuri anda lagi"sambung Azura datar.


"Azuraa"panggil ayah Aron membuat Azura yang tadi nya ingin bicara lagi kembali diam.


"Kakak ini sangat enak"ucap Zian pada Azura yang duduk di samping Azura.


"Jika kau suka kakak akan sering membuat nya untuk mu"ujar Azura di angguki Zian.


"Apa baby Zora boleh memakan nya kak"tanya Zian karna tangan baby Zora selalu menjangkau ayam milik nya.


"Sedikit saja yang dalam nya gigi nya belum banyak"ujar Azura.


"Iya kak kenapa gigi nya tidak ada"ujar Zian mengambil sedikit daging ayam milik nya dan memasuk kan nya ke dalam mulut baby Zora.


"Enak kan"tanya Zian pada baby Zora.


"Em em em"oceh baby Zora sambil bertepuk tangan membuat Zian dan Azura tertawa pelan.


"Kak seperti nya Zora mau lagi"ucap Zian.


"Berikan sedikit lagi"ujar Azura di angguki Zian kembali memasuk kan daging ayam itu ke mulut Zora.


"Haha dia menggigit jari ku kak"ujar Zian terkekeh melihat baby Zora yang sibuk mengunyah.


"Duduk di sini dulu Ok jangan nakal mommy ambilkan makanan untuk mu"ujar Azura pada baby Zora menduduk kan nya di samping Zian.


Azura berjalan kembali ke dapur mengeluarkan kue kering dan susu untuk baby Zora karna baby Zora tidak asi lagi jadi ia memberikan susu formula.


"Kak Zian juga mau makanan Zian sudah lapar"teriak Zian.


"Baiklah"teriak Azura juga dari dapur membuat ayah Aron yang mendengar itu menghela nafas kasar.


Azura kembali membawa nasi berserta lauk nya juga air minum untuk Zian dan baby Zora makanan yang ia siapkan karna sudah malam jadi ia memutuskan untuk memberi makan kedua nya lebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2