
Hampir siang mereka melihat-lihat persiapan yang di lakukan oleh rakyat,Azura memutuskan untuk pulang karna Zora sudah lelah juga matahari mulai terik. Mereka berpisah di jalan karna Dave kembali ke penginapan nya sendiri dan Azura kembali ke rumah bersama baby Zora dan Zian.
"Kenapa kalian lama sekali"tanya ayah Aron cemas menunggu mereka.
"Kami keliling melihat persiapan di sana yah sekalian bertemu dengan Dave di jalan jadi kami berbincang-bincang sebentar"jelas Azura.
"Dave"tanya ayah Aron merasa tidak asing dengan nama itu.
"Iya yah"ucap Azura.
"Bukan nya dia pangeran dari kerajaan Timur"tanya ayah Aron.
"Zura tidak tahu ayah dia tidak mengatakan kalau dia seorang pangeran"jelas Azura.
"Kalian masuk lah jangan keluar lagi"perintah ayah Aron di angguki Azura masuk ke dalam rumah.
Azura membersihkan tubuh nya bersama Zian dan baby Zora selesai mereka keluar dari dalam kamar bersantai di ruang keluarga dengan puding di depan mereka juga susu hangat.
"Permisi nona"ucap pelayan menghampiri mereka membuat Azura menoleh.
"Ada apa"tanya Azura.
"Di luar ada selir Anna nona"ucap pelayan itu.
"Suruh masuk saja"ujar Azura duduk tenang.
"Baik nona"ucap pelayan itu segera pergi dari sana dan menyuruh tamu yang datang masuk.
Azura yang kini duduk tegak di kursi berdiri melihat selir Anna masuk menghampiri nya.Ia menatap wanita paruh baya yang terlihat sombong di depan nya dengan heran.
"Salam yang mulia Selir Anna"salam Azura.
"Hmm"dehem selir Anna langsung duduk tanpa di persilahkan.
__ADS_1
"Dimana putra ku"tanya selir Anna angkuh.
"Anda ingin bertemu dengan Zian"tanya Azura duduk di depan selir Anna.
"Siapa lagi kalau bukan apa kau pikir aku akan mau datang ke tempat kalian yang kumuh ini jika bukan karna putra ku"ujar Selir Anna memandang Azura.
"Kenapa anda baru datang ke kediaman kumuh saya ini untuk melihat Zian bukan kah anda sudah tahu jika kami sudah hampir dua minggu di sini"ucap Azura dengan tenang.
"Ahh atau anda datang untuk menjemput nya karna seluruh rakyat dan tamu yang datang sudah tahu jika Zian tidak mau lagi ke istana dan memilih tinggal bersama saya di tempat kumuh ini atau anda takut jika kebusukan anda terbongkar"sambung Azura.
"Kauu"ucap selir Anna meninggikan suara nya tangan nya terkepal erat.
"Yang saya katakan benar bukan jika anda datang ke sini hanya untuk itu silahkan keluar dari kediaman ini"usir Azura.
"Kau berani mengusir ku"ucap selir Anna dengan tatapan tajam.
"Kenapa tidak ini rumah ku dan aku tuan rumah nya jadi terserah aku mau mengusir mu atau tidak,apa kau pikir aku akan takut dengan mu hanya karna kau seorang selir dari istana sayang sekali aku tidak akan takut sama sekali"sarkas Azura sudah muak melihat selir di depan nya dari ingatan Azura yang asli selir Anna hanya akan bersikap baik pada Zian jika ada acara seperti ini selebih nya ia tidak akan pernah peduli.
"Jangan bicara bagaimana ayah ku mengajari ku,dia sangat mendidik anak nya dengan baik bukan seperti anda yang hanya memgingat anak nya saat ada acara besar di istana untuk mengambil muka setelah nya anda membuang nya aku kasihan pada Zian kenapa dia di lahirkan oleh ibu seperti mu dan aku lebih kasihan lagi pada mu yang sekarang anak mu tidak mau dengan mu aku jadi penasaran apa yang akan di katakan orang-orang jika tahu bagainana sifat asli dari selir Anna yang di kenal baik dan lemah lembut itu"ejek Azura dengan senyum puas di bibir nya.
"Kauuu"teriak selir Anna mengeram marah sambil menunjuk wajah Azura.
"Kakak"ucap Zian menghampiri Azura.
"Kakak tidak papa Zian masuk ke kamar ya bawa baby Zora juga"ucap Azura pada Zian.
"Pangeran Zian kembali ke istana"ucap selir Anna menatap Zian tajam.
"Aku tidak mau"ujar Zian memegang erat baju Azura.
"Kembali pangeran Zian"bentak selir Anna emosi.
"Jangan pernah membentak nya di depan ku"ucap Azura dingin. Ia paling tidak suka melihat anak-anak di bentak seperti itu apalagi jika di depan nya langsung.
__ADS_1
"Ini bukan urusan mu dia putra ku jadi kau tidak perlu ikut campur"teriak selir Anna.
"Cih putra seperti apa yang kau maksud hee"ejek Azura.
"Zian masuk ke kamar ya"ujar Azura di angguki Zian segera berlari dari sana membawa baby Zora yang berdiri tak jauh dari mereka dengan mainan di tangan nya.
"Jika kau tidak ingin menanggung malu di sini lebih baik kau pergi dari sini kalau bisa jangan pernah kembali"sambung Azura lagi menatap dingin selir Anna.
"Aku akan membalas mu lihat saja"ucap selir Anna segera keluar dari sana dengan emosi di ikuti dua pelayan setia nya.
"Cih aku bahkan bisa saja membunuh sekarang ini"dengus Azura pelan.
"Kau sudah menentang nya Zura sekarang kau harus hati-hati"ucap ayah Aron menghampiri Azura.
"Aku tau ayah aku hanya kesal saja tadi melihat nya maka nya aku kelepasan begitu"ucap Azura.
"Ayah mengerti selir Anna cukup licik jadi berhati-hati lah"ujar ayah Aron.
"Baik ayah"ucap Azura mengangguk.
"Nanti malam jangan memakan apa pun di sana ayah takut jika dia akan memasuk kan racun di dalam makanan kalian,tetap awas pada sekitar jangan tinggalkan Zian dan Zora juga di sana nanti nya karna ayah mungkin tidak bisa di dekat kalian"jelas ayah Aron di angguki Azura.
"Apa ayah tahu sebenar nya apa yang terjadi di istana aku melihat istana itu begitu suram"ujar Azura.
"Ayah kurang tahu pasti tetapi memang ayah juga merasa ada yang ganjal dari semua yang terjadi setelah kematian kaisar terdahulu"ucap ayah Aron.
Azura mengangguk kan kepala nya namun ia yakin jika saat ini selir Anna sedang merencanakan perebutan tahta dari wajah dan cara bicara nya tadi ia tahu jika selir sombong itu memiliki ambisi yang kuat.
"Lebih baik sekarang kita tenang kan Zian dulu ia pasti sedikit terganggu karna kedatangan selir Anna"ujar ayah Aron.
"Zian anak yang kuat ayah aku yakin dia baik-baik saja kalau ayah ingin melihat nya pergi saja aku akan memasak untuk kita makan sore seperti nya bagus untuk kita piknik di taman belakang menikmati tenggelam matahari"ucap Azura dengan senyum lebar.
"Terserah kau saja ayah pesan ayam panggang"ucap ayah Aron terkekeh pelan sambil berlalu dari sana ia menyukai ayam bakar yang di buat Azura yang rasa nya begitu enak.
__ADS_1