
Berita tentang selir Anna yang telah di rampok menyebar cepat ke warga termasuk Azura yang duduk santai mengawasi Zora dan Zian yang bermain.
"Bi selir Anna baru di rampok"tanya Azura pada bibi pelayan yang kebetulan lewat.
"Benar nona berita nya sudah menyebar luar bahkan mereka mengatakan jika seluruh harta selir Anna habis tak tersisa"ujar bibi pelayan.
"Itu bagus bi biar dia bersedekah lagi pula selir itu tidak tahu malu sekali"dengus Azura.
"Nona benar hampir semua rakyat senang mendengar nya karna selir Anna memang terkenal pelit tapi tamak nona sekarang dia tahu rasa semua harta hilang tak terisa"ujar bibi pelayan dengan menggebu membuat Azura terkekeh mendengar nya.
"Tapi rakyat juga khawatir jika pihak istana akan menaik kan pajak nona selir Anna itu licik ia tidak akan mau rugi dan melakukan apapun yang ia mau"sambung bibi pelayan.
"Kita lihat saja dulu bagaimana bi"ujar Azura santai sambil menatap keluar.
Tinggal menunggu menit dia akan pergi ke alam baka,batin Azura.
"Kalau begitu bibi ke belakang dulu nona"pamit bibi pelayan di angguki Azura.
__ADS_1
"Kak Zora jatuh"teriak Zian membuat Azura menoleh melihat putri nya terjatuh di rerumputan.
"Biarkan saja jika ia jatuh sendiri"ucap Azura karna itu bisa membuat tubuh putri nya kuat apalagi Zora tidak menangis malah tertawa.
"Haiss kakak ini Zora jatuh bukan nya di bantu malah di biarkan"dengus Zian membantu Zora kembali berdiri.
"Ada sakit"tanya Zian menatap tangan dan kaki baby Zora di balas gelengan kepala oleh baby Zora yang kembali menjatuhkan tubuh nya di rumput dan berguling-guling sambil tertawa membuat Zian melongo sedangkan Azura terkekeh.
"Ayo masuk matahari sudah di atas"ajak Azura berdiri dari duduk nya segera berjalan dan mengangkat tubuh baby Zora membawa nya masuk ke dalam rumah di ikuti Zian dari belakang.
"Mandi dan ganti baju langsung tidur siang"suruh Azura pada Zian.
Tak lama Zian juga ikut berbaring di samping baby Zora langsung tidur begitu juga baby Zora tidur setelah susu nya habis. Azura pun keluar dari dalam kamar setelah memastikan kedua nya aman di sana.
"Zura ada tamu yang datang"ujar ayah Aron.
"Siapa yah"tanya Azura berjalan ke arah sang ayah.
__ADS_1
"Pangeran Dave".
"Pangeran Dave? Untuk apa dia datang ke sini" tanya Azura.
"Ayah tidak tahu temui saja dulu"ujar ayah Aron di angguki Azura segera keluar menemui pangeran Dave.
"Hmm pangeran"panggil Azura membuat pangeran Dave menoleh.
"Nona Azura apa aku mengganggu mu"tanya pangeran Dave.
"Tidak juga"
"Untuk apa kemari apa ada hal penting"tanya Azura.
"Aku hanya menanyakan kapan padi itu panen karna nanti sore aku akan kembali ke kerajaan ku jika akan panen aku akan datang kembali ke sini untuk melihat panen padi itu agar aku tahu nanti nya bagaimana cara menanam dan memanen nya"jelas pangeran Dave di angguki mengerti oleh Azura.
"Kurang lebih dua bulan lagi akan panen beberapa hari sebelum kami panen aku akan mengutus pengawal ku ke sana untuk mengatakan nya jadi kita bisa panen bersama nanti"ucap Azura.
__ADS_1
"Aku mengerti"ucap pangeran Dave mengangguk karna ia juga berencana akan menanam padi itu di kerajaan nya untuk mengganti gandum sebagai makanan pokok mereka.