Aku Menjadi Permaisuri

Aku Menjadi Permaisuri
Bab 14


__ADS_3

Setelah acara pemakaman selesai satu persatu tamu yang ada di sana kembali ke rumah mereka masing-masing menyisakan Azura dan lain nya di sana.


"Zura lebih baik bawa Zora ke kamar mu agar bisa tidur dengan nyaman"ujar ayah Aron.


"Iya yah"ucap Azura segera berdiri.


"Kau mau ikut sekalian istirahat di kamar kakak Zian"tanya Azura pada Zian.


"Boleh kak"tanya Zian dengan mata berbinar.


"Tentu saja,ayo ke kamar"ajak Azura berjalan ke kamar nya di ikuti Zian dari belakang kedua nya pun masuk ke dalam kamar mereka.


"Maria ikut ke ruang kerja ku sekarang"ujar ayah Aron setelah melihat Azura masuk ke dalam kamar nya.


"Baik tuan"ucap pelayan tua itu dengan patuh yang merupakan kepercayaan ayah Aron.


Ayah Aron pun segera berdiri menuju ruang kerja nya di ikuti Maria dari belakang.


"Apa yang terjadi sini sebenar nya"tanya ayah Aron langsung.


"Saya juga tidak mengerti tuan tapi sebelum nya setelah kabar nona Zura dan putri nya tersebar luas jika mereka di bunuh oleh pembunuh bayaran yang tidak tahu siapa yang membayar pembunuh itu. Saya tidak sengaja mendengar pembicaraan nyonya dan nona Azila jika mereka yang menyewa pembunuh itu tuan saya juga sudah menunggu tuan pulang untuk mengatakan kabar penting itu"ujar maria panjang lebar.


"Huhh mereka berdua memang benar-benar"ujar ayah Aron memijit pelipis nya.


"Apa tidak ada di temukan jejak pembunuh itu saat kalian mengangkat Azila dan ibu nya"tanya ayah Aron.


"Tidak ada sama sekali tuan seperti nya memang sudah di rencanakan maka dari itu tidak ada jejak apapun yang tertinggal"jelas Maria.


"Baiklah kau bisa keluar"ujar ayah Aron.


"Kalau begitu saya pamit tuan"ujar Maria membungkuk kan badan nya lalu segera keluar dari sana meninggalkan ayah Aron sendirian.


Sementara di istana kaisar Victor juga telah mendengar jika Azura telah kembali bersama panglima Aron dari Stev masih diam di tempat nya berbeda dengan selir Anne yang malah mengamuk di kediaman nya.


"Sialan wanita itu ternyata masih hidup aku senang mendengar jika ia telah mati"ujar selir Anne.


"Nona Azura kembali bersama pangeran Zian juga pangalima Aron yang mulia"ujar pelayan kepercayaan selir Anne.

__ADS_1


"Biarkan saja anak bodoh itu"dengus selir Anne.


"Awasi kediaman wanita itu"suruh selir Anne.


"Baik yang mulia"ujar pelayan selir Anne segera menjalankan tugas nya.


Malam hari nya Azura keluar dari dalam kamar nya menggendong baby Zora juga Zian yang sudah mandi.


"Selamat malam ayah"sapa Azura pada sang ayah yang telah duduk di kursi meja makan.


"Malam Zura"ujar ayah Aron.


"Malam paman"sapa Zian juga kini ikut duduk.


"Malam juga Zian"ucap ayah Aron tersenyum tipis.


"Apa makanan di sini memang seperti ini ayah"tanya Azura menatap makanan yang hanya di rebus di depan nya.


"Haha memang seperti Zura"ujar ayah Aron tertawa pelan menatap Azura yang memperhatikan makanan yang ada di atas meja.


"Haiss rasa nya pasti hambar"gumam Azura.


"Baiklah ayah juga lebih suka makanan yang kau buat"ujar ayah Aron.


"Kemarikan Zora biar ayah yang jaga"ucap ayah Aron lagi.


"Iya yah"ucap Azura memberikan Zora pada ayah Aron.


"Ayo kita bermain di luar Zian"ucap ayah Aron berdiri dari duduk nya melangkah ke ruangan tamu bersama Zian.


Azura sendiri segera ke dapur ia melihat ada ikan dan ayam di sana juga ada sayuran hijau.


"Aku masak ayam goreng sama ikan bakar saja seperti nya akan enak dengan tumis sayur"ujar Azura dengan senyum tipis di bibir nya.


"Nona kenapa anda di dapur"tanya Maria baru saja ke dapur untuk mengambil sesuatu mereka para pelayan memang tinggal terpisah jika mereka telah menyajikan makan malam mereka akan kembali ke belakang.


"Aku ingin memasak bibi"ujar Azura.

__ADS_1


"Bukan kah makan malam sudah di sajikan di meja makan nona"ujar bibi Maria.


"Iya bi tapi tidak ada rasanya maka nya aku ingin memasak ulang"ujar Azura yang tangan nya kini mulai mengambil ikan.


"Biar saya bantu nona"ujar bibi Maria cepat.


"Baiklah bi,bibi cuci ayah dan bersihkan ikan nya saja Zura akan membuat bumbu nya dulu"ujar Azura segera mengambil bahan yang ia butuhkan untuk bumbu mulai menghaluskan nya.


Ia mengeluarkan tepung, minyak dan lain nya dari cincin nya tanpa bibi Maria sadari dan meletak kan nya di atas meja.


"Sudah selesai nona"ujar bibi Maria.


"Terimakasih bi"ujar Azura.


"Ini apa nona kenapa saya baru melihat nya"tanya bibi Maria menunjuk minyak di sana.


"Ohh ini minyak bi untuk menggoreng dan ini adalah tepung kalau yang ini nama nya garam dan penyedap lain nya"jelas Azura.


"Nanti Zura akan jelaskan bi lebih baik bibi bantu Zura lagi membuat api untuk kita bakar ikan ini"ucap Azura lagi.


"Baik nona"ujar bibi Maria segera melakukan perintah Azura walaupun heran.


Azura sendiri melumuri ikan di depan nya dengan bumbu yang ia sipkan sambil mengggu bibi Maria ia pun membuka tepung di depan nya yang akan ia buat ayam crispy. Azura asik memasak di dapur sana karna di dunia yang dulu memang ia suka juga memasak namun karna ia tinggal sendiri membusg nya malas lebih sering memesan di luar.


Selesai Azura menggoreng ayam itu juga membantu bibi Maria membakar ikan hingga bau lezat dari masakan Azura tercium di seluruh kediaman itu.


"Kau masak apa Zura bau nya sangat enak"tanya ayah Aron yang datang menggendong Zora juga Zian.


"Benarkah,ini ikan bakar ayah yang Azura bumbui agar enak juga itu ada ayam crispy sebentar lagi akan masak jadi ayah tunggu dulu"ujar Azura.


"Baiklah kami akan sabar menunggu makanan enak yang kau masak"ujar ayah Aron terkekeh pelan.


Azura mengangguk menyuruh mereka kembali karna di takut baby Zora akan terkena cipratan minyak di angguki ayah Aron segera pergi dari sana.


"Bibi bolak balik saja ikan nya sebentar lagi akan matang"ujar Azura.


"Iya nona"ucap bibi Maria mengerti.

__ADS_1


Azura pun mengangkat ayam di penggorengan dan kembali memasak yang lain karna ia membuat banyak agar yang lain juga kebagian,setelah itu ia mencuci sayuran di depan nya dan segera memotong nya lalu ia menumis nya setelah masak ia mengangkat nya dan memindahkan nya ke piring di bagi menjadi dua.


__ADS_2