Aku Menjadi Permaisuri

Aku Menjadi Permaisuri
Bab 11


__ADS_3

Malam hari nya mereka istirahat cepat karna seharian mereka berjalan-jalan keliling hutan membawa baby Zora. Tepat tengah malam Azura membuka mata nya dan segera duduk di atas kasur nya.


"Seperti nya apa yang ayah katakan tadi pagi memang benar tidak mungkin Kaisar itu membiarkan Zian keluar dari istana begitu saja aku harus mencari tahu nya sendiri"gumam Azura bangkit dari sana ia pun mengganti baju nya dengan baju serba hitam juga memakai topeng untuk menutupi wajah nya setelah merasa tidak ada yang mengenali nya ia pun keluar dari dalam kamar dengan pelan.


Azura berjalan pelan melewati ayah Aron juga Zian yang tidur lelap ia pun membuka pintu dengan perlahan dan keluar dari sana tak lupa mengunci pintu itu dari luar.


"Seperti nya aku juga harus menyelesaikan kedua hama itu sudah setahun aku membiarkan mereka tenang di rumah"gumam Azura menyeringai ia pun segera melompat dari atas ke bawah dan berlari keluar dari dalam hutan.


Sepanjang jalan Azura tak melepaskan waspada dengan sekitar nya hingga akhir nya ia tiba di tepi hutan.


"Go Zura malam ini permainan akan di mulai"ujar nya kembali berlari masuk ke dalam kota tujuan utama nya adalah rumah pemilik tubuh yang ia tempati untuk menghabisi sepupu juga bibi nya yang selama ini menyiksa Azura yang asli.


Tiba di kediaman besar yang di jaga tak terlalu ketat itu Azura menyelinap masuk ke dalam untuk mencari kamar kedua nya. Ia mengikuti ingatan Azura yang asli hingga akhir nya ia tiba di depan pintu kamar Azila dengan perlahan ia akan membuka pintu itu namun ia urungkan dengan cepat bersembunyi di balik pilar besar di sana karna ada seseorang juga menuju kamar Azila.


"Siapa dia"gumam Azura menatap orang itu yang seperti nya juga akan masuk ke dalam kamar Azila. Ia melihat orang itu begitu cepat masuk ke dalam membuat nya penasaran.


Ia pun berjalan cepat melompat ke atas atap dan segera turun tepat di depan jendela kamar Azila,ia memasang telinga dan mata tajam nya dengan baik untuk mencari tahu apa yang di lakukan oleh orang itu di dalam.


"Nona Azila bangun lah"ujar orang itu mengguncang tubuh Azila dengan cukup kasar membuat Azila yang terlelap segera membuka mata nya.


"Kenapa kau kemari tengah malam begini jika ada orang yang melihat bagaimana"ujar Azila sedikit panik.


"Tenang lah sayang, tidak akan ada yang tahu jika aku datang"ujar suara yang seperti nya Azura tebak seorang lelaki.


"Langsung saja kau ingin apa hingga datang ke sini"ucap Azila.

__ADS_1


"Aku merindukan mu Azila"ujar lelaki itu memeluk Azila.


"Jangan macam-macam di sini aku tidak akan segan berteriak untuk mengusir mu dari sini"ancam Azila membuat lelaki itu tertawa.


"Apa kau yakin nona ingin berteriak, Kau akan menggali kejahatan mu sendiri jika berteriak aku sudah mengatakan bukan jika kau menuruti keinginan ku maka rahasia mu akan aman di tangan ku"ujar lelaki itu.


"Kau memanfaat kan ku sialan aku sudah memberikan mu banyak koin juga melayani mu hampir setiap hari"teriak Azila.


"Itu resiko anda sendiri nona kau menuruti ku atau aku akan mengatakan pada yang mulia kaisar Victor jika kau dan ibu mu yang menyuruh ku dan anak buah ku membunuh permaisuri dan anak nya"ujar lelaki.


"Jangan,jangan aku mohon jangan baik lah aku akan menurut"ujar Azila cemas dan takut membuat lelaki itu tertawa.


"Aku suka jika kau menurut nona"ujar lelaki itu segera melakukan keinginan nya untuk memuaskan hasrat nya pada Azila.


Sementara di luar Azura yang mendengar ucapan kedua orang di dalam mengepalkan kedua tangan nya dengan kuat.


Sampai di sana Azura langsung membuka pintu dengan kasar dan menutup nya kembali tak lupa mengunci pintu itu membuat bibi nya terbangun karna mendengar suara pintu di buka begitu kasar.


"Si-siapa kau"ujar nya ketakutan saat melihat orang di depan nya memegang pisau di tangan nya.


"Malaikat maut mu"ujar Azura dingin berjalan ke arah bibi nya.


"Jangan bunuh aku"ujar bibi Azura.


"Permintaan macam apa yang katakan, jangan membunuh mu tapi kau menyuruh orang untuk membunuh ku dan putri ku"ujar Azura membuat tubuh bibi Azura tegang.

__ADS_1


"K-kau Azura"ujar nya kaget.


"Ternyata kau masih mengenal ku bibi tersayang"ujar Azura.


"Jangan mendekat atau kau akan tahu akibat nya"ujar bibi Azura.


"Kau pikir aku akan takut"ujar Azura menarik rambut bibi Azura dengan kencang membuat nya berteriak kesakitan.


"Jangan berteriak bodoh"bentak Azura mengencangkan tarikan nya.


"Lepas"ucap nya menahan sakit.


"Cih baru begini saja kau sudah kesakitan bagaimana dengan ku yang selama ini kau dan putri siksa"cibir Azura.


"Pisau ku ini seperti nya sudah haus dia ingin minum"ujar Azura menaruh pisau di tangan nya di pipi bibi Azura.


"Jangan Zura"ucap nya dengan wajah yang mulai memucat.


"Malam ini aku akan mengirim mu dan putri mu itu ke neraka di sini pun kalian tidak ada guna nya hidup hanya menambah dosa saja dari pada kalian tidak ada guna nya hidup lagi lebih baik aku kirim saja kalian ke sana"ujar Azura yang tangan nya menekan pisau itu di pipi bibi Azura hingga darah mengucur dari sana.


Aaaa


"Jangan berteriak telinga ku sakit di buat nya"bentak Azura kasar.


"Karna aku baik hati aku tidak akan menyiksa mu tapi langsung membunuh mu,aku baik bukan"ujar Azura tanpa aba-aba apapun ia langsung menancapkan pisau di tangan nya ke jantung bibi Azura yang kini tertengar teriakan kesakitan hingga akhir nya hening begitu juga dengan tubuh nya melemas terjatuh di atas ranjang.

__ADS_1


"Kalian berdua memang tidak tahu malu sudah baik ayah Azura menampung kalian hidup di sini bukan nya berterimakasih kalian malah bertingkah seenak nya"ujar Azura geleng kepala setelah memastikan jika wanita di depan nya tak bernafas lagi Azura keluar dari dalam kamar itu kembali ke kamar Azila.


"Sekarang giliran kalian berdua,aku akan membuat kalian membayar apa yang telah kalian lakukan"gumam Azura dengan mata menajam dengan pisau yang berlumuran darah di tangan nya.


__ADS_2