
Saat di pintu gerbang pangeran Zian bertemu dengan selir Anne yang akan masuk ke dalam istana.
"Kau sudah kembali"tanya selir Anne namun pangeran Zian diam saja tak menjawab.
"Apa kau tidak memiliki mulut untuk bicara pangeran Zian"bentak selir Anne kesal.
"Aku akan pergi"ujar pangeran Zian menunduk.
"Pergi, bukan nya kau baru kembali mau kemana lagi kau pangeran"tanya selir Anne.
"Mencari kak Zura"ujar pangeran Zian jujur yang membuat selir Anne tertawa mendengar nya.
"Kau mau mencari wanita itu pangeran dia sudah mati untuk apa lagi kau mencari nya"ujar selir Anne.
"Aku yakin kak Zura masih hidup aku akan pergi mencari nya"ujar pangeran Zian.
"Cih untuk apa kau mencari nya pangeran Zian"decak selir Anne kesal.
Pangeran Zian tidak menjawab kembali melangkah kan kaki nya namun berhenti saat mendengar suara seseorang.
"Tunggu"ujar orang itu yang tak lain kaisar Victor.
"Ada apa yang mulia"tanya pangeran Zian menatap kaisar Victor.
"Jika kau pergi dari sini jangan pernah kembali lagi"ujar kaisar Victor datar.
"Maaf yang Mulia pangeran Zian adalah seorang pangeran di sini jadi ia memiliki hak untuk di sini"ujar selir Anne.
"Dia hanya anak seorang selir bukan anak sah dan yang memiliki kekuasaan di sini adalah aku jadi terserah saya mau apapun,jika aku mau aku bahkan bisa menendang mu dari istana ini juga"ujar kaisar Victor dingin.
"Satu lagi jangan seenak nya membawa siapa pun masuk ke istana ini jika kau ada tamu atau siapa pun yang datang jangan pernah bawa lagi ke istana jika tidak kau yang akan keluar dari istana ini"sambung kaisar Victor sudah muak dengan selir ayah nya tersebut.
__ADS_1
"Aku pergi"ujar pangeran Zian kembali melangkah.
"Pangeran Zian jangan berani melangkah keluar apa kau ingin tak akan kembali ke istana ini lagi"ujar selir Anne meninggikan suara nya.
"Lebih baik aku tidak kembali saat bertemu dengan kak Zura dari pada di sini tak bersama nya,aku di sini pun tidak ada satu orang pun yang menyayangi ku hanya kak Zura yang menyagangi ku dia seperti ayah dan ibu untuk ku jadi lebih baik aku mencari nya"ujar pangeran Zian membuat mereka yang ada di sana terdiam mendengar nya.
Pangeran Zian melangkah pergi begitu saja dari sana tujuan nya adalah mencari Azura yang satu-satu nya orang membuat nya bertahan hidup ia tidak maj kehilangan malaikat tak bersayap nya jadi lebih baik pergi mencari nya.
"Mereka mengatakan jika kak Zura ke dalam hutan aku akan mencari nya di sana lebih dulu"gumam pangeran Zian pelan terus melangkah dari sana tujuan utama nya adalah hutan ia akan menyusuri hutan itu lebih dulu.
.......
Di dalam hutan sendiri Azura mengajak baby Azora berjalan-jalan di sekitar hutan karna ia tidak tahu membawa Zora kemana dan mengurung Zora di rumah juga tidak baik jadi lah ia membawa Zora jalan-jalan.
"Kau suka jalan-jalan baby"tanya Azura pada baby Azora yang ia gendong.
Baby Azora hanya mengoceh tidak jelas yang menjadi hiburan tersendiri untuk Azura yang mendengar nya,setelah satu jam berkeliling Azura pun memilih pulang karna baby Zora juga sudah tidur.
"Apa kau mendengar sesuatu Belang"tanya Azura pada harimau yang mengikuti mereka.
Dag
Jantung Azora rasa nya mau berhenti berdetak saat tahu siapa yang beradu pedang di sana,ia menatap sekitar hampir dua puluh orang melawan satu orang di sana.
"Itu ayah Azura"gumam Azura pelan menatap lelaki paruh baya yang terlihat semakin lemah dengan tubuh sudah banyak luka.
Azura bergegas melepaskan baby Zora dari gendongan nya dan mengeluarkan tenda kecil dari cincin nya segera meletak kan baby Zora di dalam.
"Belang jaga baby Zora di sini aku ke sana sebentar jangan pergi ke mana pun ok"ujar Azura pada harimau di samping nya, ia segera mengeluarkan pedang dari cincin juga pistol ia mengikat kain tipi untuk menutupi wajah nya di belakang kepala nya setelah selesai ia menatap harimau yang kini sudah tiduran di samping tenda baby Zora.
"Jaga baby dengan baik Ok"ujar Azura mengusap kepala harimau itu sebentar sebelum keluar dari persembunyian nya.
__ADS_1
Azura berjalan cepat ke arah mereka dann
Trangg
Suara dentingan pedang yang saling beradu,Azura menatap tajam ke arah mereka yang ingin membunuh ayah dari Azura. Tanpa kata Azura mengayukan pedang milik nya dengan bringas menghabisi mereka tanpa ampun.
Trang
Trangg
Aaaa
Suara pedang dan teriakan menggema di hutan tersebut tak sampai sepuluh menit Azura menghabisi mereka semua dengan mudah.
Brukk
Suara orang terjatuh membuat Azura menoleh ke belakang dan melihat ayah Azura tergeletak di tanah. Dengan cepat Azura memeriksa nya.
"Racun"gumam Azura pelan setelah memeriksa keadaan ayah Azura.
"Aku harus cepat mengeluarkan racun ini jika tidak nyawa nya tidak akan tertolong lagi"gumam Azura segera mengeluarkan ramuan dari dalam cincin milik nya ia pun mengambil satu botol kecil di sana langsung membuka nya dan meminumkan nya ke ayah Azura yang tergeletak di tanah.
Setelah memastikan ramuan itu di telan ia menghela nafas lega,ada rasa iri juga rasa hangat di dalam hati nya menatap ayah Azura yang asli, ia merindukan sosok ayah saat ini.Menunggu satu menit akhir nya ayah Azura memuntahkan darah hitam begitu banyak membuat Azura lega melihat nya.
"Ayahh"gumam Azura pelan melihat mata itu kembali terbuka.
"Zura"ujar ayah Azura pelan menatap mata indah putri nya yang seperti mata mendiang istri nya ia langsung mengenali nya hanya sekali tatap.
"Ayahh"ujar Azura dengan senyum tipis di wajah nya.
"Ayah jangan bicara dulu Zura akan mengobati ayah lebih dulu"ujar Azura mengeluarkan kotak obat dari cincin nya langsung membersihkan luka di tubuh sang ayah juga memberi obat setelah selesai ia membalut luka-luka itu.
__ADS_1
"Kenapa kau bisa berada di sini Zura"tanya ayah Azura sedari tadi diam melihat Azura yang telaten membersihkan luka nya.
"Nanti Zura jelaskan ayah lebih baik kita pergi dari sini"ujar Azura berdiri dan membantu sang ayah juga ia memapah ayah Azura pelan menuju tempat baby Zora berada. Kedua nya diam dengan pikiran mereka masing-masing.