
Tiba di lapangan Azura bergegas ke kereta yang disana di letak kan makanan yang di siapkan untuk mereka semua,ia mengambil tenda besar dari cincin milik nya untuk tempat duduk mereka juga minuman gelas agar tidak pusing mencari air minum.
"Kita akan duduk di mana nona tanah ini baru saja di garab penuh tanah maka nya kotor"jelas kepala desa.
"Tidak masalah paman aku sudah membawa tenda lumayan besar untuk tempat duduk kita semua aku rasa akan cukup untuk kita semua"jelas Azura.
"Tapi aku tidak membawa piring jadi bisakah beberapa orang dari kalian pergi mengambil daun pisang untuk di jadikan piring"ucap Azura.
"Memang bisa nona"tanya kepala desa itu.
"Bisa paman lihat saja nanti"ucap Azura di angguki kepala desa itu segera memerintahkan beberapa warga mengambil daun pisang yang memang ada banyak tumbuh di sana.
"Ayo bantu aku merentangkan tenda ini lebih dulu"ujar Azura.
"Baik nona"ujar mereka segera membantu Azura. Tenda itu terbentang luas di atas ladang yang memang tidak panas karna tepat di bawah pohon yang tumbuh subur di pinggir ladang itu.
"Nona ini daun pisang nya"ujar mereka.
"Tolong di bersihkan sebelum di gunakan di lap saja sudah"ucap Azura.
"Baik nona"ucap mereka segera mengelap semua daun pisang yang mereka ambil.
"Paman apa semua nya sudah di sini"tanya Azura.
"Sudah nona desa ini tidak terlalu banyak lagi penduduk nya mereka pindah ke desa lain"ujar kepala desa di angguki mengerti oleh Azura.
"Ini nona"ucap salah itu ibu-ibu memberikan daun itu pada Azura.
"Terimakasih bibi"ucap Azura mengambil nya segera meletak kan nya di atas tenda.
"Jangan duduk dulu yah jika sudah di sajikan baru boleh duduk tapi jangan berebut karna semua akan kebagian"ujar Azura.
"Baik nona"ucap mereka serentak.
__ADS_1
"Kalian kompak sekali"ujar Azura tertawa membuat yang lain ikut tertawa mendengar ucapan Azura.
Azura di bantu warga mengeluarkan semua makanan yang ia bawa dalam wadah besar.setelah semua keluar Azura pun memindahkan semua nya ke atas daun pisang di bantu pelayan.
"Ok semua sudah tersaji jangan heran makanan ini kami dari rumah yang memasak nya mungkin baru pertama kali kalian lihat tapi aku yakin kalian akan menyukai nya,silahkan duduk berbaris di depan makanan nya berhadapan agar kita semua sama-sama makan"jelas Azura lagi di angguki mereka segera mengambil tempat duduk.
Azura juga duduk bersama yang lain nya ikut bergabung dengan warga membuat mereka yang melihat tersenyum tipis karna terlihat orang yang cukup terkenal di kekaisaran ini tidak sungkan duduk bersama mereka.
"Hei kenapa kalian malah melihat kami begitu jangan segan dan santai saja kita sama-sama manusia jadi di mata tuhan kita semua sama saja"ujar Azura.
"Baik nona"ucap mereka.
"Ck aku sudah seperti guru saja menjelaskan banyak mari makan bersama"ajak Azura di angguki mereka.
Mereka pun makan bersama dengan semangat apalagi makanan nya begitu enak membuat mereka makan dengan lahap,hal itu membuat Azura tersenyum tipis melihat nya ia bersukur cincin dimensi yang ia buat ikut bersama nya juga mungkin ini lah maksud agar ia bisa membantu mereka yang membutuhkan.
"Bagaimana rasa nya enak bukan"tanya Azura.
"Haha kalau begitu mari nikmati makanan nya bersama"ujar Azura tertawa pelan.
Azura sesekali menyuapi baby Zora yang duduk diam disamping nya dengan makanan yang memang ia bawa khusus untuk baby Zora.
"Sena bagikan minum yang ada di kardus itu pada mereka satu persatu"perintah Azura karna kebetulan kardus itu ada di samping Sena.
"Baik nona"ujar Sena akan berdiri.
"Tidak perlu berdiri Sena buka saja dan bagikan pada satu di samping mu ia akan memberi nya pada orang di samping nya sampai yang di ujung sana kebagian"jelas Azura di angguki Sena segera melakukan apa yang Azura katakan.
"Silahkan di minum itu juga minuman dari rumah ku semoga kalian suka juga"ucap Azura pada mereka setelah semua kebagian.
"Terimakasih nona"ucap mereka semua di angguki Azura.
Siang itu mereka semua duduk santi di atas tenda sambil berbincang sedangkan anak-anak bermain tak jauh dari mereka tak kecuali Zian yang ikut bergabung kalau baby Zora sudah tidur di pangkuan Azura.
__ADS_1
"Di sini tidak ada yang menanam padi tapi gandum bukan aku rasa menanam padi di sini akan cocok juga mengingat air di sini juga dekat dan mengalir cukup deras"ucap Azura.
"Padi apa itu nona"tanya kepala desa heran.
"Yang tadi kita makan adalah nasi dari padi yang aku katakan paman nasi akan membuat kita lebih kenyang di bandingkan gandum"jelas Azura.
"Nona benar nasi itu juga lebih enak dari gandum"ucap kepala desa.
"Apa cara menanam nya sama nona"tanya kepala desa.
"Berbeda paman,aku akan ke sini besok untuk membantu kita akan menanam padi di sini tapi sebagai percobaan dulu sekalian menjelaskan nya dan bagaimana cara nya hingga panen jika sudah panen terserah paman dan yang lain nya mau menanam apa"ucap Azura.
"Apa nona tidak akan keberatan jika kotor"tanya kepala desa itu ragu.
"Paman tenang saja begini-begini saya juga pekerja keras"ujar Azura tertawa pelan agar tak membangunkan Zora.
"Seperti nya perkataan putri benar kita coba saja di sini dulu kalau berhasil kalian bisa menanam nya jika di jual itu akan lebih menguntungkan kalian apalagi di kekesairan ini belum ada yang tahu"jelas ayah Aron.
"Baiklah nona kami akan mencoba nya"ujar kepala desa itu di angguki mereka semua.
"Besok aku akan jelaskan juga bagaimana memasak nya jadi besok sebelum aku ke sini kalian bisa siapkan tungku dan peralatan lain nya untuk memasak nasi itu tapi aku saran kan agar yang lebih besar agar kita bisa memasak banyak dan makan bersama lagi"ucap Azura langsung di angguki mereka semua.
"Seperti nya sudah akan sore kami kembali dulu besok kami ke sini lagi"ujar Azura lagi.
"Baik nona"ucap mereka berdiri karna Azura sudah berdiri.
"Sena bagikan gandum dan makanan yang kita bawa untuk mereka semua"perintah Azura.
"Tentu nona"ucap Sena segera melakukan tugas nya di bantu pelayan lain.
"Ingat jangan berebut semua akan kebagian"ujar Azura saat melihat mereka mulai mengerumungi kereta kuda.
"Iya nona"ucap mereka segera berbaris rapi membuat Azura mengangguk puas melihat nya. Azura memang membawa gandum yang sudah berada di dalam plastik langsung juga beberapa macam jenis kue kering untuk semua warga yang ia ambil dari cincin nya.
__ADS_1