Aku Menjadi Permaisuri

Aku Menjadi Permaisuri
Bab 23


__ADS_3

Setelah hari itu Azura sering datang ke pedesaan itu untuk membantu mereka di sana membuat para warga desa senang dengan kedatangan Azura bahkan tak segan turun tangan langsung bersama mereka. Berita itu telah menyebar ke kekaisaran jika Azura membantu mereka yang gagal panen bahkan ia juga memberi kan mereka koin untuk membayar pajak agar para warga tidak tertekan karna pajak tersebut.


Dua hari lagi pesta di kerajaan untuk merayakan panen akan segera berlangsung namun Azura santai saja tidak tertarik untuk ke istana ia lebih tertarik pergi berpesta bersama warga.


"Azura apa kau sudah memiliki gaun yang akan kau pakai ke pesta kerajaan besok malam nak"tanya ayah Aron pada Azura yang duduk di depan nya sembari mereka mengawasi baby Zora yang bermain kejar-kejar an bersama Zian.


"Aku tidak mau ke istana ayah aku akan merayakan nya bersama para rakyat saja bukan kah akan lebih menyenangkan"ujar Azura.


"Undangan dari kaisar sudah datang ke kediaman kita Zura jadi kita harus pergi untuk menghargai nya jika tidak kita sama saja akan menentang nya"jelas ayah Aron.


"Haiss kenapa di sini ribet sekali untuk hidup ayah"dengus Azura.


"Di sini memang sudah begitu Zura peraturan dari leluhur nak"jelas ayah Aron di angguki mengerti oleh Azura.


"Iya ayah kami akan ikut"ucap Azura.


"Ayah ke kamar lebih dulu untuk istirahat kalian juga jangan lama-lama lagi di sini"ujar ayah Aron berdiri dari duduk nya.


"Baik yah"ucap Azura tersenyum tipis.


Setelah ayah Aron pergi ke kamar nya Azura menatap kedua anak itu yang kini berjalan ke arah nya dengan nafas memburu.


"Lelah bukan"ucap Azura terkekeh.


"Mom capek"ujar Zora merebahkan tubuh mungil nya di atas karpet.


"Maka nya jangan berlarian begitu"ucap Azura.


"Ayo ke kamar sekarang tidur sudah malam"ucap Azura mengangkat baby Zora ke kamar nya di ikuti Zian dari belakang.


"Nah ganti baju dulu biar tidur nya enak"ujar Azura memberikan baju tidur untuk Zian.


"Kak mau susu hangat"ujar Zian mengganti baju nya.

__ADS_1


"Mau cucu mom"ujar Azora juga.


"Tunggu di sini jangan keluar lagi Ok"ucap Azura di angguki kedua nya.


Azura berjalan ke dapur untuk membuat susu hangat pada kedua nya tak lama ia kembali memberikan nya satu persatu pada kedua nya.Setelah mereka minum Azura pun mengajak kedua nya ke atas ranjang untuk tidur.


Pagi hari yang cerah Azura membawa Zian dan Zora jalan-jalan pagi sekitar kediaman mereka,sudah banyak persiapan yang di lakukan oleh rakyat menyambut pesta nanti malam bahkan tamu dari kerajaan lain nya juga sudah banyak yang berdatangan.


"Selamat pagi permaisuri Azura"ucap seorang wanita menghampiri Azura yang sedang menikmati matahari pagi.


"Ohh salah maksud saya nona Azura saya lupa jika nona bukan lagi permaisuri kerajaan ini"ucap nya dengan senyum tipis.


"Selamat pagi juga nona maaf kan aku seperti nya aku tidak mengenal mu nona kalau boleh tau nona ini siapa"tanya Azura santai tanpa terpengaruhi sedikitpun ucapan wanita di depan nya.


"Anda tidak mengenal nona aku putri Riana dari kerajaan Tengah"ucap putri Riana.


"Oh begitu maafkan saya putri tapi saya benar-benar tidak mengenal anda apa karna saya yang kurang bergaul hingga tak mengenal anda tapi kenapa anda justru mengenal saya apa saya begitu terkenal ya".ucap Azura terkekeh sendiri.


"Mommy".panggil Azora berlari di kejar Zian dari belakang nya.


"Kami pergi dulu putri jalan-jalan kami belum selesai"ujar Azura tanpa menunggu jawaban dari putri Riana ia segera berlalu dari sana menggandeng tangan Zora.


"Dia sombong sekali"ucap putri Riana kesal.


"Lebih baik kita lanjutkan lagi putri"ucap pelayan yang mengikuti putri Riana.


"Kau benar aku tidak mau merusak reputasi ku di sini hanya karna wanita itu"dengus putri Riana kembali mengontrol emosi nya agar tidak meledak.


Azura sendiri yang sudah menebak kelakuan putri Riana hanya menggeleng kepala bagi nya menghadapi manusia seperti itu bukan lah hal yang besar cuma memancing emosi orang itu maka tak lama kelakuan nya yang sebenar nya akan terungkap juga.


"Kak kita mau kemana"tanya Zian menggandeng tangan Zora.


"Kita keliling saja dulu bagaimana"ajak Azora.

__ADS_1


"Iya kak sekalian kita beli bakpau ya kak Zian mau makan itu"ujar Zian di angguki Azura.


Sepanjang Azura tersenyum tipis menatap para rakyak yang begitu antusias untuk nanti malam mereka semua terlihat sibuk menghias rumah dan juga jalanan dengan pernak pernik untuk meramaikan pesta.


"Selamat pagi nona cantik"sapa seseorang pada Azura.


"Ohh selamat pagi tuan Dave"ujar Azura juga tersenyum.


"Anda mau kemana nona"tanya Dave.


"Cuma berkeliling tuan mengajak anak saya dia suka di ajak jalan-jalan"ujar Azura.


"Kebetulan sekali nona say juga ingin jalan-jalan tapi tidak memiliki teman boleh kan saya ikut bergabung dengan nona"tanya Dave.


"Silahkan saja tuan"ucap Azura mengangguk.


"Saya mendengar dari warga jika nona membantu warga desa sebelah yang gagal panen"ujar Dave.


"Anda terlalu berlebihan tuan saya hanya sedikit membantu mereka saja"ucap Azura.


"Mereka mengatakan jika nona memberi mereka bibit pengganti Gandum sebagai makanan pokok"ucap Dave.


"Benar tuan karna saya juga sudah mencoba nya maka dari itu saya menyarankan pada mereka untuk menanam nya"ucap Azura.


"Kalau boleh tau dari mana nona mendapatkan bibit itu"tanya Dave.


"Saya tidak sengaja menemukan nya di hutan tuan"ucap Azura terpaksa berbohong.


"Kalau nanti hasil panen mereka bagus boleh saya meminta bibit dari padi yang nona tanam"tanya Dave.


"Saat ini saya tidak bisa menjawab tuan karna sekarang bibit itu sudah di gunakan oleh warga jadi saya tidak bisa menjanjikan nya karna harus di bicarakan lebih dulu bersama mereka anda tahu jika desa itu beberapa tahun ini gagal panen jadi saya memang menyaran kan pada mereka untuk tidak memberikan bibit itu pada siapa pun dulu untuk panen pertama ini jika hasil nya bagus mereka mungkin akan menanam padi keseluruhan di sana untuk di jual juga agar desa itu juga penghasilan nya meningkat"jelas Azura.


"Nona cerdas juga aku yakin di tangan nona desa itu akan cepat berkembang"ujar Dave.

__ADS_1


"Semoga saja tuan saya hanya ingin membantu perekonomian mereka saja agar lebih baik"ucap Azura di angguki Dave tersenyum tipis menatap Azura.


__ADS_2