Aku Menjadi Permaisuri

Aku Menjadi Permaisuri
Bab 18


__ADS_3

"Kita kemana lagi kak"tanya Zian setelah mereka selesai menghabiskan makanan mereka.


"Zora sudah tidur bagaimana kalau kita kembali saja"ucap Azura.


"Iya kak Zian juga sudah mengantuk"ujar Zian.


"Kau masih kuat berjalan hingga ke rumah"tanya Azura.


"Kuat kak Zian kan lelaki yang kuat agar bisa menjaga kakak"ujar Zian cepat membuat Azura tertawa mendengar nya.


"Ok anak kuat ayo kita lanjut jalan pulang ke rumah"ucap Azura berdiri dari duduk nya begitu juga dengan Zian.


"Nona jika lelah kita bisa menyewa kereta kuda"ujar Ric.


"Kita jalan saja seperti nya akan menyenangkan untuk berjalan sekalian olahraga"ucap Azura.


"Baik nona"ucap Ric mengangguk mengikuti Azura berjalan dari belakang.


"Bukan kah kerjaan ini termasuk makmur kenapa masih banyak orang yang tinggal begitu dari tadi juga aku melibat banyak anak-anak yang mengemis"tanya Azura pada Ric.


"Mungkin keluarga mereka gagal panen nona karna memang begitu jika gagal panen keluarga mereka tidak memiliki apapun untuk di jual kembali belum lagi pembayan pajak yang sekarang lumayan tinggi membuat mereka susah begitu"jelas Ric.


"Bukan nya tak lama akan pesta panen"tanya Azura.


"Benar nona kerjaan kita akan tetap melakukan pesta perayaan panen walaupun ada beberapa petani yang mengalami gagal panen"jelas Ric.


"Apa mereka yang gagal panen juga akan tetap membayar pajak"tanya Azura.


"Gagal atau tidak nya pajak tetap di bayar seperti yang sudah di sepakati dari awal nona"jawab Ric.


"Kasihan sekali mereka yang gagal panen itu makan saja mereka terlihat begitu kesusahan di tambah harus membayar pajak"ucap Azura pelan.


"Berapa keluarga yang gagal panen"tanya Azura lagi.


"Seperti nya sekitar dua puluh lebih nona mengingat semua warga di sini yang memang keseluruhan bertani,kerajaan kita yang subur jadi bahan pokok di sini tumbuh dengan baik dari sini pemasokan bahan makanan untuk keluar kerajaan juga nona bisa di katakan kerajaan luar membeli bahan makanan mereka dari kerajaan kita"jelas Ric.

__ADS_1


"Jadi bisa di katakan jika kerajaan ini pusat nya untuk seluruh kerajaan di luar"ucap Azura.


"Benar nona"ucap Ric.


"Kalau begitu sudah jelas pendapatan di kerajaan ini tinggi juga tapi kenapa masih banyak orang yang mengemis di jalanan"ucap Azura.


"Masalah ini tidak sesederhana yang nona katakan semua itu sudah di atur oleh kaisar dan para menteri mereka yang menetapkan pajak"ucap Ric.


"Kau benar mereka yang menetapkan pajak dengan nilai tinggi tanpa mereka lihat bagaimana banyak orang yang menderita di buat nya"ucap Azura kesal sendiri dan Ric memilih diam.


"Besok kita akan menemui mereka yang gagal panen untuk memberikan sumbangan pada mereka setidak nya kita membantu mereka untuk bisa makan"ucap Azura.


"Baik nona"ucap Ric mengangguk.


Perjalanan mereka pun terus berlanjut hingga mereka tiba di rumah Azura membawa Zora dan Zian ke kamar nya untuk istirahat setelah itu ia keluar dari sana menemui sang ayah.


"Di mana ayah"tanya Azura pada salah satu pelayan.


"Tuan ada di ruang kerja nya nona"ucap pelayan itu di angguki Axella.


"Baik nona"ucap Ric segera melakukan tugas nya.


Azura pun melangkah menuju ruang kerja sang ayah.


Tok tok tok


"Ayah ini aku Zura apa aku boleh masuk"ucap Azura.


"Masuk lah"ucap ayah Aron dari dalam.


Azura masuk ke dalam dan melihat sang ayah yang sibuk.


"Ayah sedang mengerjakan sesuatu"tanya Azura duduk di depan sang ayah.


"Hmm ayah ingin membuat surat pensiun karna ayah tidak mau lagi jauh dari kalian"ucap ayah Aron.

__ADS_1


"Ide yang bagus ayah Zura juga memang berpikir begitu"ucap Azura.


"Kalau ayah tidak bekerja kita tidak akan memiliki banyak penghasilan lagi jadi kita akan mulai mengurangi pengeluaran kita"jelas ayah Aron membuat Azura terkekeh mendengar nya.


"Ayah tidak perlu memikirkan nya kita tidak akan kekurangan apapun sama sekali ayah lupa jika Zura memiliki cincin ini"ucap Azura.


"Walaupun begitu akan tetap habis bukan Zora masih kecil jadi pikirkan juga masa depan nya ayah tidak mau nanti nya kalian susah"jelas ayah Aron.


"Ayah tenang saja isi nya tidak akan pernah habis"jawab Azura.


"Untuk apa menemui ayah apa ada hal yang penting"tanya ayah Aron di angguki Azura.


"Saat kami pulang tadi Zura melihat banyak pengemis di pinggir jalan ayah Ric berkata jika mereka adalah orang-orang yang gagal panen bukan"ucap Azura dengan wajah yang serius.


"Benar mereka memang orang-orang yang gagal panen sudah biasa begitu di sini tapi mereka akan memulai kembali dari awal"ujar ayah Aron.


"Aku juga tahu ayah tetapi sebelum panen mereka akan memakan apa belum lagi juga mereka harus membayar pajak ke kerajaan"ucap Azura.


"Apa yang ingin kau lakukan nak"tanya ayah Aron langsung.


"Zura berencana besok akan menemui mereka ayah memberi mereka bantuan agar mereka tidak perlu mengemis begitu lagi kasihan mereka kebayanyakan dari mereka orang tua yang lanjut usia dan anak-anak kecil"jelas Azura.


"Apa kau yakin nak ayah sudah tidak bekerja lagi"ujar ayah Aron.


"Yakin ayah"ucap Azura mantap di angguki ayah Aron.


"Baik lah jika begitu keinginan mu ayah senang mendengar nya jika kau mau membantu mereka"ucap ayah Aron tersenyum tipis.


"Apa kita tidak bisa untuk mengusulkan pada kerajaan untuk pengurangan pajak ayah agar tidak terjadi lagi seperti ini"tanya Azura membuat ayah Aron menghela nafas.


"Memang bisa nak tapi mereka yang berkerja di perusahaan tidak akan setuju ayah sudah pernah mengatakan nya juga namun tidak di terima oleh mereka karna yang mereka lihat adalah setiap panen kerajaan akan melimpah mereka tidak peduli pada petani yang gagal panen"jelas ayah Aron.


"Ayah tahu apa yang kau pikirkan saat ini kita hanya bisa membantu mereka karna akan percuma jika mengatakan nya pada pihak kerajaan resiko nya juga begitu tinggi para menteri itu tidak akan diam mereka bisa saja melakukan apapun untuk mencapai tujuan mereka"tambah ayah Aron.


"Berarti mereka hanya ingin mendapatkan hasil nya saja tanpa ingin bekerja"ucap Azura di angguki ayah Aron.

__ADS_1


"Bukan nya ayah tidak mendukung mu ayah pasti akan mendukung mu jika itu dalam kebaikan tapi kau yang akan menjadi sasaran mereka ayah tau kau akan bisa menjaga diri mu tapi sekarang ada Zora juga nak jadi jangan bertindak gegabah"ucap ayah Aron membuat Azura menghela nafas kasar mendengar nya yang memang benar adanya.


__ADS_2