Aku Yang Kamu Buang

Aku Yang Kamu Buang
Menjelang Persalinan


__ADS_3

Di dalam kamar, Kyra mengerang kesakitan. Bulir keringat dingin membasahi dahi. Sudah dari 2 jam lalu dia merasakan perut kram dan mengencang, namun sebentar hilang, sebentar datang. Saat ini kram di perut berubah menjadi rasa sakit, mulut Kyra tak henti mendesis.


"Ya Tuhan, sakit sekali. Apa aku akan melahirkan sekarang? Tapi perkiraan dokter masih 5 hari lagi aku melahirkan," ucap Kyra bermonolog sendiri. Dia mengumpulkan sisa tenaganya dan berjalan ke meja samping tempat tidur untuk menekan tombol yang terhubung ke ruang bawah. Jika berteriak pun tidak akan ada yang mendengar. Sedangkan untuk berjalan dia sudah tidak kuat.


Bi Mur yang mendengar alarm berbunyi, dia lekas menuju kamar atas. Pasti majikannya membutuhkan sesuatu.


Tok ... tok ....


"Non, ini Bibi. Non ada perlu sesuatu?" Bi Mur masih berdiri di depan pintu.


"Masuk, Bi!" Suara Kyra sudah terdengar parau. Bi Mur segera masuk dan terkejut melihat Kyra duduk di bawah dengan bersandar di sisi meja.


Kyra nampak meringis menahan sakit, kedua tangannya mengelus perut.


"Non, ya Tuhan, Non mau melahirkan?" Bi Mur berjongkok di depan Kyra.


"Perutku sakit, Bi," keluh Kyra.


"Ini sudah waktunya Non melahirkan. Bibi panggil Tuan Kai, sebentar!" Bi Mur tergopoh-gopoh keluar untuk mencari Kai.


"Tuan! Tuan!" Karena tidak tahu di mana Kai, dia berteriak memanggil. "Kalian, tolong bantu cari Tuan Kai, Nona Kyra mau melahirkan!" Bi Mur meminta pengawal untuk membantu mencari Kai.


"Tuan masuk ke ruang kerja, biar aku panggil. Bibi kembali dan jaga Nona." Salah satu pengawal itu bergegas pergi.


Pengawal mengetuk pintu ruang kerja. Setelah mendapat mandat, pria itu membuka pintu. "Tuan, maaf. Saya di suruh panggil Tuan karena Nona mau melahirkan."


"Apa?!" Kai langsung berdiri dan melesat ke kamarnya. Di kamar, Kyra masih dalam posisi sama dengan ditemani Bi Mur.


"Kyra ...!"


"Kai, sakit sekali. Perutku sakit, Kai," adu Kyra dengan wajah pucat pasi. Dua kaki dalam posisi melebar terdapat cairan bening. Kai tertuju pada cairan itu. Kyra benar-benar akan melahirkan sekarang.


Kyra menundukkan pandangan, melihat apa yang dilihat Kai. "Maaf, aku gak tahu, tiba-tiba aku ngompol," ucapnya sambil meringis. "Kalau jijik, tolong ambilkan selimut biar tanganmu tidak basah."

__ADS_1


Kai melongo mendengar perkataan Kyra. Wanita yang menjadi istrinya itu kesakitan tetapi masih bisa berpikir seperti itu. Bahkan dia sendiri panik jika tidak segera membawanya ke rumah sakit, dia tidak memikirkan rasa jijik.


"Non, tidak ngompol. Itu namanya air ketuban, yang artinya Nona akan segera melahirkan," sela Bi Mur.


Kai tidak menghiraukan air apa yang keluar, dia segera mengangkat tubuh Kyra untuk di bawa ke rumah sakit. Di perjalanan, dia sangat panik, tapi tidak tahu harus bagaimana. Dalam hati sangat kasihan melihat Kyra mengerang kesakitan, juga dengan tubuh banjir keringat. Hanya berdoa dalam hati.


'Tuhan, lindungi Kyra. Jangan sampai terjadi sesuatu buruk dengannya.'


"Hei, cepat!" Kai menyentak sopir yang di anggap lelet.


"Di depan sedang ada polisi patroli, jadi banyak mobil yang berhenti, Tuan."


"Tabrak saja mobil yang tidak mau minggir! Ini keadaan darurat. Lihatlah, Kyra hampir pingsan!" marahnya.


"Ini memang darurat Tuan, tapi kita harus memikirkan keselamatan juga."


"Astaga, manusia bodoh! Kenapa kau berpetuah dikeadaan genting seperti ini. Turun sekarang juga, kamu dipecat!" ucap Kai emosi.


"Sa-saya dipecat, Tuan? Apa salah saya?!"


"Kau tidak tahu, aku sedang panik, Kyra, tapi Aji tidak becus! Dia lelet dan bodoh. Harusnya salip saja mobil-mobil itu, kalau menghalangi jalan, tinggal ditabrak."


Kyra tidak lagi menanggapi karena dia tahu tidak akan ada ujung jika berdebat dengan Kai. Selain itu, rasa mulas di perut sudah semakin sering. Dia berulang kali menghirup udara dan membuang secara perlahan, tapi rasa mulas itu membuatnya terus-terusan mengerang. Suatu cairan kembali merembes keluar.


"Kai, darah! Apa aku akan melahirkan sekarang juga, Kai?"


"Jangan Kyra! Tunggu sebentar, kita akan sampai di rumah sakit."


"Rasanya sakit dan mulas sekali, Kai. Sepertinya mau keluar sekarang."


"Jangan dikeluarkan sekarang. Tahan! Tolong tahan!"


Melihat Kyra mengerang sambil menangis, membuat Kai semakin khawatir tingkat tinggi. Pria itu justru terlihat frustasi. Ingin juga menangis karena tidak tega melihat Kyra dengan keadaan kesakitan. Apalagi wajah Kyra sangat pucat. Begitu juga putih yang dikenakan sudah kotor dengan darah. Dia takut Kyra akan ...

__ADS_1


"Jangan mati, Kyra. Kamu harus bertahan."


"Cepat Aji! Lajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal!"


'Kecepatan maksimal kalau kita berada di sirkuit balap mobil, Tuan. Masalahnya ini di jalan umum, bagaimana harus berkecepatan tinggi, bisa-bisa terjadi kecelakaan beruntun.'


Aji, sang sopir tetap konsentrasi. Meski Kai tak henti menyentak, tetapi keselamatan semuanya yang utama. Meski dia sendiri panik melihat nona mudanya, tetapi dia berusaha fokus.


Sekitar 15 menit, mobil itu sudah terparkir di depan rumah sakit. Perawat datang berhamburan karena Kai berteriak kepada mereka.


Saat itu Kyra sudah lemas tak bertenaga, hanya mampu menggerakkan bibir untuk mengucap istigfar.


Dokter obgyn sudah siap untuk membantu Kyra melahirkan. Kai yang tidak ikut masuk hanya berjalan mondar-mandir di depan pintu ruang bersalin.


Selang beberapa saat pintu ruangan terbuka. Kai gegas mendekat. "Kyra sudah melahirkan?"


"Belum, Tuan. Nona masih pembukaan ke-8 tapi sekitar 30 menit lagi Nona sudah siap melahirkan. Tuan bisa mendampingi."


"Kata Kyra tadi sudah mau keluar, ternyata belum?"


Dokter itu tersenyum. Tidak terlihat panik, mungkin karena sudah biasa membantu proses persalinan. "Belum, kurang 2 pembukaan lagi, perkiraan 30 menitan."


Kai menghela napas panjang. Atas arahan dokter, pria itu ikut masuk ke dalam dan akan menemani Kyra melahirkan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Anaknya cowok atau cewek ya? Yang minta Kyra bahagia, tenang saja, nanti akan ada masanya Kyra terlepas dari Kai. Tunggu saja.


Jangan lupa, like, komen dan vote. Terima kasih.


__ADS_2