Aku Yang Kamu Buang

Aku Yang Kamu Buang
Lahirnya sang Pewaris


__ADS_3

Badan Kai serasa lemas tak bertenaga, tulang-tulang seperti tercabut dari badannya. Sungguh, mendampingi wanita bersalin lebih mengerikan daripada melihat hantu kepala buntung ataupun poci. Kai bergidik ngeri sekaligus ngilu, melihat perjuangan Kyra mengeluarkan bayi mereka.


Darah yang keluar dari organ vit al Kyra begitu banyak membuat Kai sangat lemas. Pria itu luruh ke lantai dengan pandangan kosong. Beberapa detik lalu benar-benar lebih menegangkan daripada menaiki rollercoaster tertinggi di dunia. Kai mengusap wajah kasar.


Dia menoleh saat suara tangis bayi yang dilahirkan Kyra memekakkan telinganya. Bayi yang menjadi perekat hubungan mereka selama 1 tahun terakhir.


"Tuan, selamat, bayi Anda perempuan. Dia sangat cantik seperti ibunya. Tapi, wajahnya juga begitu mirip dengan Anda." Seorang perawat menggendong bayi mungil lalu mendekat untuk menunjukannya pada Kai.


Kai menguasai diri dan segera bangkit. Tatapan matanya fokus melihat pada bayi mungil itu. Benar yang dikatakan perawat, bayi itu mirip dengannya. Namun, garis pipi dan bibirnya mirip dengan Kyra. Perpaduan yang sangat sempurna.


"Silahkan mengumandangkan azan untuk putri Anda." Perawat itu memberikan sang bayi pada Kai, namun pria itu nampak ragu untuk menggendong. Seumur dia belum pernah menggendong bayi baru lahir. Dia takut bila bayi itu terjatuh.


"Apa harus?" tanyanya.


"Anda orang islam, umumnya bayi baru lahir langsung didengarkan suara azan di telinga kanan dan iqamah di telinga sebelah kiri," jelas sang perawat.

__ADS_1


"Tapi saya takut untuk menggendong bayi itu," ucap Kai jujur.


"Tidak apa Tuan. Saya akan bantu untuk memindahkan ke tangan Anda."


Berkat setengah paksaan dari perawat, akhirnya Kai mau menggendong bayi itu dan mulai mengumandangkan azan, beserta iqamah. Semua menjadi pengalaman pertama yang membingungkan sekaligus membahagiakan.


Sudah selesai, Kai mengembalikan bayi itu pada perawat untuk dibersihkan dan dibawa ke ruang khusus bayi.


Di atas brankar, mata Kyra terpejam rapat. Wanita itu terpejam bukan cuma kelelahan, namun Kyra pingsan karena banyak mengeluarkan darah.


"Tidak apa, Tuan, kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan. Semoga, setelah mendapat transfusi darah, Nona bisa segera siuman," terang dokter.


Kai mengangguk dan memutuskan untuk keluar ruangan. Di dalam seolah sangat sempit, hingga dia membutuhkan ruang lain untuk menghirup udara segar.


Saat keluar, dia disambut oleh Bagus dan Hana dengan wajah paniknya. Bahkan langsung memberondong dengan pertanyaan.

__ADS_1


"Anakku perempuan, Mi. Dia sedang dibersihkan oleh suster. Kalau Kyra ... dia tidak sadarkan diri karena banyak mengeluarkan darah. Kata dokter, nanti sesudah transfusi darah, Kyra akan segera sadar."


"Syukur Alhamdulillah, Kyra dan bayinya selamat. Tidak terjadi apa-apa. Selamat ya, Kai, kamu sudah menjadi seorang Daddy," ucap Hana.


"Kamu sudah resmi menyandang gelar ayah. Tanggung jawabmu bukan Kyra saja, tapi putrimu juga. Mudah-mudahan dengan lahirnya pewarismu, kamu dan Kyra semakin dewasa dan bisa menjadi orang tua yang baik," timpal Bagus mengucap selamat sekaligus mendoakan.


"Amiin. Makasih, Mi, Pi," balas Kai dengan memeluk Bagus dan Hana secara bergantian.


Pintu ruangan terbuka, ternyata perawat keluar dengan menggendong bayi mungil tadi. Hana menyambut dengan antusias, langsung menggendong cucu pertamanya. "Cucu Oma, cantik dan lucu banget," ucapnya.


Bagus ikut mendekat dan menatapi bayi itu. Bibirnya menyungging senyum bahagia. Kemungkinan setelah ini rumah tangga Kai dan Kyra akan semakin rekat dengan hadirnya buah hati mereka yang cantik dan menggemaskan.


"Kamu sudah ada nama untuk anakmu, Kai?" tanya Hana.


"Nanti saja nunggu Kyra sadar." Kai duduk di kursi tunggu. Setelah Kyra siuman, apakah Kyra akan sungguh-sungguh melayangkan gugatan cerai. Harusnya tidak! Dan jangan sampai itu terjadi. Melihat bayi mungil mereka, dia tidak akan membiarkan bayi itu bernasib buruk karena perpisahan kedua orang tuanya. Dia akan mengupayakan agar Kyra tetap bertahan.

__ADS_1


Semoga, setelah dia bisa menghilangkan rasa bersalahnya terhadap Revan, dia bisa mengakui perasaan yang sesungguhnya kepada Kyra, dan semoga pernikahan mereka akan berubah bahagia juga harmonis.


__ADS_2