Aku Yang Kamu Buang

Aku Yang Kamu Buang
Ini Belum Apa-Apa


__ADS_3

Wajah Kai jelas sekali sedang kebingungan. Bagus menatap tajam ke arah putra semata wayangnya untuk menunggu jawaban.


"Kyra ... belum tahu, Pi," jawabnya takut-takut karena sudah jelas dia berbohong.


'Kamu masih berbohong walau semua sudah terungkap, Kai!' batin Bagus.


"Kalau Kyra sampai tahu, apa yang akan kamu lakukan, Kai? Tapi apa kamu yakin dia belum tahu? Skandal mu pasti muncul juga di televisi."


Kai menunduk dalam, dia pun bingung harus jujur bahwa Kyra sudah pergi dari beberapa hari lalu atau masih meneruskan akting berbohong. Astaga, benar-benar tersudutkan.


"Mami sedang menuju rumahmu, dia ingin menemui Kyra."


Deg! Kai langsung terperanjat. "Ma-Mami ke rumah?"


"Kamu kenapa kaget? Harusnya senang, Mami bisa menemani Kyra sewaktu-waktu nanti dia syok lihat pemberitaan di televisi." Bagus sengaja terus-memerus menyudutkan Kai.


"Kai, kamu ingat! Walau kamu putra Papi, tapi Papi tidak akan tinggal diam kalau kamu membuat kesalahan dengan menyakiti Kyra. Perjanjian perjodohan dengan Kyra waktu itu masih berlaku sampai kapanpun. Hak waris semua akan dicabut kalau kamu dan dia sampai berpisah."


Jantung Kai berdebar tak karuan. Perkataan Bagus benar-benar membuatnya tak bertenaga. Apa yang ditakutkan dari kemarin, hari ini terjadi juga. Bahkan Kyra sudah mengajukan gugatan cerai ke pengadilan. Bagaimana dia akan menjelaskan. Pria itu mengusap wajah dengan gerakan kasar.


"Tap-tapi, Pi ...."


"Tapi apa?!"


Kai membuang tatapan, menghela napas panjang. "A-aku dan Kyra ...."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Kyra sudah dari 2 Minggu lalu mengajukan gugatan cerai."


"Apa?" Bagus pura-pura terkejut, padahal dia sudah tahu. "Kyra mengajukan gugatan cerai? Kenapa? Apa jangan-jangan sebenarnya Kyra sudah lebih dulu tahu tentang skandal mu dengan wanita murahan itu?!" tukasnya.


Kai mengangguk lemah dan pasrah.


Emosi Bagus seolah kembali membara, pria itu mendekati Kai dan tiba-tiba melayangkan tinjuan. Walau umurnya sudah kepala lima, namun tenaganya masih cukup kuat.


"Argh!" Kai merintih. Rasa pedih dari tamparan Bagus tadi belum hilang, kini ditambah menerima tinjuan dengan keras, seketika ujung bibirnya robek dan mengeluarkan cairan merah.


"Dengar! Bukan hanya wanita murahan itu yang akan Papi haramkan menginjak kantor Wiratama, tetapi kamu juga, Kai!"


Bagai tersambar petir di siang bolong, Kai memelototkan mata. Pernyataan Bagus membuatnya sangat terkejut. Secepat ini dia harus kehilangan semuanya.


"Pi, Papi ngomong apa? Ini tidak sungguhan, kan, Pi? Papi tidak bisa semudah itu mencabut jabatan Kai. Enggak, Pi!"


"Satu hal lagi, kamu juga harus angkat kaki dari rumahmu sendiri. Semua fasilitas akan Papi cabut. Kecuali uang tabunganmu."


"Pi, aku anakmu, Papi tidak bisa seperti ini. Kenapa hanya gara-gara Kyra menggugat cerai, Papi tega mengambil semuanya. Bahkan aku dan Kyra belum resmi bercerai, pihak pengadilan tidak akan mengabulkan gugatan Kyra. Papi tidak bisa begini!" Kai bangkit mendekati Bagus. "Kai mohon Pi, beri Kai kesempatan untuk mencari Kyra."


"Mencari?! Apa maksud kamu mencari Kyra?!" desak Bagus.


Kai berlutut di hadapan Bagus. Pria itu meminta pengampunan. "Maafkan, Kai, Pi." Kai akhirnya memberitahu bahwa Kyra sudah pergi dari rumah. Bahkan dia juga tidak tahu Kyra pergi ke mana. Meski Bagus sendiri yang membantu Kyra keluar dari rumah anaknya, tetapi Bagus berakting tidak tahu dan juga pura-pura terkejut.


'Papi tidak bisa tinggal diam atas perlakuanmu pada Kyra juga Kaina, Kai. Kau harus diberi hukuman atas kesalahanmu!'


__ADS_1


Di tempatnya sekarang, Kyra baru pulang dari supermaket. Wanita itu tersenyum dan menciumi pipi Kaina. Sebentar tak melihat wajah anaknya, dia sangat rindu.


Beberapa hari lalu Kyra mencari orang untuk menjaga Kaina sekaligus membantu membersihkan rumahnya. Kini, ada Bu Idah yang baru bekerja tadi pagi.


"Bu, Kaina rewel enggak?"


"Tidak, Non. Non Kaina anteng banget."


Kyra mengangguk dan tersenyum "Semoga Bu Idah betah kerja di sini, besok aku di suruh interview. Kalau keterima, Senin depan sudah mulai bekerja. Nanti Kaina bakal aku tinggal sama Bu Idah."


"Insya Allah, betah Non. Di rumah juga tidak ada kerjaan, jadi bisa bantu-bantu, Non. Mudah-mudahan Non langsung keterima," doa Bu Idah.


"Aamiin. Terima kasih doanya, Bu."


"Sama-sama, Non. Ibu ke dapur dulu buat simpan barang belanjaan ya, Non."


Kyra mengangguk.


Tak jauh dari tempat duduknya, Kyra meraih remote televisi dan menghidupkan chanelnya. Dia langsung disuguhi pemandangan yang menggemparkan jagat maya dari pagi hari tadi.


"Perusahaan Wiratama mengalami penurunan saham hingga 8 persen. Semua terjadi karena foto dan video yang telah beredar hampir menyeluruh di media publik. CEO bernama Kaisang Adipta Wiratama tengah beradegan panas dengan sekretarisnya bernama Lidia Vilope. Hal ini ...."


Kyra mengangkat sebelah sudut bibir dan tersenyum simpul. 'Ini belum apa-apa, Kaisang Adipta Wiratama. Setelah ini, apakah kamu akan tetap dikenal sebagai CEO di perusahaan Wiratama atau dikenal sebagai sosok pria yang terusir. Selama ini aku terlalu diam dan tidak tega untuk menyakitimu, tapi semua berubah sejak kau malu dan tidak mengakui Kaina sebagai putrimu. Aku melakukan ini demi Kaina, kemarin-kemarin kamu menyakiti Kaina, sekarang, aku, atas nama Kaina yang akan menyadarkanmu bahwa harta dan nama baik bisa hancur dalam sekejap.' Kyra membatin puas.


Yah, dalang dari penyebaran foto itu adalah Kyra Andini. Wanita itu menghubungi salah satu agency reporter dan memberikan berita skandal Kai dan Lidia.


Dari mana Kyra mendapatkan foto dan video? Sewaktu dia memergoki Kai di dalam hotel bersama Lidia. Pada saat itu Kyra lebih dulu mengambil foto dan video dan menyimpan ke ponselnya sebelum Kai menyadari keberadaanya.

__ADS_1


Pada saat itu Kai tidak mencurigai bahwa dia telah mendokumentasikan bukti-bukti skandal itu, hingga kini Kyra memiliki peluang untuk memviralkan foto dan video sekaligus memberi Kai pelajaran.


__ADS_2