Aku Yang Kamu Buang

Aku Yang Kamu Buang
Bimbang


__ADS_3

"Apa kamu sudah siapin nama buat putri kita?" tanya Kai.


"Kaina Naraya Mayumi." Kyra menyebutkan nama lengkap untuk putrinya yang sudah di persiapkan dari jauh-jauh hari. Memang, sebelumya dia tidak tahu jenis kelamin calon anaknya, maka dari itu sebelum menjelang persalinannya, Kyra mencari nama untuk pria dan wanita sekaligus. Salah satunya untuk nama anak perempuan yang dia sebutkan tadi.


Kai menganggukkan kepala, dia tidak keberatan dengan nama yang disebutkan Kyra barusan. Bila namanya Kai, nama putrinya Kaina, bagus juga menurutnya. Ada namanya yang terselip di sana.


Jika Kai menunjukan raut senang, tetapi tidak dengan Kyra, wanita itu diam seribu bahasa dengan menatapi putri kecilnya yang tertidur lelap dalam dekapannya.


Sejenak, hening menyambangi. Tak ada yang bersuara, Kai memandangi Kyra, dan istrinya itu tidak beralih pandang sedikitpun.


"Aku akan menunggu masa nifas selesai, sesudah itu aku akan layangkan gugatan cerai."


Kalimat Kyra, membuat Kai terperanjat. "Kyra ...," panggilannya langsung terpotong dengan suara Kyra.


"Aku mohon, Kai. Lepaskan aku."


"Tidak Kyra!" Kai menolak tegas.


"Kenapa?! Sampai kapan kamu akan memperlakukan aku sebagai tahanan?! Aku lelah Kai, aku ingin bebas, aku ingin keluar dari zona yang kamu buat untuk membentengiku."


"Tidak!"

__ADS_1


"Aku akan tetap berpisah denganmu, meski dengan cara baik atau buruk. Penolakanmu sudah menunjukan jalan yang akan aku pilih."


"Apa maksudmu?" tanya Kai tidak mengerti, tetapi Kyra tidak menjawab.


"Tunggu sampai aku meyakinkan sesuatu, Kyra. Jika keadaan tidak berubah, aku tidak akan menghalangi mu pergi."


"Hatiku sudah terlanjur retak, Kai. Dari awal kita menikah, meski kamu perlakukan aku tidak mengenakan tapi aku tetap diam dan masih bertahan. Namun, sejak hari itu, saat aku tahu skandalmu dengan sekretarismu itu, maka semua pandanganku terhadapmu sudah berbeda." Kyra mengatakannya dengan menunduk, menyembunyikan embun di mata yang membuat penglihatannya kabur. Mengingat Kai melakukan hal tak senonoh dengan Lidia, hatinya seperti di sayat sembilu. Begitu menyakitkan.


Kai terdiam, dia tak pandai membela diri. Seperti tertangkap basah, dia tak bisa beralibi. Menjelaskan apa yang dirasakan begitu sulit, menyangkalpun Kyra sudah melihat perbuatan bejadnya.


"Tapi aku tidak ingin berpisah. Kamu ingat pesan mamamu?" Kai mencoba mengingatkan. "Dia bilang, kita harus bersama sampai kapanpun."


"Itu kalau aku bahagia dan kamu tidak sejahat ini memperlakukan aku. Apa kamu juga ingat, waktu kamu mengucap janji suci dihadapan Allah. Apa kamu ingat, kamu berjanji pada mama untuk menjagaku?" Kyra membalikan fakta.


"Bagaimana dengan dia?" 'Dia' yang Kai maksud adalah putri mereka. Bagaimana masa depan putrinya bila baru dilahirkan tetapi kedua orang tuanya berpisah. "Dia butuh aku juga, sebagai ayahnya," imbuhnya.


Kyra terdiam. Di sini, wanita itu nampak bimbang. Sedari awal dia menggebu untuk berpisah, tetapi dia tidak berpikir akan hal itu.



Lima hari di rumah sakit, Kyra sudah diperbolehkan pulang. Dia hanya di jemput mertuanya karena Kai ada pertemuan dengan rekan bisnis yang tidak bisa dibatalkan.

__ADS_1


"Kaina, sayang, jadi putri tidur nih. Dari tadi merem terus ih." Hana yang menggendong Kaina menciumi pipi cucu pertamanya itu. Bagus yang duduk di kursi depan, samping kemudi, memperhatikan ke kursi penumpang lewat kaca spion.


"Kyra, ada apa? Papi perhatikan, kamu sepertinya sedang memikirkan sesuatu."


"Pi, Mi, Kyra mau tanya, bagaimana kalau Kyra dan Kai berpisah," ucap Kyra lirih.


"Apa?!" Bagus dan Hana serentak memekik terkejut. Bagus langsung menolehi Kyra.


"Kalian ada masalah? Katakan, Kyra. Apa Kai menyakitimu? Ada apa dengan rumah tangga kalian?" Hana mencecar pertanyaan. Beruntung Kaina tidak terganggu dengan kebisingan yang ditimbulkan oleh orang dewasa.


"Kyra, putri kalian baru saja lahir, kenapa tiba-tiba kamu kepikiran hal itu? Apa selama ini kamu tidak bahagia dengan Kai?" Kini berganti Bagus yang bersuara.


Kyra diam. Dia menunduk menyembunyikan risau hatinya. Sebelum ini Kyra telah yakin dengan keputusannya untuk berpisah dengan Kai, tetapi karena kalimat Kai waktu itu yang menanyakan tentang masa depan Kaina membuatnya bimbang. Apakah dia harus mencoba bertahan lagi dengan Kai demi Kaina?


.


.


.


.

__ADS_1


.


Maaf ya baru up. Hayo, bantu Kyra buat yakinin keputusannya. Mau gimana nih? Ayo, sumbang suara🙏🤭 ditunggu komenannya, ya.


__ADS_2