Aku Yang Kamu Buang

Aku Yang Kamu Buang
Memulai dari Awal


__ADS_3

3 hari kemudian.


"Kaina Sayang, ayo, mandi dulu, Nak." Kyra merentangkan tangan untuk menggendong putri tersayangnya.


"Mamamama ...." Kaina mengoceh. Di umur 15 bulan Kaina belum bisa apa-apa, bahkan tubuhnya kurus kecil seolah tak mendapat asupan gizi. Balita itu setiap harinya hanya bisa telentang di atas tempat tidur, hanya bila Kyra menggendongnya, barulah Kaina bisa mendapat udara segar.


Setelah memandikan Kaina, Kyra menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Hanya berdua karena Kyra telah pergi dari istana Kai.


Semua bukanlah hal mudah, tetapi Kyra sudah memutuskan untuk mengubur masa lalu. Kini, dia harus kuat demi Kaina, perjuangan dan hidupnya hanya untuk Kaina.


Tinggal di kota asing, Kyra berusaha mandiri dan merintis hidup dari awal. Rumah kecil yang dibeli dari hasil penjualan rumah warisan almarhum kedua orang tuanya dan rencananya sisa uang itu untuk modal usaha. Meski belum tahu ingin membuka usaha apa, tetapi setidaknya uang itu untuk pegangan selama dia belum memiliki pemasukan.


Sesudah menghabiskan sarapan, mungkin karena Kaina bangunnya terlalu pagi, balita itu justru tertidur lagi. Kyra tersenyum dan membawa Kaina ke kamar. Dia mengambil ponsel dan mencoba mengetik lowongan pekerjaan yang dekat tempat tinggalnya. Siapa tahu saja dia mendapat peruntungan.


Ijasah S1 jurusan desain fashion menjadi satunya benda berharga untuk melamar pekerjaan. Meski belum pernah terjun langsung dalam pengalaman bekerja, tapi dia memiliki nilai dan prestasi bagus. Mungkin dengan bantuan itu dia bisa keterima di salah satu perusahaan di kota S.

__ADS_1


Sesudah mengirim beberapa surat lamaran pekerjaan yang sesuai dengan riwayat pendidikannya, dia menatapi wajah Kaina yang terlelap dalam damai. Air matanya tiba-tiba menetes setiap kali memandangi wajah lugu itu, justru teringat dengan sikap jahat Kai yang tidak menerima Kaina sebagai anak kandungnya.


Dia bersyukur, berkat bantuan Bagus dia bisa pergi dari jerat Kaisang Adipta Wirata. Walau kasus gugatan cerainya mungkin tidak lagi diteruskan, setidaknya dia sudah pergi jauh, dan Kai tidak akan menemukannya. Hingga dia dan Kaina tidak lagi membebani Kai dengan rasa bersalah pada Revan.



Di rumah, Kai sedang dilanda amarah membara. Dia membabi buta menghajar pengawalnya untuk meluapkan kekesalan. Kai yang baru pulang dari perjalanan bisnis dibuat murka mengetahui Kyra pergi. Saat mengecek CCTV, semua pengawal diberi minuman seperti jus, lalu tak lama dari itu mereka semua tak sadarkan diri. Bahkan dari rekaman CCTV Kyra pergi taksi online yang sudah menunggu di depan gerbang.


Kai tak patah semangat, dia mengubungi seorang untuk melacak keberadaan Kyra lewat signal ponsel, tetapi semua percuma, karena GPS ponsel berada di kamar Kai sendiri. Kyra tidak membawa ponselnya.


Dia mengira Kyra tidak akan pernah pergi mengingat wanita itu tidak memiliki saudara, bahkan Kai terlalu percaya diri karena dia telah mengerahkan banyak pengawal untuk menjaga Kyra, tetapi semua itu dapat ditaklukan. Benar-benar sial.


Kai melewati pecahan barang-barang yang tadi dia rusak sendiri, pria itu mengeluarkan mobil sport dan melesat pergi meski tangannya terluka. Satu tujuannya yaitu rumah lama Kyra, istrinya itu pasti ada di sana.


Kurang lebih 2 jam lamanya, mobil biru metalik itu sudah terparkir di sisi jalan depan rumah Kyra, saat turun dan melihat pagar rumah, ternyata dalam keadaan digembok.

__ADS_1


"Tuan Kai?"


Kai menoleh, mendapati Bu Yanti berdiri di belakanganya. Dia langsung melontarkan pertanyaan.


"Apa Kyra pulang ke sini, Bu?"


"Tidak, Tuan. Terakhir Nona Kyra ke sini ya cuma waktu kapan hari itu pas Tuan Kai menyusul ke sini," jawab Bu Yanti. "Kok nyari Nona Kyra, memang Nona Kyra pergi dari rumah Tuan?"


"Entahlah, aku terlalu panik, mungkin Kyra sedang di rumah orang tuaku. Saya titip pesan, kapanpun Kyra ke sini, tolong kasih tahu saya." Kai memberikan kartu nama pada Bu Yanti.


Tak lama-lama, Kai langsung tancap gas meninggalkan rumah lama Kyra. "Kalau di sini kamu tidak ada, ke mana kamu pergi, Kyra?! Kamu benar-benar meninggalkanku. Kenapa kamu tidak menungguku yakin dengan sesuatu." Kai melampiaskan dengan memukuli stir mobil, menerutuki keadaan yang terjadi.


"Papi, Mami?!" Seketika wajah Kai berubah panik. Bagaimana jika kedua orang tuanya tahu Kyra pergi dari rumah. Akan semarah apa mereka? Bukan itu saja! Bisa-bisa papinya akan menarik semua fasilitas yang selama ini dia nikmati. Karena terjadinya pernikahan dengan Kyra tak lain karena dia tidak ingin kehilangan semuanya. Sekarang, Kyra pergi, dia takut Bagus dan Hana marah lalu mencabut semua hak waris dan dia akan ditendang ke jalanan. Menjadi gembel. Oh, tidak! Kai semakin gusar.


Dia harus cepat menemukan keberadaan Kyra sebelum Bagus dan Hana tahu.

__ADS_1


__ADS_2