Aku Yang Kamu Buang

Aku Yang Kamu Buang
Penampilan Baru


__ADS_3

Jam tujuh pagi Kaisang Adipta Wiratama sudah rapi dengan pakaian formal karena mulai hari ini dia sudah bisa masuk ke kantor. Perusahaan Wiratama? Tentu bukan! Perusahaan Fashion dan Jewelry? Juga bukan!


HAR Grup. Perusahaan besar setara dengan perusahaan ayahnya.


HAR Grup adalah perusahaan milik Haris, suaminya Veronika.


Sewaktu dia dan Zia bertemu, perempuan muda itu menawari Kai untuk bergabung dengan perusahaan ayahnya. Awalnya Haris menolak, tetapi berkat bujukan Zia, terpaksa menerima meski tahu Kai sedang naik daun dengan jerat kasus skandalnya.


Kai lebih memilih Perusahaan HAR Grup daripada Fashion dan Jewelry karena posisi yang ditawarkan Zia lebih tinggi, yaitu sebagai Manager Devisi, dengan gaji yang juga 3x lipat yang ditawarkan Renko.


Apakah Kai akan datang sebagai Kaisang? Tidak! Dia memilih menyamarkan diri menjadi orang lain agar tidak dikenali oleh karyawan lain. Masker, kaca mata, tompel palsu, juga menggunakan wek. Penyamaran yang dilakukan sungguh menggelikan, tetapi tak ada pilihan lain. Itu juga yang disarankan oleh Zia.


Sejak pertemuan dengan Zia, dia dan Zia mulai mengakrabkan diri. Bahkan Zia ataupun dia sering mengirim pesan lebih dahulu.


Sebelum berangkat, Kai lebih dulu mengirim pesan pada Zia untuk menunggu kedatangannya.

__ADS_1


30 menit berikutnya ...


"Wah, Kak Kai! Aku sampai tidak bisa mengenalimu," pekik Zia dengan bola mata membesar. Tak sekalipun alih pandang dari lelaki di depannya yang tak lain adalah Kai dengan penampilan barunya.


Kai memutar bola mata ke atas. "Kau yang menyuruhku berdandan seperti alien!"


"Ku kira kau tidak mau," sambung Zia.


"Aku sangat butuh pekerjaan."


"Nila, datang keruanganku sekarang juga!" Zia berbicara ditelepon. Tak lama dari itu, seorang wanita telah menghadap padanya.


"Nila, tunjukan ruang Manager Devisi pada Bapak Adipta, dia manager baru yang akan menggantikan posisi Pak Jaya," kata Zia pada sekretarisnya. Sebelumnya Zia sendiri sudah memberitahukan tentang pergantian karyawan pada Manager Devisi Keuangan tersebut, hingga Nila dan Pak Jaya sendiri sudah dikonfirmasi dan sekarang semua sudah dipersiapkan.


"Baik, Nona." Nila menunduk dan beralih melihat pada Kai. "Mari, Pak."

__ADS_1


Mulai saat ini, bukan lagi sebuah penampilan yang dirubah, bahkan nama panggilannya pun dirubah menjadi Adipta. Tak masalah karena itu juga namanya, akan tetapi merasa aneh.


Kai mengamati ruangan barunya, lumayan bagus dan megah. Sebelum memulai pekerjaannya, dia menyempatkan mengirim pesan pada Renko untuk memberitahukan pekerjaan barunya.


'Syukurlah kalau kau sudah mendapat pekerjaan yang lebih baik dari penawaranku. Semoga betah.' Begitu balasan dari Renko.


Sedangkan di tempat lain, pria yang tadi membalas pesan Kai justru tengah tersenyum-senyum sendiri. Hatinya berbunga-bunga karena barusan berdiskusi dengan Kyra. Baginya, memandang dan mendengar suara Kyra sudah seperti mendapat mood luar biasa.


Kyra yang baru saja meninggalkan ruangan Renko dibuat aneh dengan sikap bosnya, semakin kentara menunjukan sikap perhatian yang berlebihan.


Andai Renko mengetahui masa lalunya, apakah pria tersebut masih bisa bersikap baik dan manis seperti sekarang?


Kyra tersenyum kecut. Bahkan dia sendiri tak sanggup mengenangnya.


Biar. Biarlah semua tersimpan rapat hingga pada akhirnya sebuah takdir yang akan mengungkap semuanya. Namun, andai bisa dia meminta, biarkan saja semua tak tahu akan masa lalunya. Itu akan lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2