
Jalanan yang lumayan padat membuat Kyra harus ektra hati-hati mengendarai motornya. Bagaimanapun dia juga memikirkan keselamatan nyawanya, di rumah ada Kaina yang menunggu kepulangannya, jangan sampai dia lengah dan terjatuh.
"Tuhan, jika benar itu Kai, ku mohon jangan pertemukan aku dengan dia lagi. Jangan, Tuhan," doa Kyra. Sesekali ekor mata terus melirik ke kaca spion demi mengamati pergerakan mobil hitam yang mengejarnya tadi, ternyata masih ada di belakangnya dengan jarak sekitar 10 meter. Lumayan dekat, dan membuat jantungnya bertalu-talu hebat.
"Kaina ...," ucapnya lirih, tak terasa air mata sudah menerobos keluar. Seketika teringat dengan putri spesialnya. Tiba-tiba mengingat perlakuan buruk Kai terhadap putrinya, membekas rasa sakit yang luar biasa.
Brak!!!
Fokusnya terpecah belah, hingga motor oleng dan menabrak pembatas jalan. Motor matic terjatuh, bersamaan dengan Kyra yang terpental ke aspal. Pandangannya buram dan gelap.
"Kyra ...!" Seseorang berteriak dengan membanting pintu mobil, berlari kencang menghampiri tubuh Kyra yang tergeletak dipinggir jalan. "Ya Tuhan ... Kyra!"
•
Di Rumah Sakit Kasih.
Kai berjalan mondar-mandir di depan ruang ICU. Rasa cemas dan panik tak bisa dia tutupi. Sebentar-bentar berdiri, duduk, memijat pelipis, mengurut pangkal hidung, bahkan memijat tengkuknya. Dia melakukan gerakan reflek, dengan pikiran terus tertuju pada Kyra.
Ceklek! Pintu terbuka menampilkan seorang dokter dan perawat yang baru keluar.
"Bagaimana keadaannya, Dok?"
__ADS_1
"Tenang, Pak, pasien tidak mengalami luka serius."
"Tapi dari kepalanya tadi mengeluarkan banyak darah," ujar Kai masih cemas, meski dokter sudah menyuruhnya tenang.
"Memang di dekat pelipis ada luka robek, tapi tidak terlalu dalam. Dan, saya juga sudah memeriksa keseluruhannya tidak ada penggumpalan darah, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dengan begitu, saya pastikan pasien hanya ada luka di luar."
"Apa saya boleh masuk, Dok?"
"Silahkan, Pak."
Setelah dokter sudah pergi, Kai membuka pintu dengan pelan. Netra sendunya langsung disuguhi wajah pucat Kyra yang terbaring di atas brankar.
Jantung Kai berdegub kencang padahal Kyra masih belum siuman. Disamping Kyra terbaring, Kai diam mematung. Hanya pandangannya yang begitu lekat memindai wajah pucat itu.
Dia sadar dengan kelakuan bejadnya yang menyakiti Kyra tanpa perasaan, semua itu karena dia pun tak tahu dengan yang diinginkan hatinya.
Dan, ketika dia jauh justru rasa bersalah dan kerinduan lebih sesak dia rasakan.
"Kyra, aku menemukanmu. Aku menemukanmu." Dia hanya berucap, rasanya sangat malu dan tidak pantas untuk sekadar menyentuh telapak tangan Kyra.
Dia masih berdebar menunggu Kyra membuka mata. Entah bagaimana reaksi Kyra saat nanti melihatnya.
__ADS_1
.
.
.
Hay semua ... anggap ini sekedar mengobati rindu dengan Kai dan Kyra ya.
Lama Akak Mei hiatus, dan cerita ini meng'angkrak' begitu saja. Cuma digantung kek jemuran.😁 Nanti Akak Mei usahain diselesein ya.
Dan ini, gini loh. Akak Mei mau promo novel baru nih, biar ada suasana baru juga. Di noveltoon juga kok, yang ini bakal sampai tamat.
Judulnya "Kembalikan Bahagiaku"
Hania dan Gaka, kisah yang rumit di awal, namun akan ada pelangi dan keromantisan juga. Di jamin seru, deh. Yuk, ah, intip-intip. ☺
Akak Mei juga bakal adain give way. Makanya jangan kelamaan bengong, langsung cus kepoin cerita yang masih on going ya.
Di tunggu kehadirannya, like dan komen.
Kalau masih mau lanjut cerita ini, jangan lupa like dan komen juga, di sini. Kalau masih banyak yang minta, bakal akak mei lanjut.
__ADS_1
Cerita baru covernya yang ini, ya.