
"satu yang aku tau dari kamu,kamu selalu menganggap perjuangan aku tidak ada harganya, memangnya kamu tau seberapa keras perjuanganku?"
--Alzena Putri Amelia.
∆∆∆
Alzena melewati koridor kantin,ia ingin mengisi perutnya yang sudah sangat lapar.
Tangan Alzena di tarik kasar dan mendorongnya hingga terbentur dengan dinding.
"Aduh"ringis Alzena.
"Kenapa harus dia?"desis Keenan.
"Maksud kamu?"tanya Alzena.
"Apa lo gak selaku itu, sampai-sampai deketin Azriel."ucap Keenan.
Alzena terdiam"aku cuman temen aja sama dia."ucap nya.
Keenan tertawa kecil"temen? Yakin? Perlakuan Azriel ke lo itu kayak bukan sebagai temen"ucapnya sinis.
"Kamu kenapa?"tanya Alzena bingung.
"Jauhin Azriel,dari banyak cowok kenapa lo harus deket sama dia?"tanya Keenan.
"Kenapa? Kamu cemburu?'tanya Alzena.
Keenan tertawa sinis"cemburu? Sama lo? Kayak gak ada hal lain yang lebih penting aja buat gua urusin"ucapnya.
Alzena terdiam,hatinya sakit saat mendengar perkataan Keenan yang pedas.
"Dah lah,ngomong sama lo gak ada gunanya."ucap Keenan,ia berbalik dan jalan menjauhi Alzena yang masih terdiam di tempat.
Alzena menghela nafas pelan sambil melihat punggung Keenan yang mulai menjauh,bahkan untuk sekedar menyapa ia tidak berani.
"Teryata gua baru tau kalau lo itu benar-benar cewek penggoda"ucap Ferry,ia menyandarkan tubuhnya di dinding sambil menatap Alzena.
Alzena hanya diam,ia begitu malas meladeni kakaknya. Ia malas berdebat tidak jelas.
"Lo tunangan Keenan,kemarin lo deketin Leo sekarang cowok siapa lagi yang lo deketin."ucap Ferry sambil tersenyum miring.
Alzena berjalan menjauhi kakaknya tanpa memperdulikan perkataan kakaknya yang sangat pedas itu.
"Bisu ya? Diajak ngomong malah pergi,atau jangan-jangan lo bener cewek penggoda?"ucap Ferry sinis.
Alzena berbalik menatap datar Ferry"hanya orang bodoh yang bakal buat kesimpulan kayak gitu"ucapnya.
"LO AP--"
__ADS_1
"Capek kak dari dulu kakak gak ada habis-habisnya nindas aku,apa kakak pernah ngerasain apa yang aku rasain sekarang?"tanya Alzena.
"Ditindas,dituduh pembunuh,di kucilkan,dijauhi teman. Apa pernah kakak ngerasain itu?"sambung Alzena,ia tersenyum miris.
"Aku cuman pengen punya kakak yang ngelindungin aku, bukan yang nuduh aku yang gak jelas kayak gini"ucap Alzena,ia berlari menjauhi kakaknya.
Hidup Alzena dari dulu selalu mendapat masalah,masalah yang begitu berat,masalah yang tidak ada habisnya. Ia selalu merasakan itu,bahkan mungkin sekarang hidupnya lebih menderita.
"Bahkan kakak gak pernah nanya aku ada masalah apa"lirih Alzena.
"Miris banget,kayak hidup sendiri disini dan gak ada siapapun yang peduli."ucap Alzena,ia duduk di kursinya.
"Sakit."
∆∆∆
Keenan kini berada di lapangan basket,ia dan teman-temannya akan bertanding dengan sekolah lain.
Leo yang kini berada satu tim dengan Keenan,ia hanya mendengus sebal. Ia melihat sekelilingnya ,matanya langsung terfokus pada Alzena yang berdiri dekat koridor sekolah.
Leo langsung menghampiri Alzena namun Keenan menahan bahunya.
"Lo mau kemana?"tanya Keenan.
"Samperin Alzena"ucap Leo datar.
Keenan berdecih tidak suka"bentar lagi tanding,jangan ngurusin cewek aja lo"ucapnya.
"Gua bukan lo,yang punya ambisi pengen menang di pertandingan dan masalah cewek,lo peduli apa sama gua?"tanya Leo tak kalah sinis.
"Lo!!"tunjuk Keenan dengan marah.
"Kenapa? Emang bener kan"ucap Leo.
"Atau lo cemburu liat kedekatan gua sama tunangan lo?"sambung Leo.
Keenan menggeram kesal"cemburu? Sama cewek sampah kayak dia? Gak guna!!"ucapnya
"Bang--"
Pritt~
Bunyi peluit menandakan pertandingan akan segera dimulai,Leo menggeram kesal kalau bukan karena Keenan ia pasti sudah menghampiri Alzena.
"Long time no see"ucap Azriel dengan seragam basket miliknya.
Keenan terdiam menatap Azriel,jadi mereka akan bertanding melawan sekolah Azriel?
"Udah lama gak ketemu lo nambah berkarisma ya"ledek Leo.
__ADS_1
Azriel tertawa pelan"dari dulu lo suka banget bercanda ya"ucapnya sambil berjabat tangan dengan Leo.
Sedikit info Azriel dan Leo,mereka teman bermain dari kecil jadi terlihat jelas sekali mereka sangat akrab.
"Kalau gitu gua kembali ke posisi ya"ucap Azriel di balas anggukan kepala Leo.
Keenan dan Leo siap di posisi mereka dan peluit di bunyikan,pertandingan pun di mulai.
Akhirnya tim Keenan memenangkan pertandingan basket dengan sedikit selisih dengan sekolah lain.
Keenan duduk sambil mengusap keringatnya yang bercucuran di dahinya lalu berdecih tidak suka saat Leo dan Azriel menghampiri Alzena.
Ia membuka tas nya dan terkejut saat melihat ada sebotol air dan sebungkus roti,ia mengeluarkan nya.
Keenan mengerutkan keningnya saat ia menoleh kesana kemari namun ia tidak menemukan petunjuk apapun,ia hanya menemukan secarik kertas bertuliskan kata penyemangat.
Keenan tersenyum tipis,apa sekarang masih zaman menjadi penggemar diam-diam seperti ini? Keenan membuka minuman tersebut dan meminumnya hingga tersisa setengahnya.
Alzena tersenyum dalam hati saat Keenan meminum air dan memakan roti yang ia masukan diam-diam di dalam tas Keenan.
"Buat gua?"tanya Leo saat Alzena memberikan sebotol air padanya.
"Makasih"ucap Leo.
Alzena mengangguk lalu memberikan minuman juga untuk Azriel.
"Thanks"ucap Azriel.
"Pulang gua anter ya"ucap Leo,Alzena menggeleng.
"Nggk usah kak,aku gak mau ngerepotin kakak."ucap Alzena sambil tersenyum.
"Kalau gitu balik nya sama gua aja gimana?"tanya Azriel.
Leo menarik baju Azriel"apaan! Gak boleh!!"ucapnya.
"Kan cuman nawarin doang,sapa tau dia gak mau sama lo maunya sama gua"ucap Azriel dengan ledekan.
"Gua bogem lo ya"ucap Leo.
Alzena tertawa kecil melihat kelakuan Leo dan Azriel di hadapannya.
"Jangan ketawa"ucap Leo.
Alzena menatap bingung kearah Leo"kenapa?"tanya nya.
"Lo cantik kalau ketawa,nanti banyak yang suka. Jadi jangan ketawa."
∆∆∆
__ADS_1
TBC