ALKENA(ALZENA&KEENAN)

ALKENA(ALZENA&KEENAN)
10.


__ADS_3

"Hanya orang bodoh yang hanya menindas karena mendengar dari omongan orang lain yang bukan fakta."


--Alzena Putri Amelia.


∆∆∆


Alzena kini memasuki kantin dan memesan makanan dan minuman,ia duduk di pojok kantin dekat koridor kelas.


Alzena membaca novel yang ia bawa sambil memakan cemilan yang ia beli.


Saat ia sedang sibuk membaca,ada yang menyentuh buku miliknya ia langsung menatap orang tersebut.


"Hai"sapa Yuli.


Alzena hanya diam dan ia tetap membaca novel miliknya,ia tidak mau meladeni primadona sekolah yang berdiri dihadapannya karena ia tidak mau menjadi sasaran bulanan orang-orang yang menyukai Yuli.


Karena Yuli yang mendapat gelar primadona tersebut membuatnya melakukan tindakan semena-mena seperti membully orang yang lemah.


"Budek ya? Di ajak ngomong kok malah diem"sahut Irene,teman Yuli.


Alzena tetap diam,ia berusaha tidak mendengar apa yang mereka ucapkan.


"Gua denger lo suka sama Keenan kan"ucap Yuli sinis.


Tubuh Alzena langsung menegang di tempat,tau darimana mereka? Alzena langsung menatap Yuli di hadapannya.


"Ah,karena gua baik hati. Gua panggilin khusus untuk lo"ucap Yuli sambil menatap sekitar kantin,ia tersenyum saat melihat Keenan berdiri dan berkumpul dengan temannya.


"Ken,Keenan!"panggil Yuli membuat Keenan menoleh sambil mengangkat alisnya bingung.


"Alzena,katanya suka sama lo. Dia ngajak ngedate nanti"ucap Yuli mengada-ada membuat suasana kantin riuh.


Keenan berdecih tidak suka"gua ngedate sama dia? Cih,mimpi!"dengusnya.


Yuli menatap Alzena yang terdiam di tempat,lalu ia mengambil novel yang berada di tangan Alzena.


"Apa yang lo baca?"tanya Yuli sambil melihat buku yang di baca Alzena.


"Tentang kisah cinta? Emang lo tau apa itu cinta?"remeh Yuli.


"Dia kan lagi ngerasain sekarang,Yul."celetuk Irene.

__ADS_1


"Ah,bener juga. Kalau gitu gua balikin ya"ucap Yuli sambil mengembalikan buku tersebut .


"Nih ambil"ucap Yuli,Alzena nampak ragu namun menerima buku tersebut saat ingin mengambil buku itu,Yuli menarik tangan Alzena hingga jatuh tersungkur.


Alzena tetap terdiam di tempatnya nampak suasana semakin riuh ada pula uang mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka.


Ferry terdiam melihat adiknya di tindas seperti itu,ia hanya bisa melihat tanpa membantu adiknya.


Nyeri di hatinya terasa saat melihat Alzena terlihat begitu tersiksa,Ferry langsung mengalihkan pandangannya.


"Bangun dong"ucap Yuli sambil menendang pelan tangan Alzena.


Yuli mengambil minuman Alzena dan menumpahkannya tepat di atas kepala Alzena,suasana langsung riuh tidak ada yang berniat untuk membantunya.


"Ugh,kotor."ucap Yuli dengan jijik sambil menendang kursi Alzena.


"Lo itu menjijikan,gua yakin ibu lo mungkin sama kayak lo. Sama-sama kotor."


∆∆∆


Yuli tersenyum penuh kemenangan saat melihat Alzena tidak berdaya di bawahnya sambil menggenggam tangannya.


Yuli berbalik lalu saling berjabat tangan dengan temannya.


Alzena langsung menatap tajam kearah Yuli,ia berdiri perlahan. Semua orang yang berada di kantin riuh,ingin melihat apa yang di lakukan nya.


Yuli berbalik menatap Alzena"kenapa? Gak terima gua bilang gitu?!"tanya nya.


"Minta maaf"desis Alzena.


"Apa? Minta maaf sama lo,idih! Emangnya lo siapa?"tanya Yuli sinis.


"Minta maaf sekarang!"ucap Alzena dingin.


Keenan menatap wajah Alzena yang sedang menahan emosinya tampak dari tangan yang ia genggam hingga kuat.


Yuli tertawa"minta maaf? Lo siapa? Lo itu cuman penggoda sama kayak ib--"


Alzena langsung mencekik leher Yuli dengan kuat membuat semua yang berada di kantin memekik terkejut.


"Apa yang lo lakuin sialan?!"Irene ingin memisahkan Alzena yang mencekik leher Yuli.

__ADS_1


Alzena menatap tajam kearah Irene,ia mendorong tubuh Yuli hingga tersungkur sambil terbatuk-batuk.


Alzena menendang perut Irene hingga terjatuh sambil meringis memegangi perutnya.


Alzena menarik kerah baju Yuli dengan kasar"denger ini,minta maaf sekarang atau lo bakal tau akibatnya"ucapnya datar sambil mengganti kosa kata menjadi lo-gua.


Yuli tampak berusaha melepaskan tangan Alzena dari seragamnya namun tangan Alzena menggenggam kuat baju Yuli.


Beberapa siswa laki-laki nampak membantu Alzena melepaskan cengkeramannya.


"Minggir!!"Alzena memukul wajah salah satu siswa tersebut hingga tersungkur.


Alzena menendang ulu hati pria yang berada di sampingnya hingga terjatuh.


Kondisi Alzena nampak berantakan,rambut yang tidak terikat rapi,baju yang hampir keluar tampak seperti anak nakal.


Alzena mengambil air bekas cucian piring dan menyiramnya kewajah Yuli dan Irene.


Alzena menendang meja di kantin hingga terjatuh membuat suasana langsung hening.


Alzena berjongkok di hadapan Yuli lalu menjambak rambutnya dengan kuat.


"Pelajaran buat lo,termasuk semua yang ada di kantin. Kalian boleh nindas gua tapi jangan bawa-bawa orang tua gua,lo yang ngejelek-jelekin orang tua gua bakal berhadapan sama gua!!"ucap Alzena dingin.


"Denger itu!!"Alzena menghempaskan kasar wajah Yuli.


"Sekali lagi gua denger kalian ngatain orang tua gua,lo semua bakal habis sama gua."ucap Alzena.


Ia membawa novel nya dan berjalan menuju koridor kelas ,berpapasan dengan kakaknya dan Keenan.


Alzena hanya melihat mereka sekilas lalu menatap kearah depan dan mempercepat langkahnya keluar dari kantin.


Alzena duduk di taman belakang,ia memejamkan matanya sebentar. Kejadian di kantin diluar nalarnya,bahkan ia tidak menyangka ia bisa melakukan itu.


Saat ia sedang memejamkan matanya,ia merasakan suhu dingin di pipinya.


"Nih,Minum. Biar lo gak marah-marah lagi."ucap Leo.


∆∆∆


TBC

__ADS_1


__ADS_2