
Keenan menghela nafas dengan kasar,sudah dua hari Alzena tidak masuk sekolah mungkin ia masih berada di rumah sakit.
"Ken"panggil Jeni,Keenan menatap malas kearahnya.
"Kok disini?"tanya Jeni dengan lembut.
"Apa urusan nya sama lo?"balas Keenan ketus.
Jeni terdiam"kamu kenapa?"tanya nya.
"Menurut lo? Gua males berurusan sama cewek muka dua kayak lo"ucap Keenan,ia mengambil jaketnya lalu pergi dari kelasnya.
"Ken,apa maksud kamu?"tanya Jeni bingung.
Keenan tersenyum sinis"maksud gua? Kenapa gua bisa percaya sama cewek kayak lo"ucapnya.
"Gua tau apa yang lo omongin sama Alzena di gudang"ucap Keenan dingin.
Tubuh Jeni langsung membeku di tempat"a-apa yang kamu bilang?"tanya nya dengan gugup.
Keenan tertawa kecil"semuanya gua tau,tanpa lo kasih tau pun gua tau mana yang bener"ucapnya.
Keenan berhenti lalu berbalik menatap datar kearah Jeni"gua bisa laporin apa yang lo lakuin sama Zena ke pihak berwajib"ucapnya.
Keenan pergi dari hadapan Jeni menuju parkiran motornya,ia langsung menancapkan gas motornya dengan kecepatan tinggi membelah jalan raya yang tampak sepi.
Flashback..
Keenan berdiri di ruang UGD sambil menatap cemas,ia dari tadi hanya berjalan mondar-mandir di depan ruangan tersebut.
Cklek~
"Gimana keadaan teman saya dok?"tanya Keenan langsung.
"Untung saja tepat waktu jika tidak nyawa teman anda tidak tertolong lagi"ucap dokter.
Jantung Keenan berdetak tidak karuan"lalu?"tanya nya.
"Usahakan tidak membuatnya kelelahan dan teman anda harus rajin minum air putih lalu istirahat yang cukup"ucap Dokter.
"Hidup dengan satu ginjal sangat menyiksa,dan tidak akan bertahan dengan lama"sambungnya.
"Maksud dokter?"tanya Keenan bingung.
__ADS_1
"Teman anda hanya memiliki satu ginjal saja,kemungkinan besar ia mendonorkan satu ginjal nya "ucap Dokter.
"Kalau begitu saya permisi."
Flashback off...
Keenan mencengkram kuat stang motor nya,mengingat kejadian kemarin.
Wajahnya babak belur karena Ferry memukulnya dengan kuat dan membabi buta saat tau Alzena masuk rumah sakit dengan kondisi yang mengenaskan.
Hidup dengan satu ginjal,sial! Dia benar-benar tidak punya otak saat menyakiti Alzena berturut-turut.
"Keenan lo **** banget"desis nya sambil menambah kecepatan motornya.
Ia harus berbicara dengan Alzena,benar hanya berdua saja. Ia harus mengklarifikasi permasalahan yang terjadi.
Keenan ingin meminta maaf dengan tulus, benar-benar tulus dan ia akan menerima Alzena sebagai tunangannya. Tidak peduli Alzena yang hidup dengan satu ginjal,bahkan kesalahan Keenan sangat banyak dan tidak terhitung.
"Siap!!"umpat Keenan.
"Alzena,gua pengen ketemu sama lo. Lo harus cepet sembuh"
∆∆∆
"Mau kemana? Lo belum boleh kemana-mana"ucap Ferry.
Ferry menatap tajam"duduk! Lo belum sembuh"ucapnya.
"Tapi Zena pengen sekolah Abang"ucap Alzena.
Ferry menggeleng"lo gak sekolah disana lagi,gua udah ngurusin surat pindah lo ke sekolah lain"ucapnya.
"Loh kenapa? Alzena masih mau sekolah disana"ucap Alzena.
Ferry menatap datar"sekolah kayak neraka gitu yang lo mau? Udah lah,Minggu depan lo sekolah di SMA Garuda"ucapnya.
"Tapi--"
"Biar ketemu Keenan kan,gua gak larang sampai dia buat lo kenapa-kenapa lagi liat aja"ucap Ferry.
Ferry memeluk tubuh Alzena"maaf,bukannya mau ngekang lo. Gua cuman gak mau lo kenapa-kenapa"ucapnya.
"Iya Abang"ucap Alzena,Ferry tersenyum tipis lalu mencium puncak kepala Alzena.
__ADS_1
"Istirahat sana,lo harus banyak-banyak istirahat"ucap Ferry di balas anggukan kepala Alzena.
"Gua mau keluar bentar"sambung Ferry sambil menutupi tubuh Alzena dengan selimut.
Ferry keluar dari rumah sakit namun ia berhadapan dengan Keenan di lorong rumah sakit.
"Mau ngapain lo?"ucap Ferry dingin.
"Izinin gua ketemu sama Zena"ucap Keenan.
"Gak,dia lagi tidur. Dia butuh istirahat"ucap Ferry.
"Tapi gua pengen ketemu"Ferry mendorong pundak Keenan.
"Jangan sampai gua mukul lo buat sekian kalinya"ucap Ferry.
"Ada yang mau gua omongin sama Alzena"ucap Keenan lesu.
"Gak sekarang,adek gua butuh waktu buat ketemu cowok brengsek kayak lo"ucap Ferry.
"Gua denger Zena pindah,bener?"tanya Keenan.
Ferry mengangguk"gua yang pindahin"ucapnya.
"Kenapa?"tanya Keenan.
Ferry menatap tajam"lo tanya kenapa? Otak lo bisa mikir gak? Lo pikir adek gua betah sekolah kayak gitu? Yang ada tekanan batin Mulu"ucapnya.
Keenan terdiam"tapi--"
"Dan gua gak mau adek gua ketemu lo dulu,udah cukup dari dulu lo nyakitin dia"ucap Ferry sambil berjalan mendahului Keenan.
Ferry menghentikan langkahnya lalu berbalik"inget,karma pasti berlaku"ucapnya.
"Gua yakin lo udah ngerasain apa yang adek gua rasain sekarang"ucap Ferry.
"Dan jangan coba-coba ketemu adek gua sekarang,atau lo gak bakal liat adek gua lagi"sambungnya.
Keenan menatap punggung Ferry yang mulai menjauh lalu ia memukul dinding di sampingnya dengan kuat.
"Sialan!!"umpat Keenan.
"Arghhh!! ****!"
__ADS_1
∆∆∆
TBC