ALKENA(ALZENA&KEENAN)

ALKENA(ALZENA&KEENAN)
22.


__ADS_3

Alzena menggandeng tangan Ferry,mereka baru saja pulang dari supermarket untuk membeli keperluan di rumah.


Namun langkah mereka terhenti saat melihat rumah nya tersegel rapi.


"Ada apa ini?"tanya Ferry.


"Kami dari pihak bank,resmi menyita rumah dan kendaraan anda karena hutang yang di miliki ibu anda sangat besar"ucap orang tersebut.


"Apa?!"tanya Ferry tidak percaya,jika disita dimana ia dan Alzena akan tinggal.


"Anda kami beri waktu untuk berkemas silahkan"ucapnya.


"Abang"panggil Alzena lirih.


Ferry menatap Alzena,ia mengangguk lesu lalu mereka pun mengambil baju dan barang yang mereka butuhkan.


"Bagaimana dengan kendaraan saya yang satu lagi?"tanya Ferry sambil menatap mobil jazz bewarna hitam miliknya.


"Itu tidak tersita,karena dari data yang saya terima mobil itu tidak memakai uang hasil penggelapan dana"ucap pria itu.


Ferry menghembuskan nafas lega,setidaknya ia masih memiliki mobil.


"Ayo Zen"ucap Ferry.


Alzena menatap nanar kearah rumahnya,rumah yang memiliki banyak kenangan di dalamnya.


"Kita bakal ambil rumah itu lagi,kalau uang Abang udah ke kumpul"ucap Ferry.


Mereka memasuki mobil dan pergi dari rumah tersebut,Alzena menatap rumahnya dari kejauhan.


"Abang,kita tinggal dimana?"tanya Alzena.


Ferry menggeleng"mau ngekos,uang Abang belum cukup"ucapnya.


Alzena terdiam lalu teringat"bang,kerumah Leo cepet"ucapnya.


"Ngapain?"tanya Ferry bingung.


"Udah cepetan,nanti Zena ceritain"ucap Alzena.


Ferry menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kerumah Leo.


Mereka pun akhirnya sampai dirumah Leo,Alzena dan Ferry langsung keluar dari mobil tersebut.


Alzena mengetuk-ngetuk pintu rumah Leo sambil mengucapkan salam.


"Iya,iya bentar"sahut Leo dari dalam.

__ADS_1


"Loh Zena,kok lo sama--Ferry"ucap Leo bingung.


"Nanti aku ceritain kak,kak Reza ada?"tanya Alzena.


"Ada,bentar gua panggil"ucap Leo"masuk dulu."


Mereka pun masuk kedalam rumah Leo dan duduk di ruang tamu.


"Kenapa Zen?"tanya Reza bingung.


"Kakak,surat itu masih sama kakak kan?"tanya Alzena.


"Masih,kenapa? Lo butuh sekarang?"tanya Reza.


Alzena mengangguk"iya kak,aku sama Abang gak tau mau tinggal dimana lagi"ucapnya.


"Maksud lo?"tanya Reza.


"Mama masuk penjara kak,rumah di sita bank"ucap Alzena.


Reza dan Leo terkejut mendengar penjelasan dari Alzena.


"Jadi aku mau numpang rumah itu kak buat sementara waktu"ucap Alzena.


Reza mendelik"numpang apa? Itukan rumah lo"ucapnya.


"Maksudnya apa? Zen,apa maksudnya?"tanya Ferry.


"Ikut gua!!"Leo menarik tangan Ferry menuju taman belakang rumahnya.


"Apaan sih?!"Ferry menatap kesal Leo.


"Lo mau tau apa tentang Zena,yang gak lo tau?"


∆∆∆


"Abang"panggil Alzena dengan takut,mereka kini berada di dalam mobil.


Ferry menatap datar sambil mencengkram kuat stir mobilnya"jelasin! Jelasin apa yang lo sembunyiin dari gua sama mama"ucapnya.


Alzena menundukkan kepalanya,ia memainkan jari tangannya dengan gugup.


"Zena,gua minta penjelasan. Bukan lo malah diem"ucap Ferry.


"Apa bener lo donorin ginjal lo buat Keenan?"tanya Ferry.


"I-iya abang"ucap Alzena takut.

__ADS_1


"****!!"Ferry memukul stir mobilnya dengan kuat.


"Segitu cinta nya ya lo sama dia, sampai-sampai ngorbanin ginjal lo buat cowok kayak dia"sambung Ferry sambil menggertakan giginya.


"Ma-maaf abang,waktu itu Keenan sekarat. Zena gak ada pilihan lain"ucap Alzena takut.


"Gua gak habis pikir sama pikiran lo Zena,cinta boleh **** jangan. Mau lo ngelakuin apapun juga,Keenan gak bakal peduli"ucap Ferry marah.


"Lihat,sekarang hidup lo bahkan gak bisa normal. Keparat!!"Ferry memukul dashboard mobil.


"Sampai Keenan masih nyalahin lo,gua bakal habisin dia"ucap Ferry.


"Kita pulang!!"sambung Ferry.


"I-iya abang"ucap Alzena pelan.


Mereka pun pulang kerumah yang Reza berikan untuk Alzena,rumah yang lumayan besar di dekat sekolah.


Ferry membuka kunci rumah tersebut lalu melihat sekitarnya nampak masih terjaga dan barang-barang pun masih lengkap.


Ferry duduk di depan tv sambil memijat pelipisnya,Alzena menghampiri Ferry dengan perlahan.


"A-abang"panggil Alzena takut.


"Duduk!"ucap Ferry dingin.


Alzena langsung duduk di samping Ferry dengan cepat takut kakaknya akan mengamuk lagi.


Ferry memeluk tubuh Alzena"apapun yang lo lakuin tolong jangan sampai nyawa lo bahaya. Gua cuman punya lo doang disini"ucapnya.


Alzena terdiam"iya Abang"ucap nya pelan.


Ferry melepaskan pelukannya lalu memegang kedua pundak Alzena.


"Lain kali pikirin dulu apa yang mau lo lakuin,jangan sampai gua kehilangan lo"ucap Ferry datar.


Alzena tersenyum"iya abang,Zena janji gak bakal ngelakuin itu lagi"ucap nya.


Ferry mengusap puncak kepala Alzena lalu mencium keningnya"yaudah sekarang lo tidur udah malem"ucapnya.


Alzena mengangguk lalu mencium pipi Ferry"malam abang"ucapnya.


Ferry tersenyum tipis"malam"ucapnya.


Ferry menatap punggung Alzena yang mulai menjauh darinya.


"Keenan,kalau lo sampai nyakitin adek gua lo bener-bener ****!"

__ADS_1


∆∆∆


TBC


__ADS_2