
Keenan mengusap wajahnya dengan frustasi,pernikahan? Bulan depan? Apa keluarganya tidak cukup dengan membuatnya tersiksa saat berada di dekat Alzena.
"Ma,Keenan gak cinta sama dia"ucap Keenan frustasi.
"Menikah bulan depan Keenan atau ayah kamu yang bakal asingkan kamu kerumah nenek"ucap Rika,ibu Keenan.
"Ganti baju kamu,jangan sampai mama mengulangi perkataan mama untuk kesekian kalinya"sambung Rika.
Keenan mengepalkan kedua tangannya dengan kuat,ia berjalan menuju kamarnya.
"Ngapain lo disini?!"tanya Keenan kesal.
Alzena terdiam,ia baru saja membereskan tempat tidur milik Keenan yang terlihat berantakan.
"Ngapain lo megang foto Intan?"Keenan menarik tangan Alzena dan merebut bingkai foto tersebut dari tangan Alzena.
"Aku cuman bersihin kamar kamu aja"ucap Alzena sambil meringis karena tangannya di cengkram kuat oleh Keenan.
"Halah,basi!! Gak usah cari perhatian gua,sampai kapan pun lo gak berarti apa-apa di mata gua"ucap Keenan.
"Minggir!!"Keenan mendorong tubuh Alzena hingga mengenai ujung dipan kasur dengan keras.
Alzena meringis ia menatap tangannya yang mengeluarkan darah kembali,Keenan yang melihat itu langsung terdiam.
Alzena bangun perlahan sambil memegang tangan nya yang sudah mengeluarkan darah,ia memakai kemeja putih mengakibatkan darah begitu jelas terlihat.
"Lo--"
"A-aku pergi dulu"ucap Alzena sambil tersenyum,ia berlari keluar dari kamar Keenan.
Alzena menemui Rika,ibunya Keenan yang kini sedang berada di ruang tamu dengan cepat ia menyembunyikan noda darah tersebut dengan jaket miliknya.
"Tante,Zena boleh pinjam kamarnya sebentar?"ucap Alzena.
"Kenapa sayang?"tanya Rika sambil tersenyum.
"Itu,Zena mau ganti baju. Soalnya kotor tadi"ucap Alzena berbohong.
Rika mengangguk"kamar tante di sebelah kamar Keenan,masuk aja kesana ya sayang"ucap nya.
Alzena mengangguk"terima kasih tante"ucapnya.
Alzena kembali menaiki tangga rumah Keenan dan memasuki kamar yang di tempati ibu Keenan.
Saat memasuki kamar tersebut,Keenan tidak sengaja melihat Alzena berlari dengan tergesa-gesa kedalam kamar ibunya.
__ADS_1
Kening Keenan mengkerut,ia berjalan perlahan kearah kamar ibunya dan membuka pintu tersebut sedikit untuk mengintip di dalamnya.
Tubuh Keenan membeku saat melihat sekujur tubuh Alzena terdapat luka lebam dan darah yang keluar dari luka yang kembali terbuka.
Alzena hanya memakai dalaman dan menghadap kearah jendela luar,sesekali ia meringis saat memperban lukanya kembali.
Alzena kembali memakai bajunya dan melapisinya dengan jaket,Keenan langsung menutup kembali pintu kamar tersebut.
Keenan terdiam lalu berjalan menjauhi kamar ibunya,siapa yang menyakiti Alzena sesadis itu? Hati Keenan sedikit tercubit melihat kondisi Alzena.
Keenan memukul tembok di sebelahnya"kenapa gua jadi mikirin dia?!"
∆∆∆
Alzena memakan makanan nya dalam diam sesekali mencuri pandangan kearah Keenan yang berada di hadapannya.
"Zena,makan ini sayang. ini enak banget"ucap Rika sambil memberikan sepotong ayam diatas nasi Alzena.
Alzena tersenyum sopan"terima kasih tante"ucapnya.
"Jangan sungkan-sungkan ya"Rika mengusap rambut Alzena.
Keenan menatap Alzena di hadapannya,ia terbayang dengan kondisi tubuh Alzena sebenarnya apa yang ia alami di luar sana.
Keenan mengangguk sekilas lalu melanjutkan makannya dengan diam tanpa sepatah kata yang keluar.
Setelah beberapa menit kemudian mereka pun akhirnya selesai dan Keenan bersiap-siap akan mengantarkan Alzena pulang.
Alzena berdiri di samping Keenan"ayo"ucap Keenan.
"Hati-hati di jalan ya nak"ucap Rika di balas anggukan kepala Alzena dan senyuman.
"Naik"ucap Keenan,Alzena berusaha menaiki motor besar milik Keenan dengan perlahan sesekali meringis di area tangannya.
"Rumah lo"ucap Keenan,saat Alzena sudah naik.
"Ha?! Apa?"tanya Alzena.
Keenan berdecak kesal"alamat rumah lo,gimana gua mau anterin kalau gua aja gak tau rumah lo dimana"ucapnya.
Alzena terdiam"berhentiin aku aja di halte bis,aku bisa pulang sendiri"ucapnya.
Keenan mengerutkan keningnya"oh"balasnya.
"Pegangan"ucap Keenan,Alzena memegang ujung jaket Keenan.
__ADS_1
Keenan berdecak kesal,ia menarik tangan Alzena agar melingkar di pinggangnya.
"Pegangan yang bener"ucap Keenan sambil menutup kaca helmnya dan melakukan kendaraannya dengan kecepatan sedang.
Lima belas menit kemudian mereka pun sampai di sebuah halte bis,Alzena turun perlahan.
Keenan melepas helmnya"tangan lo?"tanya nya.
Alzena gelagapan"bukan apa-apa"ucapnya.
"Cuman luka biasa"sambungnya.
"Disangka gua **** apa,keluar darah kayak gitu cuman bilang luka biasa"batin Keenan.
"Aku pulang duluan ya"ucap Alzena sambil tersenyum dan melambaikan tangannya kearah Keenan.
Alzena menaiki bis umum meninggalkan Keenan yang masih terdiam di atas motor besarnya.
Ia penasaran kenapa Alzena tidak mau diantar hingga kerumahnya,Keenan menancapkan gas motornya mengikuti bis tersebut dengan kecepatan pelan.
Keenan memberhentikan motornya di sebuah pengkolan perumahan,ia menatap Alzena yang sedikit berlari menuju rumahnya lalu ia menancapkan gas motornya berhenti di sebuah rumah besar bewarna abu-abu.
Keenan menatap pagar tinggi di sampingnya lalu menghentikan motornya dan turun.
Keenan sedikit mengintip kedalam,ia terhenyak mendengar suara bentakan dari dalam sana.
Tubuhnya terpaku saat melihat Alzena tengah di pukuli oleh seorang wanita yang sudah berumur yang Keenan yakini adalah ibunya.
Ia terkejut lagi saat melihat Ferry berdiri tak jauh dari sana menatap Alzena dengan tidak acuh.
Keenan mengepalkan tangannya,ia tau kenapa Alzena tidak mengizinkannya mengantarkannya pulang teryata ada Ferry.
Keenan terdiam,siapa Ferry bagi Alzena? Saat di sekolah mereka terlihat sangat asing.
"Kakak"Alzena terisak di depan rumah.
Ferry meludah lalu memasuki rumahnya kembali membuat Kesan lagi-lagi terkejut.
"Kakak?"gumam Keenan.
"Keparat!! Lo bohongin gua Ferry!!"
∆∆∆
TBC
__ADS_1