
Keenan menatap nanar kearah rumah besar di hadapannya yang kosong penghuni dan tertanda disita oleh bank.
Keenan memukul helm motornya dengan kuat,Alzena juga sudah pindah sekolah seminggu yang lalu dan tidak ada kabar sama sekali bahkan Ferry pun ikut pindah sekolah.
"Sialan!!"umpat Keenan.
Keenan sempat bertanya pada ibu-ibu yang rumahnya dekat dengan Alzena,semuanya tidak tau kemana gadis itu pindah. Semenjak ibunya masuk ke dalam bui dan rumah nya di sita oleh bank karena hutang piutang yang begitu banyak dan Alzena sudah pindah dari rumah besarnya.
Keenan memasang helmnya kembali lalu menancapkan gas motornya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Leo,ia yakin Leo pasti tau keberadaan gadis itu karena ia lebih dekat dengan Alzena.
Keenan berhenti di depan rumah Leo lalu menekan bel nya dengan brutal tak lama kemudian pintunya terbuka.
"Siap---lo Keenan,ngapain lo disini?"tanya Leo datar.
Keenan menarik kerah baju Leo"dimana Alzena? Rumah dia yang baru kasih tau gua"ucapnya.
Leo menepis tangan Keenan dengan kasar"ngapain gua kasih tau lo? Cih"ucapnya.
"Baru sekarang lo nyari dia? Kemarin kemana aja lo?"ucap Leo dengan sinis.
Keenan menarik kerah baju Leo kembali,ia menundukkan kepalanya"tolong,kasih tau gua. Dimana alamat Zena?"ucapnya lirih.
Leo menaikan alisnya menatap kearah Keenan yang nampak frustasi,ia melepaskan tangan Keenan.
"Kenapa sih?"tanya Leo.
"Gua---"Keenan menghentikan perkataannya,tenggorokannya tiba-tiba terasa kering.
"Teryata Alzena yang jadi pendonor waktu itu"ucap Keenan dengan nada pelan.
"Ha? Donor? Jadi lo yang dapet donor dari dia?"Leo menarik kerah baju Keenan.
Keenan mengangguk lesu,Leo memukulnya tepat di rahang Keenan dengan kuat.
"Gua juga baru tau"ucap Keenan sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.
Leo menatap wajah Keenan yang lebam"berantem sama siapa lo tadi?"tanya nya.
__ADS_1
"Azriel"balas Keenan singkat.
Leo menghela nafas pelan lalu mengambil pena dan kertas lalu menuliskan alamat Alzena disana.
"Nih,gua harap lo udah sadar sama semua apa yang lo lakuin sama dia"ucap Leo sambil memberikan secarik kertas tersebut untuk Keenan.
"Makasih"ucap Keenan,ia berdiri perlahan.
"Sampai lo nyakitin dia lagi,gak peduli dia suka sama lo. Gua bakal rebut dia dari lo Ken"ucap Leo membuat Ken terdiam.
Keenan berbalik dan berjalan dengan pelan,tenaganya sudah habis karena berkelahi dengan Azriel tadi. Keenan memegang dadanya yang mulai nyeri mungkin akibat pukulan dari Azriel yang sangat kuat.
Keenan menaiki motornya dan pergi dari rumah Leo secepatnya ia harus bertemu dengan Alzena.
∆∆∆
Keenan menatap rumah di depannya dan mencocokan dengan alamat yang Leo berikan padanya,kemungkinan besar Alzena ada dirumah.
Keenan langsung turun dari motornya jamuan menghentikan langkahnya saat merasakan pandangan yang tiba-tiba kabur,ia ambruk di jalan . Dengan mata sayup-sayup ia mendengar suara gadis yang ia kenal,Alzena.
"KEENAN!!"Alzena langsung memapah tubuh Keenan,ia sudah pingsan.
"Abang! Abang!"teriak Alzena membuat Ferry langsung keluar dari rumah.
"Kenap--loh Keenan"Ferry membantu Alzena yang tampak kesusahan membopong tubuh Keenan.
"Abang pesenin taksi,aku anterin Keenan pulang. Abang bawa motor Keenan ya"ucap Alzena.
Ferry mengangguk lalu ia menutup pintu rumahnya dan memesan taksi lewat handphone miliknya.
"Bang,Zena duluan"ucap Alzena saat melihat taksi pesanannya sudah datang.
"Hati-hati"ucap Ferry.
Alzena menaruh kepala Keenan di pahanya sembari mengusap rambutnya pelan.
"Perumahan cluster dekat RSUD ya pak"ucap Alzena.
__ADS_1
"Baik neng."
Alzena mengelus pipi Keenan,rasa yang ia rasakan masih sama. Degup jantungnya berdetak kencang saat bersama Keenan,yah..hanya dia.
Alzena tersenyum miris,tapi tidak dengan Keenan yang membencinya. Ia tidak mau Keenan tersiksa dengan kehadirannya.
Ia mau membatalkan pertunangannya agar Keenan bebas memilih wanita yang ia suka dan itu bukan dirinya.
Lima belas menit kemudian mereka sampai,Alzena membopong tubuh Keenan memasuki rumahnya.
"Loh, Keenan"ucap Rika panik.
"Kenapa sayang?"tanya Rika.
Alzena menggeleng"Zena juga gak tau tante,tadi Keenan pingsan di jalan"ucap nya.
"Astaga!!"Rika membantu membopong tubuh Keenan memasuki kamarnya.
"Tante boleh aku minta alkohol,kapas sama betadine?"tanya Alzena.
"Tunggu sebentar"ucap Rika,ia keluar untuk mengambil kotak p3k lalu kembali lagi.
"Biar Zena aja Tante"ucap Alzena.
Rika mengangguk lalu tersenyum"makasih nak,tolong ua"ucapnya lalu keluar dari kamar Keenan.
Alzena mulai membersihkan wajah Keenan yang membiru dengan air hangat lalu memberi alkohol dan betadine dengan kapas dan menempelkan nya di luka Keenan yang mengeluarkan darah.
Setelah selesai ia mengusap rambut Keenan,ia mencium keningnya sembari membenarkan letak selimut pada tubuh Keenan.
"Keenan,aku harap kamu bahagia. Setelah ini,kamu gak bakal kesiksa lagi karena terikat sama aku. Bahagia dengan pilihan kamu ya Keenan"bisik Alzena lalu ia keluar dari kamar dan menutupnya perlahan.
Alzena menemui Rika,ibu Keenan. Ia tersenyum tipis sambil berpikir.
"Tante,Zena pengen batalin pertunangan aku sama Keenan."
∆∆∆
__ADS_1
TBC