
Alzena membuka matanya,ia menatap jam di dinding menunjukkan pukul 7 pagi,untung saja hari ini libur jika tidak ia akan berangkat ke sekolah dengan keadaan yang berantakan.
Alzena turun tangga,ia melihat kakak dan ibunya sedang duduk bersama menonton tv.
Alzena tersenyum masam melihat keakraban mereka,ia masih bisa bersyukur karena masih mempunyai orang tua dan seorang kakak.
Tok~
Tok~
Alzena menoleh kearah pintu begitu pula dengan ibu dan kakaknya,siapa yang pagi-pagi begini sudah bertamu.
Alzena berjalan menuju pintu lalu membukanya,ia terkejut melihat empat orang berdiri di depan rumahnya dengan seragam polisi dan satunya lagi memakai jas lengkap bewarna hitam.
"Maaf,bapak mencari siapa ya?"tanya Alzena bingung.
"Maaf dek,apa benar ini rumah ibu Reva?"tanya salah satu polisi.
"Be-benar,ada apa ya pak?"tanya Alzena gugup.
"Ada apa ini Alzena,kenap--"suara ibunya terpotong saat melihat aparat kepolisian berdiri di depan rumahnya.
"Apa benar anda bernama Reva?"tanya Polisi di sebelah Alzena.
"Benar,ada apa pak?"tanya Reva,ibu Alzena.
"Anda kami tangkap dengan pasal penipuan dan penggelapan dana perusahaan,mari ikut kami ke kantor polisi"ucap polisi itu.
"A-apa? Saya tidak menggelapkan dana,saya juga tidak menipu. Ini mungkin kesalahan pak"ucap Reva panik.
"Maaf,tapi ibu harus ikut kami. Anda bisa menjelaskannya di pengadilan"ucap Polisi itu sambil mengeluarkan borgolnya.
Polisi tersebut memborgol tangan Reva,Ferry yang melihat ibunya di tangkap ia langsung mendorong tubuh polisi tersebut.
"Ibu saya tidak salah,ibu saya tidak mungkin melakukan hal seperti itu"ucap Ferry.
"Maaf nak,ini dokumen yang menjelaskan ibu kalian menggelapkan dana sebesar 5 miliar dan melakukan penipuan saham sebanyak 25 miliar"ucap pria yang berpakaian dengan jas hitam tersebut.
Ferry menatap ibunya tidak percaya"gak,gak mungkin. Ibu saya gak mungkin melakukan itu"ucapnya.
"Ma,mama gak mungkin ngelakuin itu kan. Iya kan?"tanya Ferry panik.
Reva menunduk"maaf,mama memang yang melakukan itu"ucapnya lirih.
__ADS_1
"Ma!"teriak Ferry"kenapa mama ngelakuin itu?"
"Terpaksa"ucap Reva.
"Sudah,sudah. Kalian bisa bertemu di pengadilan nanti"ucap Polisi tersebut sambil membawa Reva bersamanya.
"Pak,tolong jangan bawa ibu saya"ucap Alzena sambil terisak memegang tangan Reva.
"Maaf dek,ibu anda jelas melakukan kesalahan"sahut polisi di sebelahnya.
"Ayo bawa dia"ucap polisi yang satu lagi.
"Gak,gak. MAMA!!"teriak Alzena.
Alzena terduduk di lantai sedangkan Ferry ia menyandarkan tubuhnya yang langsung lemas itu di pintu menatap kepergian ibunya dengan nanar.
"Mama,"lirihnya.
∆∆∆
"Karena anda terbukti bersalah,anda akan mendapat hukuman penjara maksimal lima tahun dan denda sebanyak 30 juta"ucap Hakim sambil mengetuk palu.
Pengadilan pun selesai,Reva ibu Alzena di vonis hukuman penjara selama lima tahun.
Alzena menerobos kerumunan lalu memeluk tubuh ibunya dengan erat. Reva tersentak,ia menatap Alzena yang memeluknya dengan erat.
"Ma,jangan tinggalin Zena."ucap Alzena.
Reva terenyuh,ia tersenyum tipis lalu menepuk punggung Alzena.
"Cuman lima tahun Zena,maaf kalau mama banyak salah sama kamu"ucap Reva sambil mencium puncak kepala Alzena.
"Zena bakal cari cara buat mama bebas"ucap Alzena dengan mata berkaca-kaca.
"Jaga kakak kamu ya Zena"ucap Reva,ia kembali di bawa beberapa aparat kepolisian dan pergi.
Alzena tersenyum masam,setidaknya ibunya masih tegar. Ia mencari kakaknya sambil berlari.
Alzena menemukan kakaknya yang sedang menyandarkan tubuhnya di dinding sambil memejamkan matanya.
"Ka-kakak"panggil Alzena gugup.
Ferry membuka matanya menatap Alzena dengan tatapan datar,ia berjalan mendekati Alzena.
__ADS_1
"Kak--"
Plukk~
Ferry memeluk tubuh Alzena dengan erat"maaf"lirihnya.
"Maaf kalau gua banyak salah sama lo"ucap Ferry.
Alzena terenyuh lalu membalas pelukan Ferry tak kalah erat"Zena udah maafin kakak dari dulu. Kakak tetap kakak kandung aku sampai kapanpun"ucapnya.
"Maaf"ucap Ferry,Alzena merasakan pundaknya basah. Ferry menangis sambil memeluknya.
"Ayo kak kita pulang"ucap Alzena sambil menepuk punggung Ferry pelan.
Ferry mengangguk,Alzena mengeluarkan tisu dan membersihkan wajah Ferry.
"Ayo"ucap Ferry.
"Mulai sekarang,gua bakal ngelindungin lo"ucap Ferry.
Alzena tersenyum,setidaknya ada hikmah dari itu semua. Ia kembali merasakan kasih sayang kakaknya lagi.
Alzena kembali memeluk tubuh kakaknya dengan erat"Zena,sayang kakak"ucapnya.
"Mulai sekarang panggil abang,jangan kakak"ucap Ferry sambil mengusap rambut Alzena.
Alzena mengangguk"ok"balasnya.
Ferry mengenggam tangan Alzena lalu mereka memasuki mobilnya dan pergi dari tempat itu.
"Abang"panggul Alzena.
Ferry menoleh"kenapa?"tanya nya.
"Zena sayang abang"ucap Alzena sambil tersenyum.
Ferry tersenyum"gua juga sayang sama lo."ucapnya.
"Kita pulang,abis makan langsung Istirahat ya."
∆∆∆
TBC
__ADS_1