ALKENA(ALZENA&KEENAN)

ALKENA(ALZENA&KEENAN)
14.


__ADS_3

Alzena menulis di buku catatan harian miliknya,mengingat sikap aneh Keenan membuatnya senyum-senyum tidak karuan.


"Sendirian aja"ucap seseorang dari belakang.


Alzena menoleh dan tersenyum tipis"oh,kamu"ucapnya.


"Nih,buat lo"ucap Azriel sambil memberikan eskrim untuk Alzena.


"Makasih"ucap Alzena di balas anggukan kepala Azriel.


"Lo suka ya,nulis di buku kayak gitu?"tanya Azriel sambil menatap buku milik Alzena yang bersampul warna coklat.


Alzena mengangguk"cuman disini tempat yang cocok buat curhat"ucapnya.


Azriel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal"oh,ok. Gua gak paham yang kayak gitu"ucapnya.


Alzena tersenyum tipis menanggapinya lalu memakan eskrim yang di berikan Azriel padanya.


"Zen"panggil Azriel.


Alzena menoleh dengan mulut penuh dengan noda eskrim.


"Ck! Makan aja berantakan"Azriel mengeluarkan sapu tangannya dan membersihkan mulut Alzena yang penuh dengan noda eskrim.


"Kenapa?"tanya Alzena.


"Lo masih suka sama Keenan?"tanya Azriel.


Alzena mengangguk kecil"dia adalah alasan kenapa aku bisa bertahan disini"ucapnya.


"Sekalipun dia nyakitin lo?"ucap Azriel,Alzena mengangguk pelan.


"Dan jadi sasaran alasan yang gak pernah lo buat sama sekali?"sambung Azriel.


Alzena menatap bingung kearah Azriel"maksud kamu?"tanya nya.


Azriel mengacak rambutnya frustasi"sorry,harusnya gua gak nutupin ini. Bukan maksud gua gak sopan atau apa,gua gak sengaja baca buku lo"ucapnya.


Jantung Alzena berdetak tidak karuan"ka-kamu--"


"Dan gua tau semuanya,sekalipun itu masalah Keenan atau Intan"ucap Azriel.

__ADS_1


Alzena menatap panik kearah Azriel"jangan bilang sama siapapun,aku mohon"ucapnya


"Tapi--"


"Please!!"Alzena mengenggam tangan Azriel.


"Dan ngebiarin lo disakitin dia,tanpa dia tau kejadian sebenarnya? Gila ya"ucap Azriel tidak percaya.


"Tolong,demi aku. Demi semua,aku mohon! Jangan katakan pada siapapun,sekalipun itu Keenan"ucap Alzena.


Azriel menggeram kesal"lo boleh cinta sama dia,tapi jangan ****!!"ucapnya.


"Jangan kasih tau Keenan,aku mohon"ucap Alzena sambil terisak.


Azriel menghela nafas kasar"ok,sampai dia yang mulai duluan. Gua bakal bilang semuanya sama dia"ucapnya.


"Ok"ucap Alzena dengan lesu.


Azriel memegang kedua bahu Alzena"lo boleh suka,lo boleh cinta sama dia tapi tolong hargain diri lo sendiri"ucapnya.


"Jangan karena cinta lo rela di sakitin dia,itu namanya ****!!"sambung Azriel.


"Ngapain minta maaf? Lo gak salah,cuman tolong jangan karena lo suka dia harga diri lo di injek-injek. Lo juga cewek,lo juga punya harga diri,lo punya perasaan"ucap Azriel panjang lebar.


"Tolong jangan bodoh sekalipun lo suka sama dia."


∆∆∆


Keenan duduk di perpustakaan dengan malas sambil menunggu Jeni datang.


Tak berapa lama akhirnya Jeni datang dengan buku bawaan nya.


"Maaf,lo nunggu lama ya?"tanya Jeni.


Keenan menggeleng singkat"kerjain sekarang aja,gua mau cabut"ucap nya.


"Eh,oke"ucap Jeni.


Mereka pun mengerjakan tugas kelompok yang di berikan guru kemarin. Keenan yang pada dasarnya tidak menyukai pelajaran matematika,ia menatap malas kearah soal-soal yang membuatnya pusing tujuh keliling.


"Ini,biar gak jenuh lo nya"ucap Jeni sambil memberikan sebungkus roti dan minuman kaleng untuk Keenan.

__ADS_1


Keenan mengangguk pelan"makasih"ucapnya singkat.


Jeni tersenyum lalu melanjutkan tugasnya mengerjakan beberapa soal yang menjadi bagian nya.


Keenan mengerjakan soal nya dengan malas,ia sangat malas mengerjakan soal matematika yang sangat banyak itu.


"Oh ya, ngomong-ngomong ini undangan buat lo. Jangan lupa dateng ya"ucap Jeni sambil memberikan sebuah undangan ulang tahun untuk Keenan.


Keenan menatap undangan bewarna biru tersebut,ia membalas dengan anggukan kepala.


"Ok"balasnya.


"Gua usahain"sambung Keenan.


"Tugas bagian gua udah selesai,gua duluan"ucap Keenan. Ia menyerahkan tugas nya kearah Jeni.


Jeni mengangguk"biar gua yang kerjain sisanya"ucapnya.


"Ok"balas Keenan.


Keenan mengambil jaket miliknya dan berjalan keluar dari perpustakaan tersebut.


Jeni tersenyum miring"gua gak sabar buat pertunjukan di acara ulang tahun gua"ucap nya.


"Keenan, Alzena. Ck! Gua bakal buat acara ini jadi menyenangkan."sambungnya sambil mengetuk pena di atas meja.


Disisi lain...


Alzena menatap nanar kearah undangan bewarna biru di tangannya.


Ia kenal siapa Jeni,gadis kaya nan cantik namun ia tau Jeni memiliki kepribadian yang licik.


Entah kenapa perasaannya tidak enak mengenai pesta ulang tahun Jeni, haruskah ia datang? Atau diam saja dirumah?


Tapi ini baru pertama kali seseorang mengundang nya ke pesta ulang tahun,ia merasa tidak enak jika tidak datang.


"Semoga gak terjadi hal yang gak menyenangkan."


∆∆∆


TBC

__ADS_1


__ADS_2