ALKENA(ALZENA&KEENAN)

ALKENA(ALZENA&KEENAN)
26.


__ADS_3

Azriel menatap langit-langit kamarnya,ia tau gadis itu masuk kerumah sakit dan juga gadis itu sudah pindah sekolah.


"Ck! Keenan,gua belum buat perhitungan sama lo"ucap Azriel sambil mengepalkan tangannya.


Ia menyayangi Alzena seperti adiknya sendiri bukan sayang seperti lawan jenis. Berada di dekat Alzena membuatnya tau betapa rapuh nya gadis itu dan membuat Azriel ingin melindunginya walau mereka tidak sedarah.


Azriel bangun dari tidurnya lalu mengambil jaket dan kunci motornya,ia harus menemui Keenan untuk membuat perhitungan dan Keenan harus tau kebenaran semuanya.


Ia tidak peduli Alzena akan marah padanya,namun Keenan harus tau semuanya tanpa terkecuali.


Azriel menaiki motor besar miliknya lalu menancapkan gas motornya dengan kecepatan tinggi menuju sekolah Keenan.


Ia berhenti tepat di depan gerbang sekolah Keenan yang masih tertutup rapat,ia menatap jam di tangannya sebentar lagi bel pulang sekolah akan berbunyi.


Lima menit kemudian bel pulang sekolah pun berbunyi pertanda pelajaran sudah usai.


Azriel membuka helm nya lalu turun dari motor besarnya sembari menunggu Keenan keluar dari sekolah.


Keenan keluar sembari menenteng tas nya di bahunya baru saja ia keluar dari gerbang tubuhnya ditarik dengan kasar dan di dorong hingga terjatuh di taman samping sekolah.


"Bangun lo pengecut!!"ucap Azriel dengan geraman kecil.


"Apaan,sih?"Keenan bangun sambil menatap tajam kearah Azriel.


"Gua belum buat perhitungan sama lo"ucap Azriel.


Azriel menarik kerah baju Keenan"lo tau,yang lo lakuin itu udah bener-bener keterlaluan"ucapnya.


"Apasi *****!!"Keenan melepaskan tangan Azriel dengan kasar.


"Lo tau gak apa yang Alzena rasain? Lo tau gak dia hancur?! Lo tau gak sialan!!"Azriel memukul wajah Keenan dengan kuat hingga tersungkur.


"Keparat!"umpat Keenan,ia menyeka sudut bibirnya yang terluka akibat pukulan dari Azriel.


Keenan tidak mau kalah membalas pukulan Azriel tak kalah kuat terjadilah baku hantam antara mereka berdua hingga mereka sama-sama tumbang dengan luka lebam di wajah yang begitu banyak.

__ADS_1


Nafas Keenan memburu begitu pula dengan Azriel,ia bangun dengan perlahan sembari memegang bagian wajahnya yang memar.


Keenan meringis,ia menatap Azriel yang menatapnya dengan tajam dan dengan luka yang sama di wajahnya.


"Lo tau gak siapa yang dapet donor ginjal dari Zena?"tanya Azriel dengan nafas memburu.


Keenan terdiam"maksud lo apa?"tanya nya.


Azriel tertawa sinis"lo aja gak tau kan? Lo mau tau siapa yang dapet donor itu?"ucapnya.


Kening Keenan mengkerut,Azriel berjalan mendekat lalu ia melempar sebuah buku kecil milik Alzena.


"Lo mau tau? Lo sendiri yang dapet donor ginjal dari Alzena."


∆∆∆


Keenan menambah kecepatan motornya,dadanya naik turun seiring dengan nafas yang memburu. Ia masih mengingat semua yang dikatakan Azriel padanya.


Flashback...


Azriel tertawa kecil"gak percaya? Lo bisa tanya sama nyokap lo,tanggal kapan lo operasi dan samain sama tanggal yang ada di buku itu"ucapnya.


"Gua gak bakal mau ketemu sama lo kalau gua cuman bilang omong kosong"ucap Azriel.


Keenan menatap nanar kearah buku bersampul coklat di tangannya ia menatap punggung Azriel yang mulai menjauh.


"Lo mau tau seberapa cinta nya Alzena sama lo? Dia bahkan ngorbanin ginjal nya buat cowok brengsek kayak lo sedangkan dia....dia gak peduli hidupnya gak bakal normal lagi"ucap Azriel.


"Dia lakuin itu buat siapa,buat lo Keenan. Tapi dengan gak tau dirinya lo nyakitin cewek yang gak ada salah apa-apa sama lo"sambung Azriel.


Azriel berbalik menatap Keenan yang masih terdiam"oh,gua lupa bilang satu lagi. Temen masa kecil lo yang nolongin lo bukan Intan tapi Alzena"ucapnya.


Azriel meludah"bukan Alzena yang buat nyawa Intan melayang dari dulu Intan punya kelainan kejiwaan dan Zena selalu di samping Intan sebelum kecelakaan itu terjadi"ucapnya.


"Dia overdosis obat,Zena yang bawa dia kerumah sakit tapi Intan malah buat nekat. Tapi dengan begonya lo nyalahin dia yang nyelamatin Intan,cih"

__ADS_1


Flashback off...


Keenan menambah gas motornya supaya ia lebih dulu cepat sampai dirumah,ia harus memastikan kebenaran ucapan Azriel jika memang benar Alzena yang mendonorkan ginjal nya berarti selama ini Keenan lah yang benar-benar bersalah.


Mimpinya...


Teman masa kecilnya...


Dan--cinta pertamanya...


Sebenarnya adalah Alzena bukan Intan.


Keenan menggertakan giginya,saat sudah sampai di rumah Keenan langsung masuk mencari mamanya.


"Dimana sih?"ucap Keenan saat tidak menemukan ibunya sama sekali di ruang tamu.


"Ma!"panggil Keenan.


"Iya kenapa?"tanya Rika,ia baru turun dari kamarnya.


"Tanggal berapa Keenan operasi donor ginjal?"tanya Keenan langsung.


"Kenapa tiba-tiba kamu nanya kayak gitu?"tanya Rika bingung.


"Jawab aja ma"ucap Keenan dengan gemas.


"Tahun kemaren bulan Febuari tanggal 15"ucap Rika"kenapa?"


Bahu Keenan langsung merosot,semuanya benar. Perkataan Azriel,waktu operasi dan----Alzena.


Keenan langsung berlari keluar tanpa memperdulikan teriakan ibunya,ia menaiki motornya dan pergi.


Ia harus bertemu Alzena harus.


∆∆∆

__ADS_1


TBC


__ADS_2