ALKENA(ALZENA&KEENAN)

ALKENA(ALZENA&KEENAN)
18.


__ADS_3

Alzena menatap nanar sebuah dokumen di tangannya,ia beralih menatap Reza.


"Jadi,ma-mama aku bakal masuk penjara?"tanya Alzena lirih.


Reza mengangguk"gua tadinya berniat buat bantuin lo dengan minta bantuan Abang gua,tapi disisi lain Abang gua malah nemuin dokumen penggelapan dana"ucapnya.


"Dana itu seharusnya punya lo Zen,uang 5 miliar itu atas nama lo bukan ibu lo"sambung Reza.


Alzena tidak memikirkan uang yang merupakan hak miliknya di ambil oleh ibunya,karena ia akan memberikan apapun untuk ibunya.


"Apa gak ada cara lain buat mama aku bebas?"tanya Alzena penuh harap.


"Dengan terpaksa gua jawab nggk bisa,uang yang ibu lo ambil itu uang yang harusnya ia kasih buat Lo bukan buat diri dia sendiri"ucap Reza.


"Dia juga terlibat kasus penipuan saham besar senilai 25 miliar,dan perusahaan yang kena mau nuntut ibu lo"sambung Reza.


Alzena menutup mulutnya seraya menatap Reza tidak percaya,tidak percaya ibunya bisa melakukan penipuan seperti itu.


"Kak,tolong. Jangan biarin mereka nuntut mama aku"ucap Alzena memohon.


"Gua gak bisa Zen,gua gak ada koneksi buat kesana. Maaf"ucap Reza lesu.


"Ini kesalahan ibu lo Zen,dia berhak dapat hukuman dari apa yang dia lakuin"sahut Leo.


"Dia dapet hukuman atas apa yang dia perbuat baik sama lo atau sama yang lain"sambungnya.


"Ta-tapi--"


Reza menepuk pundak Alzena"Zen,gua tau Lo sayang banget sama ibu lo tapi kita gak bisa melawan hukum. Yang salah tetep salah sekalipun lo jadi saksi di pengadilan,suara lo cuman satu tapi yang nuntut ibu lo bukan cuman satu"ucapnya.


"Kalau ibu lo bener-bener masuk penjara abis itu kita pikirin rencana yang lain"sambung Reza.


Alzena tertunduk lesu,Reza dan Leo saling pandang lalu menganggukan kepalanya.


"Kalau gitu gua balik duluan ya,lo sama Leo dulu. Besok kita ketemu lagi"ucap Reza.


"Iya kak, hati-hati"ucap Alzena sambil tersenyum lemah.


Reza pun keluar dari kedai tersebut meninggalkan Alzena dan Leo di dalamnya.


"Zen,ayo kita jalan-jalan dulu gitu"ucap Leo.


Alzena berdiri lalu mengikuti Leo dengan langkah lesu namun Leo malah merangkulnya.


"Udah jangan sedih,kita pikirin cara yang lain ya"hibur Leo.


Alzena tersenyum tipis,pikirannya berkecamuk ia sangat menghawatirkan ibunya.


"Mau?"tawar Leo,ia memberikan sebotol minuman dingin.

__ADS_1


Alzena mengangguk lalu meminum minuman tersebut hingga tersisa setengahnya.


"Zen"panggil Leo membuat Alzena langsung menoleh kearah nya.


"Apapun yang kita perbuat itu yang bakal kita dapat,karma itu berlaku."


∆∆∆


"Temenin gua"ucap Keenan sambil menarik tangan Alzena.


"Eh,tapi--"


"Apa?"tanya Keenan.


"Itu,tugas piket aku belum selesai"ucap Alzena.


"Oi,lo bocah!!"teriak Keenan pada siswa yang berada di dalam kelas Alzena.


"Ke-kenapa kak?"tanya nya takut-takut.


"Siapa yang piket selain Zena?"tanya Keenan dingin.


"Sa-saya kak"sahut perempuan di sebelahnya.


"Kerjain! Tugas piket itu bersama bukan sendiri,ngerti lo?!"ucap Keenan.


"Iya kak"ucap perempuan itu sembari mengambil alih sapu yang berada di tangan Alzena.


Keenan menarik tangan Alzena menuju lapangan basket.


"Tunggu disini"ucap Keenan.


Alzena duduk di pinggir lapangan basket,sembari menatap Keenan dari jauh. Sifat Keenan sangat aneh dan membuat dirinya bingung.


Keenan mulai mendribble bola dan melemparkannya kedalam ring lalu melakukannya berulang-ulang hingga setengah jam berlalu ia selesai.


Keenan menghampiri Alzena dan duduk di sampingnya sembari meminum air yang berada di dalam tas nya.


"Kamu bolos lagi?"tanya Alzena.


Keenan menatap Alzena lalu mengangguk.


"Kenapa?"tanya Alzena.


"Bosen"balas Keenan santai.


Alzena tersenyum tipis,ia mengeluarkan tisu dan memberikannya pada Keenan.


"Elapin"ucap Keenan.

__ADS_1


Alzena menatap ragu membuat Keenan langsung menatapnya"kenapa? Gak mau?"tanya nya.


"Eh,itu--"ucap Alzena gelagapan.


Keenan menarik tangan Alzena yang sedang memegang tisu dan mengarahkan kewajah nya.


"Nanti malem jadi kan?"tanya Keenan.


Alzena mengangguk pelan"iya jadi"ucapnya.


"Gua jemput"ucap Keenan.


"Eh,tapi--"


"Kenapa? Lagian gua tau rumah lo dimana"ucap Keenan santai.


"Gua juga tau kalau Ferry itu kakak lo,buat apa disembunyiin lagi"sambung Keenan.


"Kamu kenapa?"tanya Alzena bingung.


"Emang gua kenapa?"tanya Keenan.


"Kamu rada aneh,eh maksud aku--"


"Gua aneh?"tanya Keenan,Alzena menggeleng reflek.


Keenan terkekeh kecil lalu menepuk puncak kepala Alzena.


"Gak suka gua gini?"tanya Keenan.


"Suka,eh ma-maksud aku bukan gitu"ucap Alzena gelagapan.


Keenan tertawa kecil"gak apa-apa,santai aja"ucapnya.


"Nanti malem gua jemput,jangan lupa dandan"ucap Keenan.


Alzena mengangguk sambil meremas tangannya dengan gugup.


"Gak usah tegang,gua gak nyakitin lo"ucap Keenan.


"Cuman gua ngerasa harus berdamai sama masa lalu"batin Keenan.


Disisi lain..


Jeni mengepalkan tangannya melihat Alzena dan Keenan dari kejauhan.


"Gak boleh,Keenan cuman punya gua. Lo gak berhak milikin dia Alzena."


∆∆∆

__ADS_1


TBC


__ADS_2