
Azriel mengeluarkan bungkus rokok miliknya dan mengambil satu batang rokok lalu menghidupkannya.
Azriel duduk di atas motornya seraya menatap jalanan yang nampak ramai dengan kendaraan.
Ia menatap jam di tangannya menunjukkan pukul 7 malam ,Azriel mengerutkan keningnya saat melihat orang yang ia kenal tampak berjalan menuju toko pernak-pernik.
Azriel turun dari motornya dan tak lupa menginjak puntung rokok miliknya yang baru saja hidup.
Azriel berlari menghampiri Alzena"Hey"sapanya.
Alzena terkejut lalu menoleh"eh kamu"ucapnya.
"Ngapain disini?"tanya Azriel.
"Mau beli barang buat kado temen"ucap Alzena.
"Gua bantuin mau?"tanya Azriel lagi.
"Tapi aku mau beli barang buat perempuan,emang kamu tau?"tanya Alzena.
"Tau,dikit"ucap Azriel"yaudah ayo."
Mereka pun memasuki toko tersebut sambil melihat-lihat barang yang menarik disana.
"Ini gimana?"tanya Azriel,ia menunjuk kearah pernak-pernik kalung di hadapannya.
Alzena menatap bingung"gimana ya,temen aku ini orang yang berada. Emang dia mau pakai yang begituan?"tanya nya.
Azriel mengangguk paham"oh pesta orang kaya"ucapnya.
"Kamu kan orang kaya,pasti paham yang kayak begitu"ucap Alzena.
"Nggk,gua gak kaya. Kaya hati mah iya,"ucap Azriel membuat Alzena tertawa kecil.
"Ayo,kita milih lagi"ucap Azriel.
Alzena mengangguk,ia menatap buku harian yang pernah ia lihat. Buku harian bergambar burung hantu bewarna biru terang.
"Lo mau itu?"tanya Azriel tiba-tiba.
Alzena tersentak lalu menaruh kembali buku tersebut dan menggeleng"nggk,aku cuman liat aja"ucapnya.
"Ambil aja,gua yang bayar"ucap Azriel.
"Nggk deh,makasih"ucap Alzena,berjalan mendahului Azriel.
Azriel menatap punggung Alzena yang menjauh lalu mengambil buku catatan tersebut dan membayarnya ke kasir.
"Ini"ucap Azriel sambil memberikan buku catatan tersebut.
Alzena menggeleng"nggk,gak usah. Aku gak enak"ucapnya.
"Ambil aja,Lo kan suka nulis. Anggep aja hadiah dari gua"ucap Azriel.
"Tapi--"
"Ambil aja!"Azriel menaiki yang Alzena pelan lalu memberikan buku tersebut padanya.
"Makasih"ucap Alzena pelan.
__ADS_1
"Santai aja"balas Azriel.
"Ayo,kita cari barang buat kado lagi"sambung nya.
Alzena mengangguk,mereka pun menghabiskan waktu satu jam di dalam toko tersebut akhirnya Alzena membeli beberapa barang dan langsung di bungkus kado.
"Kapan lo kesana?"tanya Azriel,mereka keluar dari toko tersebut.
"Nanti malam"ucap Alzena.
"Mau gua anter?"tanya Azriel.
Alzena menggeleng lalu tersenyum"nggk usah,aku udah nebeng orang"ucapnya.
Azriel mengangguk paham"ok"ucapnya.
"Kalau ada apa-apa Lo bisa hubungin gua"ucap Azriel tulus.
Alzena tersenyum"makasih bantuan nya ya Azriel."
∆∆∆
Alzena keluar dari rumah mengenakan dress simple bewarna navy. Ia melihat Keenan sudah berdiri di depan rumahnya.
"Udah?"tanya Keenan,ia menatap Alzena.
"Manis"batin Keenan.
"Udah"ucap Alzena.
"Naik"ucap Keenan sambil membukakan pintu mobilnya.
"Udah bawa kadonya?"tanya Keenan.
Alzena mengangguk"udah,kamu?"tanya nya.
Keenan menoleh kebelakang"ada di belakang,kalau gitu kita berangkat"ucapnya.
Mereka pun menuju rumah Jeni yang lumayan jauh,suasana di dalam mobil begitu hening. Tidak ada yang memulai pembicaraan sama sekali.
Setengah jam kemudian mereka akhirnya sampai di rumah mewah bewarna abu-abu,rumah Jeni.
"Ayo"ucap Keenan,ia membuka sabuk pengaman nya.
Alzena menyusul keluar sembari membawa kadonya. Terlihat dari dalam pesta begitu mewah dekat kolam renang.
"Kita tunggu disini aja"ucap Keenan.
Jeni melihat kearah mereka berdua dengan tatapan sinis,lalu kembali tersenyum dan berjalan mendekati mereka.
"Hei,kalian udah Dateng"ucap Jeni ramah.
Keenan tersenyum tipis"nih kado dari gua,selamat ulang tahun"ucapnya.
"Makasih"ucap Jeni sambil tersenyum.
"Ini dari aku,semoga kamu suka"ucap Alzena.
"Iya makasih"ucap Jeni sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
"Semoga kalian suka sama pestanya"sambung Jeni.
Keenan mengangguk"gua kesana dulu,Lo disini aja sama Jeni"ucapnya.
"Iya"ucap Alzena.
Keenan pergi menemui temannya,Jeni tersenyum sinis kearah Alzena.
"Enak ya deket sama kapten basket"ucap Jeni.
Alzena menatap bingung"biasa saja"balasnya.
Jeni berjalan mendekat kearah Alzena lalu berbisik.
"Gimana kalau Keenan sama gua aja"bisik Jeni.
"Maksud kamu apa?"tanya Alzena.
"Gak ada maksud apa-apa,lagian Lo gak cocok sama Keenan"ucap Jeni.
"Emangnya kamu cocok sama dia?"balas Alzena.
"Lepasin Keenan buat gua atau lo bakal tau akibatnya"ucap Jeni.
"Aku gak takut sama ancaman kamu"tantang Alzena.
Jeni tersenyum miring"ok,kita liat siapa yang bakal menang"ucapnya.
"Lo atau gua"sambung Jeni.
Keenan tengah berbincang dengan teman sekelasnya sambil tertawa pelan.
BYURR~
Keenan menatap kearah kolam renang lalu berjalan mendekat. Matanya langsung membulat saat melihat Jeni yang tercebur kedalam air.
Tanpa aba-aba Keenan langsung melompat kedalam kolam renang dan memapah Jeni keluar dari sana.
Keenan menepuk pipi Jeni tak lama kemudian ia membuka matanya.
"Lo jahat Zena"ucap Jeni.
Keenan menatap Alzena penuh tanya namun hanya di balas gelengan kepalanya.
"Kenapa ini?"tanya Keenan.
"Alzena dorong gua ke kolam,dia marah karena gua undang Lo"ucap Jeni.
"BOHONG!!"ucap Alzena"aku gak bilang kayak gitu,aku juga gak dorong dia ke kolam."
"Gua bener kok Ken,dia dorong gua terus ngancem gua. Dia jahat"ucap Jeni.
Keenan menutupi tubuh Jeni dengan jaket miliknya lalu menatap tajam kearah Alzena.
"Alzena,Lo jawab dengan jujur. Apa bener Lo yang dorong Jeni ke kolam?"
∆∆∆
TBC
__ADS_1