
"ini aku,ini diriku siapapun kamu tidak akan bisa mengubah takdirku yang membawaku untuk mencintai pria lain."
-Alzena Putri Amelia.
∆∆∆
"Lo sekolah disana?"tanya Azriel.
"Iya,kamu?"tanya Alzena.
"Sekolah swasta,SMA Cempaka."ucap Azriel di balas anggukan kepala Alzena.
"Nih,gua balikin. Punya lo kan?"tanya Azriel sambil memberikan buku catatan milik Alzena.
Mata Alzena membulat"buku aku,ka-kamu baca ya?"tanya nya panik.
Azriel menggeleng"percaya atau gak,gua gak baca buku lo"ucapnya.
"Beneran?"tanya Alzena ragu.
Azriel mengangguk"bener,gua gak baca. Lagian di kunci juga itu buku"ucapnya.
"Kemarin sih nggk,udah kebaca juga setengah."batin Azriel.
Alzena bernafas lega melihat bukunya masih tertutup rapat.
"Ngomong-ngomong, lo kenal Keenan ya?"tanya azriel.
Alzena mengangguk"siapa lo?"tanya Azriel.
"Ehm--itu,dia cuman sebatas kenal doang"jawab Alzena gugup.
"Yakin?"tanya Azriel ragu"kenapa tadi marah-marah sama lo kalau memang kalian cuman kenalan?"sambungnya.
"Dan gua tau,isi buku lo itu penuh dengan nama Keenan."ucap Azriel dalam hati.
Tubuh Alzena menegang"itu--aku,bukan. Itu bukan apa-apa kok"balasnya.
Azriel mengangguk paham"bagi nomor handphone lo"ucap nya.
Alzena menyebutkan nomor handphone miliknya lalu di simpan di ponsel milik Azriel.
"Kamu kenal Keenan?"tanya Alzena.
Azriel terdiam"gak juga,cuman sekedar tau"ucapnya singkat.
Alzena hanya ber'oh ria lalu memakan kue di hadapannya.
Brakk~
__ADS_1
Alzena hampir saja menumpahkan kue yang ia makan,lalu menatap seseorang yang memukul meja dengan kuat.
"Ke-Keenan"ucap Alzena takut.
Keenan menatap tajam kearah Azriel yang tengah menatapnya santai.
"Ikut gua pulang!"ucap Keenan sambil menarik paksa tangan Alzena.
"Sakit"lirih Alzena memegangi tangan nya yang di genggam erat Keenan.
Bugh~
Azriel memukul Keenan tepat di rahangnya hingga membuatnya jatuh tersungkur.
"Sama cewek jangan kasar,pantes aja Intan ninggalin lo"ucap Azriel dingin.
"Gak usah bawa-bawa Intan,*******!!"Keenan membalas pukulan Azriel tak kalah kuat.
"See? Dari dulu emosi lo gak pernah berubah yang ada makin jadi"ucap Azriel remeh.
"Cowok kayak lo bisa ngelindungin? Bullshit!! Kalau bukan karena lo yang lengah, Intan gak bakal mati"sambung Azriel.
"Anjing!"Keenan memukul wajah Azriel.
Alzena berkali-kali ingin memisahkan mereka namun malah ia sendiri yang terkena pukulan dari Keenan.
"Minggir!!"Keenan mendorong tubuh Alzena namun langsung di tangkap Azriel.
Azriel menggeram marah"lo nyalahin dia? Apa kabar lo man? Lo pacarnya waktu itu, ada gak lo disana pas kecelakaan itu? Ngaca!!"
∆∆∆
Setelah kejadian tersebut Keenan langsung pergi dari hadapan mereka.
Alzena kini tengah mengobati wajah lebam Azriel,mereka berhenti di sebuah apotik tadi.
"Kalian saling kenal?"tanya Alzena sambil memberikan alkohol di wajah Azriel yang membengkak.
"Sebenarnya gua mantan Intan"ucap Azriel.
"Itu dulu,sebelum Keenan rebut Intan dari gua"sambung Azriel.
Alzena terdiam,ia merasa iri pada Intan. Bagaimana tidak? Ia memiliki Keenan di hatinya lalu memiliki Azriel yang pernah singgah sebentar di hati Intan.
Dua pria dengan sifat saling bertolak belakang namun memiliki satu cinta yaitu Intan.
"Masih dendam?"tanya Alzena.
Azriel menggeleng seraya meringis saat Alzena tak sengaja menekan luka di wajahnya.
__ADS_1
"Nggk,gua juga bukan tipe orang pedendam kayak dia."ucap Azriel.
"Lagian itu juga udah lalu,gua sama Intan emang pernah sama-sama tapi itu dulu"sambung Azriel.
Azriel menatap Alzena gadis yang terlihat rapuh dan kuat secara bersamaan membuat nya teringat adik kecilnya yang sudah meninggal tiga tahun silam.
Azriel seperti ingin sekali melindungi gadis di hadapannya ini,Keenan benar-benar seorang bedebah yang beruntung.
"Lo suka sama Keenan kan?"tanya Azriel membuat kegiatan Alzena langsung terhenti.
"A-aku apa?"tanya Alzena.
Azriel menaikan alisnya"lo suka Keenan,gua tau itu. Apalagi liat tatapan lo ke dia itu beda"ucapnya.
Alzena terdiam,apa terlihat sekali ia menyukai pria itu?
"Kalau lo gak kuat mending mundur dari sekarang"saran Azriel.
Alzena menatap Azriel"gak bisa"ucap Alzena dengan lirih.
"Lo itu terlalu berharga buat di sakitin dia."ucap Azriel.
Alzena terdiam,berharga? Berharga untuk di sakiti oleh pria itu,berharga untuk jadi cemoohan orang.
Alzena hanya tersenyum tipis,Azriel tidak tau apa saja yang selama ini ia dapatkan,yang selama ini ia rasakan. Azriel hanya tau sekilas saja,tidak benar-benar tau apa yang ia dapatkan.
"Sorry,kalau gua terkesan ikut campur. Gua cuman ngomong buat kebaikan lo aja"ucap Azriel.
Alzena mengangguk"iya,aku tau kok."ucapnya.
"Gua cuman saranin,selagi masih di awal mending mundur."ucap Azriel.
"Gua tau kalau Keenan nuduh lo kan,dia dari dulu emang kayak gitu. Emosian"sambung Azriel.
Azriel menatap jam di tangan nya"udah sore,ayo gua anter."ucapnya.
"Aku naik angkot aja deh"ucap Alzena tidak enak hati.
Azriel menggeleng"gua bukan tipe yang gak bertanggung jawab,ayo gua anter pulang"ucapnya.
Alzena mengikuti Azriel dari belakang sambil menenteng tas sekolahnya.
"Zen"panggil Azriel.
"Kenapa?"tanya Alzena.
"Jangan mencintai orang yang salah,lo ada hak untuk bahagia dan itu bukan sama Keenan."
∆∆∆
__ADS_1
TBC