
Alzena baru saja sampai di sebuah rumah besar bewarna coklat di hadapannya ini.
Saat baru sampai Leo memeluknya dengan erat membuat Alzena menatapnya bingung.
"Lo--"
"Maaf kak,ini sesak banget"ucap Alzena,Leo langsung melepaskan pelukannya.
"Sorry,gua reflek"ucap Leo,ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Reza memukul kepala Leo"lo mau buat anak orang mati?"tanya nya kesal.
Leo mengusap kepalanya"kan gua gak sengaja"ucapnya.
"Masuk dek"ucap Reza di balas anggukan kepala Alzena.
"Maaf dek,kelakuan Leo emang bikin kesel"ucap Reza membuat Leo mendengus.
"Zen"panggil Leo.
Alzena menoleh"kenapa kak?"tanya nya.
"Lo bener kalau,itu apa namanya---"Leo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Reza menggelengkan kepalanya"dia tau kalau lo cuman punya satu ginjal"ucapnya.
Alzena sedikit terkejut lalu tersenyum tipis.
"Gak apa-apa"ucap Alzena.
"Gimana kabar kakak?"tanya Alzena.
"Baik,bahkan lebih baik semenjak Lo donorin darah buat gua. Makasih Zen,gua gak tau apa yang bakal terjadi kalau lo gak nolongin gua"ucap Reza.
Alzena tersenyum tipis membalasnya"itu udah kewajiban manusia buat saling menolong kak"ucapnya.
Reza menepuk puncak kepala Alzena namun langsung di tepis oleh Leo dengan kasar.
"Gak usah pegang-pegang!"ucap Leo ketus.
Reza mencibir kesal"oh ya,maaf Zen bukannya mau balas budi atau apa. Ini buat lo,tolong di terima."ucap nya sambil menyodorkan sebuah dokumen.
"Apa ini kak?"tanya Alzena bingung,ia membuka dokumen tersebut dan membacanya.
Ia terkejut lalu menatap Reza,ia langsung mengembalikan dokumen tersebut sambil menggeleng.
__ADS_1
"Nggk kak,Zena gak bisa ambil ini"ucap Alzena bingung.
Reza mendorong kembali dokumen tersebut"tolong di terima,cuman ini yang bisa gua bantu buat Lo"ucapnya.
"Tapi--"
"Gua tau apa yang lo alamin di rumah,mungkin ini bisa membantu lo nanti"ucap Reza.
Alzena menatap dokumen tersebut,isi dokumen itu adalah sebuah surat rumah dan uang tunai senilai 25 juta.
"Ini terlalu banyak kak,aku gak bisa terima ini"ucap Alzena.
Reza menggeleng maklum"Zen,ini jumlah sedikit. Gak sebanding dengan apa yang lo lakuin,jadi anggep aja ini rezeki atas apa yang lo lakuin"ucapnya.
Alzena menatap Reza dan Leo secara bergantian"ehm--ok,aku terima ini. Tapi kak,aku nitip surat ini sama kakak dulu ya"ucapnya.
Reza mengangguk"ok,gua pegang. Lo bisa ambil kapan pun lo mau"ucapnya.
Leo memberikan minuman dan makanan untuk Alzena"dimakan Zen"ucapnya.
"Makasih kak"ucap Alzena.
"Zen, kalau lo butuh bantuan gua sama Leo siap bantu kapan pun lo butuh"ucap Reza.
∆∆∆
Alzena tersentak lalu menoleh"itu--aku cuman--"
"Apa itu?"tanya Keenan saat menatap sebuah kotak bewarna biru di balik tubuh Alzena.
"Ehm--ini---"
Keenan mengambil kotak tersebut dari tangan Alzena lalu membukanya dan teryata isinya kue macaron.
Keenan menatap Alzena"buat gua?"tanya nya.
Alzena mengangguk pelan lalu menunduk,ia tidak mau menatap Keenan sekarang.
"Apa gua seseram itu?"tanya Keenan kesal.
Alzena menatap Keenan lalu menggeleng"nggk,bukan gitu maksud aku"ucapnya gelagapan.
Keenan mengangguk"masuk,di luar dingin"ucapnya sambil membukakan pintu rumahnya.
Alzena tersentak lalu mengikuti Keenan masuk kedalam rumah. Sikap Keenan aneh setelah ia mengantarkan dirinya pada saat itu.
__ADS_1
Keenan sekarang lebih terbuka padanya,tidak bersikap kasar lagi. Atau mungkin ada sesuatu yang terjadi? Alzena berpikir keras.
"Tangan lo?"tunjuk Keenan.
Alzena menatap tangannya lalu menyembunyikan nya"gak apa-apa,udah sembuh"ucapnya.
Keenan mengangkat alisnya dan menatap Alzena ragu"oh"ucapnya.
"Gua tau semuanya"ucap Keenan.
Alzena terdiam"maksudnya?"tanya nya.
"Semuanya,tentang Ferry kakak lo dan kejadian di rumah lo"ucap Keenan.
Alzena menatap panik kearah Keenan"ka-kamu--"
"Tenang aja,gua gak bilang siapa-siapa. Gua juga gak lapor ke polisi tentang penyiksaan yang lo alamin dirumah"ucapnya.
"Kalau lo gak nyuruh,ya gua gak lapor"sambung Keenan,ia memakan kue macaron dengan acuh.
Alzena memegang jarinya dengan gugup,ia takut jika Keenan akan melaporkan ibunya ke pihak yang berwajib.
"Kenapa diem? Duduk!"ucap Keenan,Alzena duduk di hadapan Keenan.
"Lo sama Azriel punya hubungan apa?"tanya Keenan.
Alzena menggeleng"nggk ada hubungan apa-apa"ucapnya.
"Oh"ucap Keenan,entah kenapa ia merasa lega mendengar jawaban itu.
"Oh iya, ngomong-ngomong kamu di undang ke acara ulang tahun Jeni?"tanya Alzena mengalihkan topik.
"Di undang"ucap Keenan"lo?"tanyanya.
Alzena menganggukan kepalanya"aku juga di undang"ucapnya.
Keenan menatap Alzena sekilas"kalau gitu bareng gua kesana"ucap nya.
Alzena menatap bingung"maksud kamu?"tanya nya bingung.
Keenan berdecak kesal"lo budek apa gimana sih? Bareng gua kesana nya"ucapnya.
"Beneran?"tanya Alzena penuh harap.
"Jangan malu-maluin gua kalau disana."
__ADS_1
∆∆∆
TBC