ALKENA(ALZENA&KEENAN)

ALKENA(ALZENA&KEENAN)
13.


__ADS_3

"Sialan lo Fer!!"Keenan memukul wajah Ferry.


Ferry langsung tersungkur saat Keenan menyerang wajahnya dengan tiba-tiba.


"Apaan sih?!"Ferry langsung bangun sembari memegang rahangnya yang terkena sasaran pukulan dari Keenan.


Keenan menarik kerah baju Ferry"******* lo ya!! Lo bohongin gua"ucapnya.


"Bohongin apa sih?"tanya Ferry bingung.


Keenan tertawa sinis"lo bohongin gua,lo kakak Alzena kan?"tanya nya.


Tubuh Ferry langsung membeku"da-dari mana lo tau?"tanya nya dengan gugup.


Keenan tertawa pelan,ia memijat pelipisnya"pantes lo gak pernah ngebiarin gua buat dateng kerumah lo,ini alasannya"ucapnya.


"Dari mana gua tau? Gua gak sengaja ngeliat tontonan drama keluarga lo"sambung Keenan sambil berdecih tidak suka.


Ferry menatap Keenan,apa Keenan melihat Alzena di pukuli ibunya?


"Dan ngeliat didepan mata gua sendiri,dia di pukuli sama ibunya di depan kakak kandungnya."ucap Keenan sinis.


Deg~


Jantung Ferry berdetak tidak karuan"lo ap--"


Keenan menarik kerah baju Ferry kembali"yang gua gak habis pikir,lo bohongin gua *******!!"ucapnya.


"Sorry gua--"


"Basi lo loser!!"Keenan memukul wajah Ferry kembali dengan kuat.


"Gua kecewa sama lo"ucap Keenan,ia menenteng tas nya dan berjalan menjauh dari Ferry.


Ferry bangun perlahan lalu memukul dinding di sampingnya dengan kuat.


"Arghhh!! ****!"umpat Ferry.


Disisi lain Alzena berbaring di dalam UKS,kepala nya tiba-tiba terasa pusing dan tubuhnya begitu lemas.


"Zena,lo sakit?"tanya Leo.


Alzena menatap pintu UKS disana Leo menatapnya dengan tatapan khawatir lalu menganggukan kepalanya.


"Sedikit"balas Alzena.


"Udah makan?"tanya Leo.


Alzena mengangguk"udah tadi di kasih sama anak PMR"ucapnya.


"Bagus deh"ucap Leo"yaudah sekarang tidur aja,biar mendingan"sambungnya.

__ADS_1


"Iya kak"Alzena berbaring membelakangi Leo.


Leo tersenyum lalu menutup tirai tersebut dan berjalan keluar dari UKS. Ia berjalan menuju lapangan basket,ia melihat Keenan sedang bermain bola basket disana.


Leo jalan menjauhi Keenan,ia malas bertemu dengan mantan sahabatnya sekaligus rivalnya itu.


"Sialan!!"umpat Keenan,ia melempar bolanya sembarang arah.


"Hey,Keenan"sebuah suara dari belakang Keenan,ia langsung menoleh.


"Siapa?"tanya Keenan datar.


"Gua Jeni,emm--gua sekelompok sama lo pelajaran matematika"ucap Jeni.


"Oh"balas Keenan singkat,ia mengambil bola basket dan kembali melemparkan nya kedalam ring.


Jeni berdiri dengan kikuk apalagi melihat respon Keenan yang begitu tidak acuh dengan keberadaan nya.


"Kalau gitu kapan kita kerja kelompok nya?"tanya Jeni mengalihkan topik.


Keenan kembali menatap Jeni"besok sore"balasnya.


Jeni mengangguk pelan,ia berjalan mendekati Keenan dan memberikannya sebotol minuman.


"Ini buat lo jangan lupa di minum."


∆∆∆


"Gua penasaran siapa yang dari dulu sering kasih kayak gini ke gua"gumam Keenan,ia membuka bungkus roti tersebut lalu memakannya.


Ia menutup kembali loker miliknya dan menguncinya dengan rapat lalu,berjalan menuju parkiran sekolah karena memang sudah bel pulang sekolah.


Ia memasang helmnya lalu menghidupkan motornya dan keluar dari area sekolah.


Ia menatap Alzena yang kini menunggu di halte bis lalu motor besar bewarna biru berhenti tepat di hadapan Alzena.


Keenan mengerutkan keningnya saat melihat Azriel terlihat sedang menjemput Alzena.


Keenan berdecih tidak suka melihat interaksi mereka,ia menancapkan gas motornya lalu berhenti tepat didepan motor milik Azriel.


Azriel menatap bingung kearah Keenan lalu kembali menatap Alzena.


"Ayo pulang"ucap Azriel.


"Iy--"


"Dia pulang sama gua"ucap Keenan sambil turun dari motor besar miliknya.


"Sejak kapan lo peduli?"tanya Azriel sinis.


"Ngapain lo kepo sama urusan orang?"tanya Keenan tak kalah sengit.

__ADS_1


Azriel berdecih"ayo naik"ucapnya.


"Balik sama gua Zena"desis Keenan.


Alzena menatap aneh kearah Keenan"kamu sakit?"tanya nya.


Azriel menahan tawanya sedangkan Keenan berdecak kesal.


"Naik!!"ucap Keenan.


"Santai man,dia cewek jangan di kasarin"ucap Azriel sambil menepis tangan Keenan yang menarik lengan Alzena dengan kuat.


"Gak usah ngurusin kehidupan gua!"ucap Keenan.


Azriel berdecih"gua cuman ngurusin Alzena,bukan lo"balasnya.


"Ayo"ucap Keenan,kembali menarik lengan Alzena.


"Ikut gua aja,jangan sama dia"Azriel ikut menarik tangan Alzena yang satunya.


"Apa urusannya sama lo?"tanya Keenan.


Azriel tertawa kecil"terus? Apa hubungannya sama lo?"tanya nya.


"Gua tunangan nya"ucap Keenan kesal membuat Alzena terdiam.


"Cih,tunangan? Gak ada tunangan yang model kayak lo"ucap Azriel.


"Keparat!!"Keenan menarik kerah baju Azriel.


"Lihat? Bahkan lo gak bisa ngendaliin emosi sendiri"ucap Azriel remeh.


"Anj--"


"Berhenti! Udah!"Alzena mendorong tubuh Keenan dan Azriel agar mereka menjauh.


Azriel dan Keenan saling menatap dengan sengit membuat Alzena bingung sekaligus merasa aneh dengan perilaku Keenan padanya.


"Lo--"


"Aku pulang naik bus,dahh"Alzena memotong pembicaraan Keenan dan langsung menaiki bus yang tepat baru sampai itu.


Keenan melongo,Azriel berdecih kesal"gara-gara lo nih"ucap Azriel.


Keenan mendelik kesal"gua? Yang ada lo ya!!"ucapnya.


"Cih"Azriel menaiki kembali motor besarnya dan meninggalkan Keenan di halte tersebut.


Keenan memukul tiang di samping"apa yang lo lakuin barusan ****?!"


∆∆∆

__ADS_1


TBC


__ADS_2