ALKENA(ALZENA&KEENAN)

ALKENA(ALZENA&KEENAN)
29.


__ADS_3

Leo memandang luar jendela,apa ia harus mengutarakan perasaannya pada Alzena? Ia sudah tidak bisa membohongi perasaannya lagi.


Leo keluar dari kamarnya,ia harus bertemu dengan Alzena tidak peduli gadis itu akan menolaknya setidaknya ia harus mencoba lebih dulu adalah pilihan yang terbaik.


Jika gadis itu menolak ia masih bisa berteman dengan nya bukan? Leo sudah memantapkan hati,ia akan mengutarakan perasaannya pada Alzena.


"Mau kemana lo?"tanya Reza.


Leo menoleh"kerumah Alzena"ucapnya.


"Ngapain?"tanya Reza sambil membaca koran.


"Nembak Zena"ucap Leo,ia memakai jaket nya dan tak lupa mengambil kunci motornya.


"Serius?"tanya Reza tidak percaya.


Leo mengangguk"gua gak bisa cuman diem aja bang"ucapnya.


"Kalau dia nolak gimana?"ucap Reza"dia kan sukanya sama Keenan."


"Itu masalah belakangan,kalau dia nolak gua sama dia masih bisa jadi temen bang"ucap Leo.


Reza menepuk pundak Leo dengan jantan"gua suka gaya lo, lanjutin"ucapnya.


"Mau ikut bang?"tanya Leo"temenin gua kalau misal gua patah hati disana."


Reza menggeleng sambil terkekeh"males amat gua nemenin orang yang lagi patah hati,mending cari cewek gua mah"ucapnya.


"Sialan!!"Leo melempar bantal kearah wajah Reza.


"Yaudah sana,siapin hati lo. Jangan nangis pas di tolak sama dia"ucap Reza.


"Lo mah doanya jelek bener bang,doain kek gua di terima"dengus Leo kesal.


Reza terkekeh"gua kan baik,yaudah sana"usirnya.


Leo mendengus kesal lalu keluar dari rumahnya langsung menaiki motor dan pergi menuju rumah Alzena.


Saat sampai di rumah Alzena,Leo memantapkan hatinya sebelum mengetuk pintu rumah Alzena. Ia bahkan sudah membeli bucket bunga untuk Alzena.

__ADS_1


Tok~


Tok~


Tok~


"Iya sebentar"sahut Alzena dari dalam membuat jantung Leo berdetak tidak karuan.


Cklek~


"Eh,kak Leo. Masuk kak"ucap Alzena.


"Di luar aja deh,ada yang mau gua omongin sama lo"ucap Leo sambil menyembunyikan bucket bunga di balik tubuhnya.


Alzena mengangguk"bentar ya kak"ucapnya.


Alzena menutup pintu rumahnya karena Ferry kakaknya juga sedang keluar barusan.


"Mau ngomong apa kak?"tanya Alzena sambil tersenyum membuat Leo bertambah gugup.


Leo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal"ehm,itu gua--"Leo mengeluarkan cengiran khasnya membuat Alzena menatap bingung.


"Kakak mau ngomong apa sama aku?"tanya Alzena lagi.


Leo nampak memikirkan sesuatu sebelum berbicara"ah itu--"


"Kak Reza sakit atau gimana?"tanya Alzena.


Leo menggeleng"bukan,bang Reza mah sehat-sehat aja."ucapnya.


"Terus kakak mau ngomong apa?"tanya Alzena.


"Lo--gini,gua suka sama lo Zena."


∆∆∆


Keenan bangun dengan semangat ia mandi dan tak lupa membawa buku catatan milik Alzena.


Tangannya yang terluka pun sudah di perban dengan rapi oleh ibunya lalu Keenan menuruni tangga satu persatu.

__ADS_1


"Udah mendingan kamu Ken?"tanya Rika,ia sedang memasak di dapur.


Keenan mengangguk"ma,Keenan mau pergi kerumah Zena"ucapnya.


Rika tersenyum"hati-hati jangan ngebut"ucapnya.


Keenan mengangguk lalu menyalimi tangan ibunya dan pergi keluar rumah. Sebelum itu ia sudah membeli buku catatan baru untuk Zena dan setangkai bunga mawar untuk Alzena sebagai permintaan maafnya.


Ia harus memperbaiki hubungannya,ia tidak mau kehilangan orang yang dia sayangi untuk kesekian kalinya. Tidak peduli Alzena akan menolak permintaan maafnya,Keenan akan berusaha lagi hingga gadis itu memaafkan kesalahannya.


Keenan menambahkan kecepatan motornya,ia ingin cepat-cepat sampai di rumah Alzena. Ia ingin memeluk tubuh gadis itu dan meminta maaf padanya dengan tulus.


Keenan menghentikan motornya agak jauh dari rumah Alzena,ia turun dari motornya sembari memikirkan kata yang pas untuk ia ucapkan.


Keenan melangkahkan kakinya menuju rumah Alzena namun langsung terhenti saat melihat Alzena berbicara dengan Leo yang sepertinya sedang mengutarakan perasaannya pada Alzena.


Keenan menatap Leo yang mulai berjongkok di hadapan Alzena sambil memberikan sebucket bunga untuk gadis itu.


Terlambat,Keenan terlambat. Mungkin kah Alzena menerima perasaan Leo atau menolaknya?


Mungkin gadis itu akan menerima perasaan Leo,karena mungkin gadis itu sudah membenci dirinya.


Karma sedang berlaku padanya,kini orang yang ia cintai sudah menjadi milik orang lain. Mungkin kah ia masih ada kesempatan? Atau----ah sudahlah.


Keenan menatap lesu kearah mereka lalu berbalik dan berjalan perlahan dengan raut wajah sedih yang tidak bisa ia utarakan.


Keenan menatap buku dan bunga mawar di tangannya mungkin hari ini bukan saat yang baik untuk meminta maaf.


Gadis itu sudah menjadi milik orang lain,Keenan menjadi tidak rela namun ini ganjaran yang harus ia terima.


Keenan tersenyum miris,buku ini lebih baik ia simpan saja jika ada waktu ia akan memberikannya untuk Alzena.


Langkah Keenan terhenti saat mendengar suara orang yang ia kenal memanggilnya.


"Keenan,kamu ngapain?"


∆∆∆


TBC

__ADS_1


__ADS_2