ALKENA(ALZENA&KEENAN)

ALKENA(ALZENA&KEENAN)
20.


__ADS_3

Alzena menggeleng"aku gak dorong dia Ken,kamu percaya sama aku"ucapnya sambil memegang lengan Keenan.


Keenan menghempaskan tangan Alzena dengan kasar."kalau gak dorong kenapa Jeni bisa jatuh? Gak mungkin dia bakal ceburin diri sendiri"ucapnya marah.


"Ken,aku benar-benar nggk dorong dia ke kolam"ucap Alzena,ia sudah terisak.


Keenan tertawa sinis"Lo pikir gua percaya? Lo udah bikin gua kecewa Zen"ucapnya.


"Gua pikir,Lo beneran cewek baik-baik teryata busuk"sambung Keenan.


"Ken"Alzena berusaha memegang tangan Keenan namun kembali di hempasan kasar oleh nya.


"Pergi! Gua gak mau liat wajah lo disini"ucap Keenan.


"Tadinya gua mau nerima lo jadi tunangan gua,tapi gua berubah pikiran. Batalin bertunangan kita"sambung Keenan dingin.


Alzena menutup mulutnya menatap Keenan tidak percaya"aku gak mau,dia bukan perempuan baik-baik untuk kamu"ucap nya.


Keenan tertawa sinis"kalau dia gak baik, lo apa?"ucapnya.


"Batalin pertunangan kita,dan jangan pernah nunjukin muka Lo di hadapan gua lagi"ucap Keenan dingin.


"A-aku gak bisa"ucap Alzena terisak"aku cinta sama kamu,"sambungnya lirih.


Keenan menatap datar Alzena"Lo orang paling menyedihkan yang pernah gua temui"ucapnya.


Keenan berbalik lalu menggendong tubuh Jeni dan membawanya masuk meninggalkan Alzena yang sudah terisak dan terduduk di samping kolam renang.


Jeni tersenyum sinis seraya memegang baju Keenan dengan erat.


"Huuu tukang rusuh."


"Kenapa juga Jeni undang cewek pembawa sial ini."


"Udah jelek,masih untuk ada yang deketin."


Saat Leo akan mendekati Alzena,Reza menahannya dan menggeleng.


"Jangan,jangan dulu."ucap Reza.


"Dia butuh waktu sendiri"sambungnya.

__ADS_1


"Bang,gua gak bisa biarin dia kenapa-kenapa. Kondisi tubuhnya gak baik"ucap Leo.


"Lo malah bikin dia nambah terpuruk,lebih baik kita kasih pelajaran buat Keenan"ucap Reza.


Leo menghembuskan nafas kasar,ia menatap Alzena yang nampak rapuh dari kejauhan.


Alzena berdiri perlahan,ia tidak berani menatap orang yang berada di sekitarnya. Lalu ia berlari keluar dari pesta ulang tahun tersebut meninggalkan sepatu miliknya yang menyusahkan ia untuk berlari.


Alzena berlari sekuat tenaga dan terhenti saat merasakan area pinggangnya terasa sangat nyeri. Alzena terduduk di jalan sembari memegang pinggangnya yang terasa sangat sakit.


Alzena menangis sambil memegang dadanya,firasat buruknya terjadi. Bahkan lebih buruk dari perkiraannya.


"Sakit"lirih Alzena.


"Hiks"Alzena meringis, pinggangnya terasa sangat menyakitkan.


Alzena mengambil ponsel miliknya,ia menelpon Azriel.


"Ha-hallo"ucap Alzena lirih.


"Eh,Lo nangis? Lo kenapa? Sekarang dimana,gua jemput"ucap Azriel panik.


"Bisa jemput?"


∆∆∆


"Nangis aja,gak apa-apa"ucap Azriel,ia sudah menjemput tepatnya di tengah jalan sepi.


Alzena menatap jendela dengan pandangan kosong.


"Aku ada salah apa sama mereka?"tanya Alzena lirih.


"Lo gak ada salah apa-apa,cuman mereka aja yang ****"ucap Azriel.


"Keenan minta aku buat batalin pertunangan."ucap Alzena.


"Keparat!!"umpat Azriel dalam hati.


"Aku gak dorong Jeni,aku gak ngelakuin itu"ucap Alzena.


"Gua tau,Lo gak mungkin ngelakuin hal kayak gitu"ucap Azriel,ia mencengkram kuat stir mobilnya.

__ADS_1


Alzena kembali terisak"tapi Keenan gak percaya sama aku,dia bilang dia gak mau liat wajah aku lagi. Dia minta buat batalin pertunangan"ucapnya.


"Sialan Keenan! Lo liat apa yang bakal gua lakuin sama lo sialan!!"umpat Azriel dalam hati.


Azriel menepikan mobilnya,ia membuka sabuk pengaman nya lalu memeluk tubuh Alzena.


"Nangis aja,gua disini"ucap Azriel sambil mengusap rambut Alzena.


Pertahan Alzena pecah,ia menangis terisak di dalam pelukan Azriel.


"Shhh...udah ya"ucap Azriel,ia mencium puncak kepala Alzena.


"Baju kamu basah"ucap Alzena pelan.


"Baju doang,gak usah di pikirin. Kita pulang sekarang"ucap Azriel sambil melepaskan pelukannya.


"Udah jangan sedih,Lo jadi jelek kalau nangis"ucap Azriel sambil membersihkan sisa air mata yang menempel di pipi Alzena.


Azriel melajukan mobilnya kembali dengan kecepatan sedang lalu ia berhenti di sebuah minimarket.


"Tunggu bentar"ucap Azriel di balas anggukan kepala Alzena.


Beberapa menit kemudian Azriel keluar dari minimarket tersebut membawa makanan ringan dan sebotol minuman.


"Ini,biar agak enakan"ucap Azriel.


"Makasih,maaf kalau aku ngerepotin kamu"ucap Alzena.


"Lo ngomong apaan sih,kita kan temen. Wajar lah saling bantu"ucap Azriel sambil tersenyum tipis.


Alzena tersenyum tipis menanggapinya,setidaknya masih ada yang peduli padanya walau hanya satu atau dua orang.


"Kita pulang ya,Lo harus istirahat"ucap Azriel.


Alzena mengangguk"iya"balasnya.


Azriel kembali melajukan mobilnya membelah jalanan yang sepi.


"Udah jangan galau-galau,cowok kayak gitu gak pantes buat lo galauin"ucap Azriel.


"Lo cantik,Lo berhak dapet yang lebih baik dari dia. Gua tau lo baik,karena itu cari yang lain yang lebih bisa menerima lo apa adanya."

__ADS_1


∆∆∆


TBC


__ADS_2