
Keenan menatap sekelilingnya dengan tatapan kosong,ia masih memikirkan Alzena yang terlihat kesakitan dimatanya.
Keenan juga pernah melihat Alzena pergi kerumah sakit lalu ke apotik terdekat,sebenarnya Alzena sakit apa.
"Ngapain di pikirin sih?!"umpat Keenan.
Keenan memijat pelipisnya,ia kini berada di ruang musik dekat gudang belakang sekolah. Ia membolos untuk sekian kalinya,entah kenapa ia jadi malas belajar.
Brakk~
Keenan menatap terkejut saat mendengar pintu gudang terbuka dengan kasar.
"Dasar cewek gatel!"umpat Jeni,Keenan terdiam sembari mencoba mengintip lewat jendela. Ia melihat Alzena yang terduduk diam sambil memegang tangan nya yang terluka.
"Gua udah bilang sama lo,batalin pertunangan lo sama Keenan. Gara-gara lo,Keenan masih terikat sama hubungan yang gak dia mau ****!!"ucap Jeni.
Keenan terhenyak mendengar perkataan pedas dari Jeni,ia tidak menyangka gadis itu akan berkata kasar seperti yang ia dengar barusan.
"Batalin pertunangan kalian"ucap Jeni.
"Aku gak mau,dia gak pantes sama cewek ular kayak kamu"ucap Alzena dingin.
Plakk~
Keenan mengepalkan tangannya saat ia melihat Jeni menampar Alzena dengan kuat hingga tersungkur.
"Mulut lo kayaknya perlu di kasih pelajaran"ucap Jeni,ia menarik rambut Alzena dengan kuat.
"Gak usah macem-macem sama gua ngerti,lo itu gak sebanding."ucap Jeni,ia menginjak tangan Alzena yang terluka.
"Akhhh..."teriak Alzena kesakitan.
Jeni berjalan keluar lalu Keenan memilih untuk sembunyi di balik pintu.
"Oh ya gua lupa bilang makasih sama lo,karena Keenan udah benci sama lo. Padahal gua terjun sendiri ke dalam kolam renang"Jeni tersenyum miring lalu keluar dari gudang tersebut.
"Hiks"Alzena terisak,ia menatap tangannya yang sudah mengeluarkan darah.
__ADS_1
"Sakit"ringis Alzena,Keenan yang menatap kearahnya sudah memukul dinding dengan kuat.
"sialan!!"umpat Keenan,ia menggertakan giginya lalu pergi dari sana.
Bodoh, deskripsi yang bagus untuk dirinya. Ia malah menyakiti orang yang tidak pernah melakukan hal itu,ia malah membenci orang yang salah.
Ia malah percaya pada seorang perempuan ular seperti Jeni di bandingkan dengan Alzena yang sudah bersamanya dari dulu.
"ARGHHH!! ****!!"teriak Keenan,ia melempar barang-barang yang berada di dekatnya hingga berantakan.
"Lo **** Keenan,lo ****"lirih Keenan,ia menundukkan kepalanya lalu mengacak rambutnya dengan frustasi.
"LO ****!!"Keenan menendang kuat meja di dekatnya hingga terjatuh.
"****!"Keenan menyandarkan tubuhnya pada dinding di belakangnya.
"Gua malah nyakitin Zena,**** banget"ucap Keenan,ia memukul kepalanya.
"Anjinglah!!"umpat Keenan,ia berlari menuju kelasnya. Ia harus bertemu dengan Alzena,harus.
"Gua harus ketemu Zena,harus."
∆∆∆
Brak~
"Dimana Zena?"tanya Keenan pada orang yang berada di dalam kelas.
Mereka semua langsung terdiam namun Keenan ia menendang meja di dekatnya.
"Dimana Zena,Anjing!!"Keenan menatap tajam seisi kelas.
"Ma-masih di gudang kak"balas seorang perempuan dengan takut-takut.
"Ngapain dia disana?"tanya Keenan dingin hanya di balas tatapan bersalah seisi kelas.
"JAWAB!!"teriak Keenan.
__ADS_1
"Dia ngambil tas nya di gudang kak"sahut siswi yang satu lagi.
"Sampai Zena kenapa-kenapa,lo semua yang ada di kelas gua laporin ke polisi"ancam Keenan lalu keluar dari kelas tersebut.
Ia berlari menuju gudang belakang dengan tergesa-gesa dia membuka pintu gudang tersebut.
Mata Keenan menatap melotot saat Alzena sedang memegang pisau cutter,ia langsung melempar pisau tersebut dan menarik tangan Alzena yang sudah mengeluarkan darah segar. Keenan panik bukan main.
Keenan mengambil sapu tangan miliknya dan mengikat tangan Alzena yang terluka.
"Jangan **** Zena!! Lo pikir buat kayak gitu gak bahaya buat nyawa lo, mikir!!"Keenan memegang kedua bahu Alzena dan mencengkram nya dengan kuat.
Tangisan Alzena pecah membuat Keenan langsung memeluk tubuh nya dengan erat.
"Shhh...gua disini"ucap Keenan sambil mengusap punggung Alzena.
Hati Keenan berdetak lebih cepat jika saja ia terlambat mungkin Alzena sudah tidak bernyawa.
Tubuh Alzena lemas dipelukan Keenan,kesadarannya sudah menipis tubuhnya langsung merosot ke bawah namun dengan cepat Keenan menangkap tubuh Alzena.
"ZEN!!"Keenan menepuk-nepuk pipi Alzena.
Keenan langsung menggendong tubuh Alzena keluar dari gudang tersebut menuju mobilnya.
Keenan menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil terus menepuk pipi Alzena.
"Tolong bertahan"ucap Keenan dengan nada parau.
"Shit! Macet"umpat Keenan saat melihat mobil dan motor memenuhi jalan.
"Cepet! Cepet,ah elah"Keenan memukul stir mobil nya.
Keenan menatap Alzena yang masih tidak sadarkan diri,hatinya sudah panik bukan main.
"Zena lo harus bertahan."
∆∆∆
__ADS_1
TBC