ALKENA(ALZENA&KEENAN)

ALKENA(ALZENA&KEENAN)
6.


__ADS_3

"Jangan pernah ngerasa sendiri,karena gua akan selalu ada di samping lo"


-Leo Airlangga.


∆∆∆


"Dasar penggoda!."


"Carper banget jadi cewek."


"Sok polos padahal dalamnya,idih!"


Alzena menunduk saat ia berjalan menuju koridor kelasnya. Kenapa mereka selalu menghakimi orang yang tidak pernah melakukan kesalahan apapun.


Saat memasuki kelasnya yang tampak ramai seketika hening ketika ia memasuki kelas lalu ia melihat mejanya di penuhi coretan tipe-x dan spidol.


Lagi-lagi Alzena menghela nafas pelan,kapan hidupnya bahagia seperti orang-orang.


Alzena mengeluarkan tissue lalu membersihkan mejanya setelah lima belas menit ia membersihkan mejanya akhirnya selesai juga.


Lalu bel istirahat pun berbunyi ,Alzena langsung melesat menuju kantin untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan.


Ia melihat uang yang ia bawa hanya sepuluh ribu,sepertinya ia hanya bisa membeli roti dan air putih.


Alzena duduk di kursi kantin yang paling pojok di sudut ruangan,ia ingin menjauh dari keramaian.


"Hey,sendirian aja"ucap Leo.


Alzena menoleh lalu tersenyum"iya kak"balasnya.


"Gak mesen makanan?"tanya Leo.


Alzena menggeleng"uang nya gak cukup kak,aku beli roti aja"ucapnya.


Leo terdiam lalu ia pergi dari hadapan Alzena dan kembali lagi membawa dua piring nasi goreng.


"Ini makan"ucap Leo sambil meletakkan piring tersebut di hadapan Alzena.


Alzena menggeleng cepat,ia tidak ingin menjadi beban Leo.


"Gak kak,gak usah"tolak Alzena.


"Makan aja,lo juga butuh energi."ucap Leo.


"Kadang buat sekedar bahagia juga butuh banyak energi"sambung Leo.

__ADS_1


Alzena terdiam lalu memakan makanan yang Leo berikan padanya,Leo tersenyum tipis lalu ikut melahap makanan di hadapannya.


"Kakak gak ngumpul bareng temen?"tanya Alzena.


Leo menggeleng"kadang gua sempet mikir,di dunia ini gak ada temen yang bener-bener tulus kalau ada pun itu cuman satu banding sepuluh"ucapnya.


"Btw,Abang lo masih nyakitin lo?"tanya Leo.


Alzena menggeleng"yakin? Kalau iya bilang aja sama gua"ucap Leo.


"Iya kak"ucap Alzena.


"Kak"panggil Alzena.


"Kenapa?"tanya Leo bingung.


"Kakak kenapa baik banget sama Zena?"tanya Alzena.


Leo terdiam,tidak mungkin kan ia akan berkata bahwa dirinya suka.


"Karena lo gak berhak dapet perlakuan yang gak adil,kadang manusia cuman bisa melihat tanpa tau kejadian sebenarnya"ucap Leo.


"Kadang orang cuman bisa berkomentar tanpa tau apa yang lo alamin"sambung Leo.


Alzena terenyuh hatinya menghangat mendengar ucapan tulus dari Leo padanya.


Alzena mengangguk di balas senyuman manis dari Leo.


"Jangan pernah ngerasa sendiri,karena gua akan selalu ada di samping lo."


∆∆∆


Kini jadwal Alzena piket tidak ada orang yang mau membantunya walau hanya sekedar menaikan kursi ke meja.


Alzena mengambil sapu dan serokan,ia memungut sampah yang bertebaran di lantai lalu membersihkan papan tulis.


Semua ia kerjakan sendiri setengah jam kemudian akhirnya ia selesai membersihkan kelas.


Alzena membersihkan keringat yang membasahi dahinya lalu melihat jam di dinding menunjukkan waktu pukul setengah lima.


Alzena mengambil tas nya lalu menutup kembali pintu kelas,sekolah tampak sepi hanya terlihat beberapa siswa yang sedang melakukan ekstrakurikuler.


Alzena melangkahkan kakinya menuju pangkalan angkot namun ia langsung menghentikan langkahnya saat mendengar orang tengah berbicara.


"Gimana? Beres?."

__ADS_1


"Beres,Keenan bakal habis kali ini."tubuh Alzena langsung menegang,ia sedikit mengintip siapa yang berbicara.


Teryata Refin dan Ilham,musuh bebuyutan Keenan dari pertama masuk sekolah.


"Kita tunggu Keenan keluar,baru tabrak dia."


Nyali Alzena menciut seketika ia langsung panik dan mencari keberadaan Keenan,ia tidak ingin terjadi sesuatu pada Keenan.


Alzena berlari kalang kabut mencari Keenan mulai dari kelasnya,rooftop dan lapangan tapi ia masih tidak melihat tanda-tanda keberadaan Keenan.


Nafas Alzena tersendat-sendat lalu ia berjalan keluar menuju gerbang sekolah ia melihat Keenan menuju seberang jalan.


Alzena menoleh kesamping tampak sebuah mobil melaju dengan kencang,ia langsung berlari mengejar Keenan.


"KEENAN AWAS!!"teriak Alzena membuat Keenan langsung menoleh.


Alzena mendorong tubuh Keenan dengan memeluknya ke pinggir jalan tepat satu detik mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi hampir mengenai Keenan jika saja Alzena tidak menyelamatkan nya mungkin Keenan akan kehilangan nyawa.


"Aww.."lengan dan kaki Alzena tergores aspal di jalan lalu ia menatap mobil tersebut yang berhenti sebentar lalu berjalan meninggalkan area tersebut.


"Ck! Apaan sih?!"Keenan langsung bangun lalu menatap tajam kearah mobil yang sudah menjauh.


Hampir saja ia celaka jika tidak di selamatkan sedetik saja nyawanya akan melayang.


Keenan menatap Alzena yang terduduk sambil memegang tangan nya yang terluka dan mengeluarkan darah.


Alzena langsung bangun"kamu gak apa-apa kan?"ucapnya sambil melihat keadaan Keenan.


"Gak usah pegang-pegang!"ucap Keenan sambil menyetak tangan Alzena dengan kasar.


Alzena terdiam lalu tersenyum yang terpenting baginya adalah Keenan tidak terluka.


"Kalau gitu Zena pulang ya,untung tadi kamu gak kenapa-kenapa."ucap Alzena. Keenan terdiam entah kenapa ia merasa bersalah padahal gadis itu tadi menyelamatkan nya.


Alzena berbalik lalu berjalan dengan sedikit pincang sesekali meringis,ia harus cepat pulang dan mengobati lukanya.


"Tunggu"ucap Keenan membuat Alzena langsung menoleh.


Keenan melempar plester luka dan betadine kearah Alzena.


"Pake, obatin luka lo. Yang ada gua kena marah gara-gara ngebiarin lo lecet"ucap Keenan,ia langsung menaiki motornya dan pergi.


Alzena tersenyum,setidaknya Keenan masih memiliki hati nurani.


"Makasih Keenan."

__ADS_1


∆∆∆


TBC


__ADS_2