ALKENA(ALZENA&KEENAN)

ALKENA(ALZENA&KEENAN)
15.


__ADS_3

Leo memandang kearah langit-langit kamarnya sambil menatap kearah jam dinding yang menunjukan pukul 7 malam.


Brukk~


"Woyy!!"umpat Leo,saat wajahnya di lempar dengan tas yang begitu berat.


"Siap--"


"Ngelamun aja,kesambet mampus"ucap Reza.


"Weh gila,kapan lo balik bang?"tanya Leo.


"Barusan"ucap Reza,ia berbaring di atas kasur Leo.


"Kok gak nelpon gua?"tanya Leo.


"Takut nya lo sibuk,eh gua liat malah sibuk melamun. Kayak banyak pikiran aja lo,paling juga cuman mikirin cewek"celetuk Reza.


Leo tertawa kecil"tau aja lo bang"ucapnya.


Reza menatap malas adik sepupunya ini,ia bangun dari tempat tidur tersebut dan memukul kepala Leo.


"Gua kira lo udah berubah,taunya masih aja bucin"ucap Reza.


"Biasa bang namanya juga anak SMA"ucap Leo.


"Lo kenapa minta balik bang? Bukannya enak ya di Rusia?"tanya Leo.


"Pala lo enak!! Kesiksa yang ada gua nya disana"ucap Reza.


Leo tertawa lepas"enak lah tinggal tempat nenek"ucapnya.


Reza mendelik kesal"lo coba tinggal sana,sama nenek. Gua jamin hidup lo kelar"ucapnya.


"Eh, ngomong-ngomong lo tau cewek ini gak?"tanya Reza,ia menunjukan selembar foto kearah Leo.


Leo menatap foto tersebut dan mengerutkan keningnya"ini kan Zena,lo kenal bang?"tanya nya.


"Lo kenal ini cewek?"tanya Reza di balas anggukan kepala Leo.


"Bisa gak ajak dia ketemu bentar,gua ada urusan sama dia penting banget"ucap Reza.


"Ngapain? Gak aneh-aneh kan?"tanya Leo kembali.


Reza memukul kepala Leo"emang gua cowok nakal apa? Cepetan! Penting!"ucap nya.

__ADS_1


"Iya-iya"balas Leo,ia mengambil ponsel nya dan menelpon Alzena.


"Gimana?"tnya Reza saat melihat Leo sudah selesai menelpon.


"Besok,pulang sekolah"ucap Leo.


"Ok,thanks"ucap Reza.


"Mau ngapain sih bang?"tanya Leo.


"Anak kecil nggk boleh kepo"ucap Reza.


"Sialan!!"umpat Leo.


Reza mengurung kepala Leo di lengannya"berani lo ngumpat sama gua? Bagus"ucapnya.


"Ampun bang! Ampun!"ucap Leo sambil meringis.


Reza melepaskan kukungan tangannya lalu mendengus kesal.


"Kenapa emangnya? Jangan bilang itu cewek yang lo suka?"tanya Reza penuh selidik.


Leo mengangguk pelan"iya"balasnya.


"Pantes kepo sama urusan dia"ucap Reza membuat Leo mendengus.


"Mau bilang makasih"ucap Reza.


"Buat?"tanya Leo lagi.


"Karena dia udah nyelamatin nyawa gua disaat dia lagi sakit"ucap Reza.


"Maksudnya? Sakit? Sakit apa?"tanya Leo.


Reza memukul kepala Leo"lo itu beneran suka sama dia apa gak sih?!"ucapnya.


"Dia hidup dengan satu ginjal,apa menurut lo dia hidup baik-baik aja?"


∆∆∆


Alzena memegang bagian pinggangnya yang terasa sangat nyeri. Ini bukan sekali ia merasakannya tapi ia selalu menutupinya bahkan dari keluarga nya sekalipun.


Ia menatap ponselnya lalu mengganti bajunya dan berjalan menuju keluar untuk menemui Leo.


Hidup dengan satu ginjal benar-benar sangat menyiksanya,ia tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat dan harus banyak minum air putih.

__ADS_1


Flashback..


"Apa?! Gagal ginjal?"tanya Rika shock.


"Benar,anak anda harus melakukan cuci darah rutin atau bisa dengan donor ginjal"ucap dokter.


"Periksa saya,saya mau mendonorkan ginjal saya"ucap Reni,ayah Keenan.


"Periksa saya juga"ucap Rika.


Dokter itu mengangguk"baik,mari ikut saya. Saya akan memeriksa lebih lanjut apakah ginjal anda atau suami anda benar-benar cocok dengan anak anda"ucapnya.


Mereka pun melakukan pemeriksaan namun sayang semua ginjal tidak cocok sama sekali. Reno yang mengidap diabetes ia tidak bisa mendonorkan ginjalnya sedangkan Rika,ginjalnya tidak cocok dengan Keenan.


"Ya tuhan,kita harus mencari kemana ginjal yang cocok dengan Keenan?"tanya Rika sambil menangis,Reno memeluknya dengan erat.


Alzena tidak sengaja mendengar pembicaraan tersebut,hatinya terenyuh saat mendengar Keenan memiliki penyakit gagal ginjal dan ia membutuhkan seorang pendonor.


"Apa bisa?"tanya Alzena pelan,ia berniat untuk mendonorkan ginjalnya untuk Keenan.


Saat orang tua Keenan sudah keluar dari ruangan dokter tersebut,Alzena melangkah masuk.


"Dok,saya ingin mendonorkan ginjal saya. Mohon periksa saya"ucap Alzena.


Dokter tersebut terdiam"baik,saya akan memeriksa kondisi tubuh kamu"ucapnya.


Alzena melakukan pemeriksaan pada tubuhnya dan kabar baik ginjal Alzena cocok dengan Keenan namun ia harus menahan resiko tidak bisa hidup dengan normal jika hanya memiliki satu ginjal sebagai penunjang hidup.


"Dok,tolong jangan kasih tau orang tua pasien kalau saya yang donor. Saya tidak ingin mendapat balas Budi dari mereka."ucap Alzena sambil tersenyum.


Rika dan Reno sangat senang namun sekaligus sedih. Senang karena anaknya mendapat seorang pendonor yang tepat namun mereka tidak tau sama sekali siapa yang mendonorkan ginjal untuk anaknya.


"Semoga kita bisa bertemu dengan orang yang jadi pendonor untuk Keenan,Pah"ucap Rika.


Reno mengangguk sembari menunggu proses operasi tersebut yang berlangsung satu jam nyawa Keenan akhirnya selamat dan ia dapat menjalani kehidupannya dengan normal.


Alzena menatap langit-langit ruang rumah sakit,ia tersenyum tipis setidaknya ia bisa membantu orang yang ia cintai.


"Semoga kamu seneng Keenan."


Flashback off


Alzena berjalan menuju halte bis,ia mengeratkan jaketnya karena nyeri di pinggangnya kembali terasa.


"Keenan,cuman kayak gini yang bisa aku bantu buat kamu."

__ADS_1


∆∆∆


TBC


__ADS_2